Hanya Keajaiban Yang Bisa

Gambar dipinjam dari sini 
Puji Tuhan. Setelah mengalami keguguran bulan desember 2012 kemarin, Tuhan memberi anugerah-Nya kepada keluarga kami. Apa itu ? Adalah tanda dua strip di test pack setelah saya telat haid 3 hari ! Yap, saya kembali hamil untuk ketiga kalinya..so amazing..!

Tapi, lagi-lagi kehamilan ini tidak serta merta begitu mudah adanya. Selang 4 hari saya positif hamil, saya kembali mendapati flek di celana dalam saat saya ke kamar mandi. Duh..saya sempat stress. Bayang-bayang keguguran kembali menghantui saya. Asal muasal terjadinya keguguran saya waktu itu ditandai dengan adanya flek yang berkelanjutan menjadi pendarahan hingga akhirnya keguguran dan harus di kuret.

Tak ingin kejadian menyakitkan itu terjadi lagi, saya dan suami segera periksa ke dokter kandungan. Saya ceritakan flek yang saya alami dan keguguran 6 bulan yang lalu. Lalu dokter meresepkan obat penguat untuk saya beserta vitamin yang harus saya konsumsi. Kebetulan, sebelum keguguran waktu itu, saya masih punya sisa obat penguat yang belum habis beserta vitamin dari dokter yang sama. Obat penguatnya adalah Prestenol dan vitamin Vica Natal. Ok, kata dokter diteruskan saja obatnya lalu kembali lagi sepuluh hari lagi tepat saat obat itu habis. Saya patuhi saran dokter.

Tepat sepuluh hari kemudian, saat uk 6-7 minggu, saya periksa ke dokter Spog lagi. Ketika di usg, saya sempat was-was ketika dokter mengatakan belum ada perkembangan yang baik. Kantung janin berukuran 24 mm. Janin belum kelihatan. Kata dokter, kembali periksa 2 minggu lagi. Segala sesuatu bisa terjadi, sekarang belum begitu bagus, siapa tahu 2 minggu ke depan ada perkembangan. Berdoa saja. Lalu saya bertanya, kenapa saya masih keluar flek walau sudah diberi obat penguat ? Ya itu bisa jadi penyebab kenapa belum berkembang dengan bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Saya pasrah. Pulang dengan sedikit kecewa dan meneruskan bedrest di rumah.

Ya, segala upaya saya lakukan. Saya berhenti total mengendarai kendaraan terutama motor. Hubungan suami istri juga cuti hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Untung suami saya sangat sabar dan pengertian. Ehm. Yang bisa saya lakukan hanya sebanyak mungkin tiduran dan istirahat. Karena pada saat ini, banyak gerak mengakibatkan flek keluar. Dan saya tidak ingin itu terjadi terus menerus. Tak henti-hentinya saya memohon kepada Tuhan agar  kehamilan saya kali ini lebih baik dari kemarin karena saya menginginkannya. Saya berjanji untuk menjaga dengan sepenuh hati.

Dua minggu kemudian saat uk 8-9 minggu, saya periksa ke dokter lagi. Flek masih kadang saya alami. Saya deg-degan, takut hasil usg tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pikiran saya, bagaimana jika masih belum berkembang dengan baik dan harus dikuret lagi ? Ah..ngeri..Beruntung, pikiran buruk  saya tidak nyata, saat di usg, titik janin sudah terlihat. Ukuran kantung janin 35 mm, mengalami peningkatan dari yang lalu 24 mm. Thank’s God..Dokter masih meresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Katanya, dosis penguat akan dikurangi jika nanti janin sudah bergerak. Saya bahagia mendengarnya, tak sabar menunggu 2 minggu lagi saat waktu periksa berikutnya tiba.

Lalu saat periksa kembali di uk 10-11 minggu, saya bisa tersenyum bahagia ketika melihat janin saya bergerak saat di usg. Denyut jantungnya juga sudah kelihatan. Puji Tuhan. Dokter bilang, janin sudah berhasil terbentuk dengan baik. Pemberian obat penguat sudah dihentikan karena saat ini, plasenta sudah bisa menghasilkan hormon progesteron sendiri sehingga tidak perlu bantuan obat penguat. Vitamin yang diberikan masih Vica Natal. Obat penguat kandungan sebenarnya bukan obat untuk penguat rahim, karena rahim sudah di design kuat oleh Tuhan sehingga mampu menopang janin yang makin lama makin besar. Obat penguat seperti Prestenol, Premaston, Alynol  dan obat sejenis lainnya sebenarnya adalah obat penambah hormon progesteron. Hormon ini yang berperan untuk membantu janin melekat di rahim. Kemungkinan, saya mempunyai kelainan hormon. Stok hormon progesteron dalam tubuh saya kurang sehingga perlu dibantu dengan obat penguat untuk menghasilkannnya. Itulah sebabnya saya mengalami flek saat kekurangan hormon progesteron, yang jika dibiarkan, janin tidak akan kuat melekat di rahim yang lama-lama bisa gugur dengan sendirinya. Dan saya tidak ingin itu terjadi lagi.

Riwayat Kehamilan Sebelumnya

Sebagai perbandingan, saya akan menceritakan riwayat kehamilan saya yang terdahulu dengan yang sekarang. Saat hamil pertama, saya juga mengalami flek saat usia kehamilan 10 minggu. Namun flek itu kemudian berhenti setelah diberi obat penguat. Nggak langsung berhenti sih, ada tahapnya. Tentunya setelah mengkonsumsi obat penguat beberapa hari. Lalu kehamilan berjalan normal hingga saat melahirkan.

Saat kehamilan kedua, saya super yakin kehamilan saya baik-baik saja. Jadi setelah 2 minggu telat haid, saya baru test pack sendiri dan mendapati hasil positif. Setelah tahu kalau positif, saya masih tenang-tenang saja tidak segera memeriksakan ke dokter kandungan. Pikir saya, pasti di usg juga belum kelihatan seperti kehamilan pertama. Padahal mestinya. diawal kehamilan pemeriksaan sangat penting karena masa pembentukan. Tentunya dibutuhkan vitamin yang perlu seperti asam folat. Saya hanya minum susu hamil dan banyak makan pisang karena mengandung asam folat yang penting untuk mencegah cacat otak pada janin saat pembentukan. Saya baru memeriksakan diri ke dokter Spog saat usia kandungan sudah 8 minggu. Saat di usg, janin belum terlihat dan kantung janin berukuran 22 mm. Masih kecil.

Tiga hari setelah periksa ke dokter, saya mengalami flek. Saat hamil kedua ini saya sering mengendarai sepeda motor. Antar jemput anak sekolah. Dan flek itu terjadi siang hari sesudah saya naik motor. Saya kaget, dan masih berusaha tenang untuk tidak segera ke dokter. Harapannya, flek itu akan berhenti dengan sendirinya. Ternyata dugaan saya salah, flek tetap keluar setiap hari. Dari sedikit makin lama makin banyak seperti pendarahan saat menstruasi. Dan dua hari setelah flek, saya periksa ke dokter lagi. Saat di usg, dokter bilang belum begitu bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Premaston. Sampai di apotik, saya malah diberi Prestenol. Saya sudah protes, resepnya Premaston kok diberi Prestenol, apotekernya bilang sama saja cuma beda merk. Saya menurut dan saya heran, kenapa bisa begitu.

Makin lama, pendarahan semakin banyak dan saya merasa pemakaian obat penguat sudah tidak menolong sama sekali. Saya memakai pembalut seperti saat menstruasi dan darah keluar semakin banyak. Lalu, hari itu tiba. Puncaknya saat usia kehamilan 10 minggu, saya mengalami keguguran. Ah..cerita selengkapnya bisa dilihat di Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran ?

Kehamilan Sekarang 

Kembali ke kehamilan sekarang, saat saya  periksa ke dokter di usia kehamilan  12-13 minggu, kondisi janin bagus. Ketika di usg janin sudah lincah bergerak. Tapi memang belum bisa dirasakan gerakannya. Masih sangat halus, semacam kedutan gerakan yang bisa saya rasakan di perut. Aih..saya senang sekali. Keluhannya adalah saya sering pusing di malam hari. Mungkin karena tensi saya yang rendah, hingga pernah mencapai 90/80. Namun kata dokter, tensi rendah tidak masalah pada ibu hamil, yang menjadi masalah adalah tensi tinggi. Saya diberi vitamin Vica Natal yang diminum 1 x sehari yang mengandung banyak vitamin B untuk mengurangi mual, dan Paracetamol 500 mg sebanyak 10 pcs diminum 3 x sehari untuk meringankan pusing saya kata dokter. Saya sempat ragu juga, apakah aman ibu hamil mengkonsumsi obat seperti paracetamol. Lalu saya mencoba browsing, dan ternyata ibu hamil masih aman mengkonsumsi paracetamol 500 mg asal tidak melebihi dosis maksimal yaitu 3500 mg sehari.

Dan, kehamilan saya sekarang sudah hampir 17 minggu. Terakhir periksa saat usia kehamilan 15 minggu. Janin sudah nyata terlihat, kepala, badan, kaki dan tangannya. Gerakan dan denyut  jantungnya juga jelas terlihat saat di usg. Saya diberi suplemen makanan Sofero sebagai penambah kurang darah. Yah..so far, saya sangat menikmati kehamilan ini. Apalagi kata banyak orang, trimester II ini adalah masa paling indah saat kehamilan. Rasa mual dan pusing sudah tidak saya rasakan lagi. Nafsu makan mulai menggila, harus banyak cemilan buah dan sayur. Karena lapar sedikit, perut saya mulai ditendang oleh bayi saya. Hehehe..

Saya merasa, ini keajaiban dari Tuhan. Masih panjang perjalanan saya. Masih beberapa bulan ke depan. Harapannya, kehamilan ini bisa membawa berkah buat semuanya. Membuat saya semakin sabar, mensyukuri hidup dan lebih berhati-hati menjaga segala sesuatunya. Semoga semuanya akan berjalan dengan baik hingga waktu melahirkan tiba. Doakan saya ya..Amin.

Share

6 thoughts on “Hanya Keajaiban Yang Bisa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *