Obrolan Bocah

Obrolan Bocah

Obrolan Bocah – Anak kecil, biasanya suka punya pertanyaan yang cukup membuat terperangah. Sebagai orang tuanya, kadang saya dibuat speechless untuk menjawab apa dan bagaimana. Karena takut salah, takut berefek kepanjangan jika jawabannya kurang pas.

Kadang ada rasa geli sendiri juga jika pertanyaannya ada yang di luar nalar. Membelokkan logikanya itu, lho yang gampang-gampang susah. Duh Gusti..hihihi..

Berikut saya tampilkan beberapa cuplikan obrolan bersama si Sulung saat masih berumur  5 tahun yang cukup nampol menurut saya beserta jawaban saya. Correct me if I’m wrong.. 😀

Oh, ya tulisan ini sebenarnya saya kirim ke salah satu majalah wanita terkenal, tapi dengan sangat menyesal tidak bisa dimuat. Ya sudah, daripada dibuang sayang lebih baik dimuat di blog sendiri 😀

Baca : Celoteh Anak

“Mama, aku mau susu ( menyebut satu merk susu hamil ) untuk anak..”

Saya menahan tawa mendengar  request si Sulung, umur  5  tahun. Dia sering melihat saya minum susu hamil merk X, saat mengandung adiknya. Berkali-kali pula dia ingin ikut meminum susu itu, dan tentu saja tidak saya bolehkan.

“Nggak ada sayang, itu kan susu untuk ibu hamil, buat pertumbuhan dedek yang di dalam perut. Mas Andro kan sudah punya susu sendiri untuk usia 5 tahun keatas ?”

“Kenapa tidak dibikin susu hamil untuk anak..?”

Kali ini saya pening memilih jawaban. Mungkin Andro termasuk salah satu korban iklan di TV yang kerap menayangkan produk dewasa yang dibikin seri untuk anak. Misalnya ramuan herbal masuk angin, sekarang ada untuk anak dan produk-produk lainnya.

Baca : Berapa Usia Anak Masuk TK ?

“Ya nggak boleh sayang…mas Andro kan cowok, tidak bisa hamil..dan anak cewek belum bisa hamil, jadi tidak ada susu hamil untuk anak.”

Andro manggut-manggut. Saya merasa jawaban yang saya pilih cukup masuk akal dan bisa dipahami oleh alam pikirnya saat ini.

“Kalau begitu, Andro pengin susu ( menyebut satu merk susu kalsium ) untuk anak aja ya..”

“Hah..? Itu juga nggak ada, sayang..itu kan susu kalsium untuk tulang orang tua, supaya tidak cepat keropos, kalau anak-anak kan belum perlu susu khusus untuk osteoporosis..”

“Osteoporosis itu apa, Ma..”

Nah, kan..saya harus berpanjang lebar menerangkan kembali apa yang telah saya katakan. Bahwa osteoporosis adalah rapuhnya tulang karena kekurangan kalsium.

Seringkali, saya harus geleng-geleng kepala dengan pertanyaan kritisnya.

Baca : Mama Lucu Tapi Galak, Mirip Beruang !

Andro juga berceloteh lucu saat  melihat album foto pernikahan orang tuanya. Saya sampai melongo. Untung tidak ada lalat lewat..hehehe..

“Andro pengin datang ke nikahan mama papa, kenapa aku tidak diajak ?”

“Mas Andro kan belum ada..?”

“Kenapa..padahal aku ingin sekali makan es krim di pesta itu..”

“Ya belum dibuat mas Andronya, kan mama papa nikah dulu, baru mas Andro dibikin..”

“Bikinnya pakai tepung ya ma..dibuat adonan, terus dibentuk manusia, terus..dihidupin sama Tuhan, iya kan, Ma..?”

Kali ini saya mengangguk. Saya rasa ini jawaban yang tepat untuk saat ini. Fiuuhhh..capek deh..hihihi..

Celoteh-celotehan anak seringkali menggelikan dan mendatangkan tawa. Ini menjadi hiburan dan menjadikan emaknya harus belajar menjawab dengan pas. Kalau tidak bisa menjawab, garuk-garuk kepala dulu deh..hahahaha..*sebelum googling tentunya*

Baca : Balita Mengenal Kambing Hitam ?

Cerita lain yang membuat saya takjub adalah ketika Andro tiba-tiba punya tokoh khayalan bernama Idot. Iya..Idot menjadi semacam kambing hitamnya Andro untuk kelakuan buruk. Bagaimana bisa..? Begini ceritanya..

“Siapa yang ngompol..?”

Pertanyaan itu saya lemparkan saat Andro yang sudah lama tidak pakai pampers tiba-tiba mengompol di malam hari. Padahal sebelum tidur, Andro dibiasakan buang air kecil dulu.

“Idot..”

Setahu saya, tidak ada teman sekolah ataupun teman bermain Andro yang bernama Idot. Siapa dia..?

“Kalau yang ganteng siapa ya..?”

“Andro..”

“Kalau yang suka nangis..?”

“Idot..”

“Idot itu siapa sih..?”

Andro diam tidak menjawab. Asumsi saya, yang jelek-jelek itu Idot, kalau yang baik-baik itu Andro. Kasihan Idot..jadi tameng keburukan.

Lalu saya memutar akal, bagaimana caranya supaya Andro mau mengakui kelakuan buruknya, tidak lempar batu sembunyi tangan atas nama Idot. Saya terangkan jika setiap sebab akan ada akibat. Ada baik buruk dan ada benar salah, tentunya dengan bahasa yang bisa dimengerti di usianya yang masih balita.

Baca : Hindari Stress Mental Pada Anak

Hingga di kesempatan lain, saya bisa tertawa lega.

“Siapa yang mengompol ( lagi )..?”

“Andro..”

“Idot kemana..?”

“Lagi pergi..”

“Andro dan Idot itu sama nggak, sih..?”

“Sama..”

Hm..senangnya hati ini. Bersyukur Tuhan berkenan menitipkan anak yang super lucu ini kepada saya. Yes..I’m a proud mom..

Gimana cerita mama-mama dengan anak-anaknya ? Yuk, sharing ! 😀

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

6 thoughts on “Obrolan Bocah”

  1. Hahahhaha celoteh anak2 ini memang pengobat hati ya mbak. Secapek apapun, kalo dgr celotehan mereka jd ngerasa terhibur bangeettt ;). Anakku yg pertama juga gt, cerewet bgt ocehannya, tp srg lucu. Kalo adeknya yg msh bayi blm bs ngomong, tp celoteh ga jelas khas bayinya pun slalu bisa bikin aku kgn cepet plg dr kantor

  2. Anak banyak bertanya, berarti anaknya cerdas, Mbak. Memang tugas bundanya untuk menjawab yang baik dan tepat. Lebih baik kita jawab dengan hati-hati, daripada nanti dia bertanya pada orang yang salah, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *