Ketika Handphone Pasangan Pakai Password

Credit : www.pixabay.com

Ketika Handphone Pasangan Pakai Password – Dalam suatu pernikahan, ada beberapa fase yang akan  dilewati. Dari rasa cinta nan aduhai menggebu-gebu, lalu turun menjadi aduhai saja kemudian turun menjadi biasa dan tanpa rasa. Jika sudah pada tahap tanpa rasa, segera pasang alarm bahaya. Iya, ini menjadi bahaya jika tiba-tiba ada orang ketiga yang masuk dan mem-bubrah suasana.

Bagaimana mungkin dalam pernikahan kadar cinta menjadi berubah? Mungkin banget bisa terjadi. Karena ibarat tanaman yang harus selalu disiram dan dipupuk, rasa itu tumbuh karena biasa. Witing tresno jalaran soko kulino itu bukan hoax. Benar adanya. Makanya tak heran jika cinta lokasi itu ada.

Karena kesibukan bekerja, suami istri bisa jarang bertemu. Separuh waktu dihabiskan di kantor. Apalagi kalau ada lembur. Atau saat dinas ke luar kota. Hitung saja berapa banyak waktu yang dilakukan di luar rumah. Alasan sibuk menjadi sebab suami istri jarang bertemu di rumah. Walaupun komunikasi dengan handphone masih bisa dilaksanakan, namun kehadiran raga yang nyata menjadi quality time.

Baca : Nasehat Pernikahan

Dalam keadaan seperti ini, trust atau kepercayaan kepada pasangan menjadi begitu penting. Tanpa adanya trust, suatu relationship yang susah payah dibangun bisa hancur seketika. Lha ketika trust itu tidak ada, yang ada hanya rasa curiga. Menduga-duga. Lalu asumsi. Dan membuat kesimpulan sendiri ketika menemukan bukti.

Rasa curiga bisa menjadikan seseorang lupa diri. Tingkat kepo seseorang bisa meningkat drastis ketika curigation. Pasangan akan merasa terintimidasi. Ada tanya dalam hati, kenapa istrinya yang dulu begitu dipuja sekarang menjadi begitu nggriseni? Pasti something wrong. Ada perubahan disini.

Saya punya cerita dari suatu pasangan ketika handphone suaminya diberi password. Sebut saja namanya Mawar dan David. Sang istri, Mawar cukup shock dengan kenyataan ini, kenapa harus di-password sih? Sejuta tanya berkecamuk dalam hati. Pasti ada sesuatu yang dirahasiakan David sampai Mawar tidak boleh melihat isi handphonenya. Apakah David mulai main hati dengan wanita lain? Jelas dong Mawar jadi curiga dan cemburu. Lha wong biasanya  nggak masalah kok saling pinjam handphone satu sama lain. Saling buka, tanpa ada yang dirahasiakan.

Baca : Long Distance Marriage, Siapa Takut?

Maka Mawar protes kepada David ketika handphone miliknya di-password dan Mawar tidak diberi tahu apa password-nya. Mawar jadi parno. Kata jangan-jangan berseliweran di kepalanya. Rasanya useless banget, serasa  Mawar tidak diaggap, diabaikan oleh David. Sakit hati rasanya ketika tidak dipercaya oleh suami sendiri. Sering saat David tidur, Mawar mengendap-endap menghampiri handphone milik David yang sedang di charge. Mawar memencet beberapa kode yang dianggap worth it sebagai password.  Zonk! Handphone tetap terkunci dan tidak bisa diakses. Duh, njelehi banget deh..

Maka, pembalasan itu tiba. Handphone Mawar  juga  di-setting pakai password. Ketika David mau buka handphone Mawar dan tidak bisa karena ada password-nya, disitu Mawar merasa puas. Rasain! Memangnya cuma situ aja yang bisa pakai password? Nggak fair dong, meskipun Mawar nggak punya rahasia apa-apa. Hanya sekedar balas dendam saja.

Mau tahu apa yang terjadi selanjutnya? Mawar jadi was-was kalau suami asyik pegang handphonenya. Mawar suka ngintip saat David mulai buka password handphone-nya. Nggak kelihatan. Apalagi saat David chit chat dengan temannya di grup. Duh..Mawar rasanya pengin rebut handphone-nya. Sampai suatu hari Mawar pernah menyuruh anaknya untuk mengintip saat papanya buka handphone-nya, dan disuruh menghafalkan apa password-nya! Namun tidak berhasil, karena sang anak kalah lihai sama papanya.

Saat Mawar menggunakan handphone-nya, David pun juga jadi kepo. Setiap ada bunyi notifikasi masuk, dia akan bertanya dari siapa? Teman, jawab Mawar. David pun mengintip ingin baca. Mawar nggak bolehin. Maka rebutan handphone terjadi. Persis kayak anak kecil semua. Rebutan. Wah..wah..

Kejadian handphone ber-password ini terjadi selama beberapa bulan. Belakangan David mengaku kalau ini terjadi karena dulu Mawar suka buka handphone-nya tanpa ijin. Suka baca WA grup, dan juga WA dari mantan pacar. Yap! Mantan pacar David pernah chat dan sedikit curhat. Jelas Mawar cemburu dan galau dong. Dan hak Mawar untuk tahu sampai sejauh mana hubungan mereka. Mawar  kan istrinya. Apalagi status mantan pacar David itu janda. Wow kan!

Ternyata, David takut Mawar menjadi cemburu dan gelap mata. Lalu akan nekad mengirim pesan  kepada mantannya itu dan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Makanya handphone David di-password supaya aman terkendali. Duh, apa Mawar serendah itu? Enggaklah. Mawar hanya ingin kejujuran dari suaminya saja. Mawar merasa hubungannya dengan suami mulai tidak sehat. Dan harus dibenahi. Segera!

Demi kemaslahatan bersama, akhirnya dicapai kesepakatan antara Mawar dan David agar password handphone masing-masing dihapus. David boleh membuka handphone Mawar dan Mawar pun boleh membuka handphone-nya. David mengaku, tidak ada hubungan apa-apa dengan mantannya. Hanya sekedar say hello dan menjalin silaturahmi saja.

Meskipun awalnya cemburu, Mawar akhirnya bisa menerima pengakuan suaminya. Bahwa memang tidak terjadi apa-apa antara David dan mantan pacarnya. Bahkan Mawar dan David pun akhirnya bisa pada fase dimana bisa ketawa-tawa berdua saat bersama stalking socmed si mantan pacar.

Dan ketika tak ada rahasia lagi diantara mereka, Mawar dan David  jadi lebih terbuka, tidak cemburu dan curiga lagi. Lha iya, yang sudah berlalu biarkan berlalu. Rasanya wasting time mengurusi sesuatu yang tidak perlu. Masing-masing punya kehidupan sendiri kan?

Nah, setelah membaca cerita diatas, pelajaran apa yang bisa kita dapatkan? Bahwa suatu rahasia bisa menjadi boomerang jika tidak diungkapkan. Lha kenapa harus main rahasia sama pasangan jika tidak ada apa-apa, ya kan? Masalah privacy? Berapa prosentase privacy jika sudah berkomitmen dalam rumah tangga?

Keterbukaan dan trust menjadi pondasi yang kokoh untuk saling menguatkan hubungan. Dengan  catatan tak ada yang menyalahgunakan kepercayaan itu. Wokeh?

Have a nice day! 😀

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

36 thoughts on “Ketika Handphone Pasangan Pakai Password”

  1. Aku jadi ingat temen juga mbak, tapi kalo ini kasusnya sebelum istrinya ambil hp suaminya mau ngecek. Si suami sigap langsung end chat history sama temen kantornya (cewek) karena takut istrinya gimana-gimana. Lah, dengan ketauan suaminya end chat duluan malah bikin si istri mikir gimana-gimana jadinya, gatau deh sekarang mereka gimana huhu

  2. setuju banget sama kalimat terakhir, kalo keterbukaan dan kejujuran itu emang penting banget di dalam suatu hubungan. apalagi suami istri yang merupakan hubungan seumur hidup

  3. Ceritanya dramatic banget sampai rebutan gitu ya mbak, gara2 HP pakai password. Kalau menurutku sih dalam mnejalin hubungan itu harus adanya rasa kepercayaan dan keterbukaan. Jika david kesal dengan ulah mawar, apasalahnya diungkapkan, begitu juga dengan mawar, juga harus percaya dengan suaminya terhadap hal yang disampaikan.

  4. wah klo aku jd mawar jg mendidihlah mba pke password gtu. aku jg suka cek ko hp suami bahkan medsos suami prinsipku sbg istri mesti preventif skrf zamannya valakor dimanja2 wkwkwk jd protect bole asal ga kelebihan. dan utamanya bnr yg mba sebutkan kejujuran serta keterbukaan ✊

  5. wah aku mah gak pernah pakai password, tp kami mah gak pernha baca hp pasangan , krn sdh saling percaya kali ya

  6. Beruntung skrg jamannya finger print ya makJuli, bagi kami yg gak lihai mengingat password, cukup sidik jari kami berdua disimpan. Maka gadget jadi milik sama2. Tapiiii, udh gak s4 buka2 hp pasangan, wong hp sendiri aja sudah asyik. Hihihi

  7. Lah bener ini… Aku ama suami sama2 memprotect hp kita pake pasword. Tapiiii saling memberitau apa paswordnya.. Pasword itu utk mencegah temen2 kantor ato ada org lain yg iseng mau ngerjain hp kita.. Tanpa trust, kayaknya hubungan itu rapuh banget ya mba.. Dan buatku sih, ngapain lagi dipertahanin.. Kecuali kalo keduanya masih sama2 mau berubah..

  8. waduh ngenes juga ya mba kalo kejadiannya kaya gitu..dongkol iya marah iya gregetan juga iya .haduhhh jadi satu semuanya..
    tapi kebanyakan pasangan (khususnya suami istri) yang handphone nya di password gitu (biasanya alasan privasi) endingnya ga bagus soalnya kan pasti ada yang ditutup-tutup i.
    masa iya ga ada apa2 tapi mesti ada yang diumpetin kaya gitu,ya ga? ^^

  9. suami saya jg hp nya pakai password dari dulu,tapi saya malah ngak merasa itu hal yg aneh. kalau saya ngak pakai password tp suami saya ngk prnh mencoba liat2 hp saya juga sih. intinya memang kepercayaan aja kl menurut saya 🙂

    1. Wah, bisa gitu ya mba Turis..hebat bangetlah kalo bisa gak curiga dan saling percaya dalam kondisi HP suami pake password. Intinya memang saling percaya sih.. 🙂

  10. yap, trust adalah pondasinya. Kunci dalam berhubungan ya rasa kepercayaan. Kalau handphone pasangannya di password, ada baiknya saling ngasih tau password masing-masing biar transparansi dalam berhubungan terjaga 🙂

  11. Ponsel saya pakai password dan suami tahu passwordnya apa… begitu juga sebaliknya 🙂 btw… kalau mantan curhat sebaiknya istri dilibatkan juga kali ya mbak. Atau suruh curhat ke istri aja karena sesama wanita 🙂

  12. HP suami & anak2ku semua pake password. Jadi aku kalau pinjam teriak2 dulu minta dibukain. Kata mereka untuk keamanan kalau dicuri. Cuma aku aja yg nggak karena aku pelupa. Password di laptopku aja sampai sekarang blm terpecahkan karena aku lupa :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *