Saat Anak Demam

IMG_20150616_143153

 

Sebagai seorang ibu, pasti kita panik jika anak yang masih kecil apalagi bayi badannya panas atau demam. Sebenarnya, badan panas bukanlah suatu penyakit, namun hal ini merupakan reaksi tubuh saat terjadi suatu infeksi. Infeksi ini bisa ditimbulkan oleh virus, flu misalnya.

 

Saya pribadi, saat anak mengalami badan panas tidak serta merta saya kasih obat panas atau langsung periksa ke dokter. Yang saya lakukan pertama kali adalah memantau suhu tubuh dengan termometer sambil mengingat-ingat apa yang telah dilakukan oleh si kecil. Jika suhu tubuh masih dibawah 38 derajat Celcius, obat panas belum saya berikan. Namun jika suhu diatas 38 derajat Celcius, baru saya kasih obat panas berupa Paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan untuk usia anak. O,ya saya selalu siap sedia obat panas untuk si kecil di lemari obat.
 
Langkah selanjutnya adalah saya selalu memantau perubahan suhu yang terjadi. Jika panas tubuh tidak mengalami penurunan sampai tiga hari meskipun sudah dikasih obat, ini yang perlu diwaspadai. Segera bawa si kecil periksa ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk cek darah jika panasnya sudah lebih dari tiga hari. Jangan dibayangkan paniknya jika kondisi anak seperti itu. Kasihan bingit..
 
Pengalaman saya beberapa hari yang lalu, si bungsu yang berusia 19 bulan tiba-tiba badannya agak panas dan sedikit rewel. Saya cek suhunya, masih dibawah 38 derajat Celcius. Saya belum memberi obat. Saya balur tubuhnya dengan minyak telon, sambil memijat badannya. Asupan makanan saya perhatikan yang bergizi tinggi dan tetap memberi ASI secukupnya. Asumsi saya, si kecil kecapekan bermain di luar rumah yang anginnya cukup besar. Bisa jadi dia masuk angin. Dan puji Tuhan, keesokan harinya suhu badannya sudah turun dan normal kembali. Senangnyaaa..
 
Saya selalu membiasakan anak untuk tidak tergantung pada obat-obatan. Periksa ke dokter pun jarang saya lakukan jika sakitnya belum taraf mengkhawatirkan. Jika pertolongan pertama bisa dilakukan di rumah, itu yang saya maksimalkan. Pun saat ada obat tradisional aman yang bisa diberikan, akan saya berikan. Iya, saya biasa mengerok punggung anak saya dengan bawang merah saat ia sakit panas. Kemudian membalurkan parutan bawang merah dicampur minyak telon ke dahi anak yang panas. Biasanya manjur. Turun suhunya bisa cepat. Atau bisa juga dikompres pakai air hangat.
 
Saya tidak akan terlalu khawatir jika anak saya badannya panas tapi aktivitasnya masih seperti biasa, nafsu makannya masih bagus dan ketika dia masih ceria tertawa-tawa. Biasanya panas yang seperti ini akan segera berlalu. Bisa jadi dia kecapekan, atau tubuhnya sedang diserang virus tapi kekebalan tubuhnya bisa melawan.
 
Jadi, sakit panas pada anak semacam alarm bahwa tubuhnya sedang tidak sehat. Sesegara mungkin bisa kita tangani dengan memperhatikan hal-hal di atas. Jangan sampai kita kecolongan, suhu badan anak sudah tinggi, tidak diberi obat, langsung dibawa ke rumah sakit , ternyata sampai di rumah sakit anaknya sampai mengalami kejang-kejang. Pernah ada kejadian seperti itu. Dokter menyarankan bahwa anak perlu diberi obat panas sebagai pertolongan pertama jika suhunya diatas 38 derajat Celsius. Jika panasnya tidak mengalami penurunan baru dibawa ke rumah sakit. Jangan sampai anak kejang. Jika kejang, resiko yang ditimbulkan lebih berbahaya. Bisa menyerang syaraf dan mengakibatkan kelumpuhan. Duh..jangan sampai ya, mom..
Ok, mom..sekian ceritanya. Semoga anak-anak selalu sehat dan ceria yaaa…
Share

4 thoughts on “Saat Anak Demam”

  1. Panik itu ketika baby Andhin flu batuk plus panas, gak ketulungan bingungnya karena baru sekali itu ngalamin, saya sampai setiap 10 menit ngecek suhunya 🙁
    Semoga selalu sehat ya anak-anak kita aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *