10 Fakta Tentang Kartini

RA Kartini

Sumber gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

10 Fakta Tentang Kartini – Yup, sekarang tanggal 21 April 2016. Itu artinya, 26 tahun yang lalu saya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Waktu itu, saya menjadi petugas pembaca UUD 1945 saat upacara bendera memperingati hari Kartini. Saya memakai kebaya lengkap dengan rambut disanggul dan jarit..*coba tebak berapa umur saya sekarang jika 26 tahun yang lalu saya masih kelas 5 SD* #gakpentingbangetya #abaikan

Well, siapakah Kartini itu..? Seberapa besar pengaruhnya sampai dianggap sebagai pahlawan Nasional ? Dan mengapa hari lahirnya dipilih menjadi hari Kartini yang diperingati setiap tahun secara nasional ? MengapaΒ  pahlawan Wanita NasionalΒ  seperti Tjut nyak Dien, Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, dan yang lainnya tidak punya tanggal peringatan khusus ?

Banyak sekali pertanyaannya. Silakan dijawab dan dikumpulkan seminggu kemudian..*dilarang protes* Hahahahah..

Sudah barang tentu, beliau mempunyai rekam jejak yang jelas selama masa hidupnya. Kita tahu, Kartini suka menulis. Melalui tulisannya, ada beberapa tulisan yang pernah dimuat di media massa di jamannya, antara tahun 1879-1903. Walaupun Kartini tidak pernah memanggul senjata untuk berjuang melawan penjajah, namun pemikiran dari tulisan-tulisannya yang tersurat mampu menggugah dunia, khususnya tentang emansipasi wanita.

Bayangkan, jika tidak ada Ibu kita Kartini. Masih bisakah kita sebagai kaum wanita di masa kini bisa berkarya di sela-sela kesibukan mengurus anak, dapur dan suami ? Menulis di blog misalnya..Yakin deh, jika jaman dulu sudah ada internet pasti Ibu Kartini punya blog bernama www.kartini.com. Pasti ibu Kartini menjadi blogger yang cukup berpengaruh di jamannya. Tulisan-tulisannya juga akan banyak dimuat di media massa. Beliau juga aktif di media sosial sebagai penggiat kesetaraan gender, menjadi founder Komunitas Emansipasi Wanita dan tentu saja punya usaha kursus bahasa Belanda dan sekolah wanita secara online. Wuih..keren yaa..*malah jadi berkhayal*

Ok, kembali ke judul aja ya..ndak malah ngelantur..Hehehe..

Berikut 10 Fakta Tentang Ibu kita Kartini :

1. Punya Pemikiran Untuk Memajukan Wanita Pribumi

Wanita Jawa di masa Kartini adalah wanita yang hanya bisa bermimpi tentang sekolah. Adat Jawa yang masih kental dengan anggapan bahwa wanita tak lebih dari sekedar kanca wingking ( berada di belakang saja ), dan diharuskah mahir 3M ( Masak, Macak, Manak ), membuat ruang gerak wanita untuk menuntut ilmu menjadi terbatas. Beruntung Kartini adalah anak priyayi, ayahnya seorang Bupati Jepara yang cukup terpandang dan mampu secara finansial. Kartini berkesempatan sekolah hingga berumur 12 tahun.

2. Merasakan Masa Dipingit

Selepas sekolah, di usia 12 tahun Kartini hanya boleh di rumah saja. Masa itu disebut sebagai masa pingitan. Bayangkan, apa yang bisa dilakukan jika hanya boleh di rumah saja. Coba kalau dipingitnya di masa sekarang, tentu bisa online dong ya..Di dalam kamar tak masalah, masih bisa ngeblog dan browsing. Dengan catatan, internetnya gak lemot..*tetep*

3. Bisa Bahasa Belanda

Karena sudah pernah sekolah, Kartini juga belajar tentang bahasa asing khususnya bahasa Belanda. Sebuah kemampuan yang lebih dari cukup di jamannya, membuktikan bahwa Kartini adalah orang yang suka belajar.

4. Menulis Surat Kepada Sahabatnya di Luar Negeri

Di masa pingitannya, Kartini banyak menulis surat kepada teman-teman korespondensinya di Belanda. Dengan keahliannya berbahasa Belanda tentu saja. See, tak ada salahnya belajar bahasa asing karena tentu ada gunanya.

5. Suka Membaca

Di masa ini pula Kartini banyak membaca surat kabar, buku dan majalah yang membuka wawasannya. Kartini tidak hanya menyukai hal tentang emansipasi wanita tetapi juga tentang masalah sosial, dan hal-hal yang berkaitan dengan keinginannya agar kaum wanita diberi kebebasan untuk menuntut ilmu dan belajar.

6. Suka Menulis dan Karyanya Pernah Dimuat di Surat Kabar

Dari banyak membaca, Kartini suka menulis. Hasil karya menulisnya dikirimkan beberapa kali ke surat kabar dan ada yang dimuat. Hebat ya..

7. Ingin Melanjutkan Sekolah ke Luar Negeri

Dari surat-surat yang dikirimkan kepada sahabatnya di Belanda, terungkap keinginan Kartini yang paling dalam untuk bisa melanjutkan studi ke negeri Belanda. Namun apa daya, keinginan itu hanya bisa dipendam begitu saja.

8. Dinikahkan Dengan Bupati Rembang yang Pernah Menikah 3 kali

Keinginan untuk melanjutkan sekolah semakin terkubur ketika Kartini dinikahkan dengan Bupati Rembang yang telah menikah tiga kali. Kartini pasrah ketika menjadi korban poligami. Apa yang bisa ia perbuat jika keadaan memaksanya demikian ? Benarkah beliau pro atau korban poligami ? Entahlah..

9. Mendirikan Sekolah untuk Wanita Pribumi

Keinginan Kartini untuk memajukan wanita Jawa yang terkungkung adat di masa itu, membuat Kartini berinisiatif untuk membuka sekolah bagi wanita pribumi. Beruntung suaminya sangat mendukung keinginan Kartini. Bahkan suaminya mendukung Kartini untuk bisa menulis sebuah buku. Lalu dibangunlah sekolah bernama sekolah Kartini.

10. Meninggal setelah 4 hari melahirkan

Kartini meninggal di usia 25 tahun pada tanggal 17 September 1904. Tepat 4 hari sebelumnya, tanggal 13 September 1904 beliau melahirkan putra pertama dan terakhir.

Nah, sudah jelas kan fakta tentang ibu kita Kartini. Ingat ya, namanya Kartini bukan Harum namanya.. #eh..Yang harum adalah rekam jejak ibu Kartini selama beliau masih hidup. Melalui surat-surat beliau yang kemudian dibukukan berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, banyak inspirasi yang bisa dipetik tentang cita-cita, harapan dan passion seorang wanita. Hal ini juga bisa menjadi sentilan bagi kaum pria agar tidak membelenggu cita-cita wanita untuk menuntut ilmu, belajar dan berkarya. Wanita juga bisa bisa sehebat pria. Camkan itu.. πŸ˜€

Selamat hari Kartini. Merdekalah Wanita Indonesia..!

Sumber :

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini
Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

20 thoughts on “10 Fakta Tentang Kartini”

  1. Soal pengen sekolah lagiiiii
    Itu aku bangeeeettt huhuhuuuu
    Jadi lebih kenal sama ibu Harum eh ibu Kartini baca postingan ini πŸ™‚

  2. aku bener2 ga kebayang kalo harus hidup di jaman Kartini dulu -__-. Separah apa kungkungan untuk wanita2nya yaa.. eh, tapi sbnrnya Kartini sakit apa sih mbak? ato memang komplikasi melahirkan saja? kasian juga anaknya ga prnh ngerasain kasih sayang ibu kandungnya ya πŸ™

    1. Iya, mba Fanny..beruntung ya kita hidup di jaman sekarang..segala kemudahan dalam genggaman..
      Soal sakitnya Kartini tak banyak yang tahu..mungkin sudah takdir Tuhan, mba.. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *