Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online

Daftar BPJS Kesehatan Online

Selama ada kesempatan, gunakan dengan sebaik-baiknya

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Secara Online. Beberapa waktu yang lalu ibu saya sakit dan harus opname di Rumah Sakit. Awalnya, ibu mempunyai keluhan kaki bengkak dan akhir-akhir ini sering mengalami sesak nafas. Maka saya pun mengantar ibu ke rumah sakit untuk periksa rutin setiap bulannya. Namun karena sudah tidak kuat, ibu lalu minta rekam jantung kepada dokter internis.

Ternyata oh ternyata, dokter ahli penyakit dalam mendiagnosa bahwa jantung ibu mengalami pembengkakan. Maka dokter menyarankan ibu untuk rawat inap atau opname di rumah sakit sekitar 4-5 hari. Baiklah. Karena saya yang mengantar ibu, maka saya pun yang mengurus segala administrasi ibu untuk keperluan rawat inap. Kebetulan, ibu mempunyai BPJS kelas 1.

Pihak rumah sakit mengatakan bahwa kamar kelas 1 kosong. Maka kemungkinannya adalah naik ke kelas VIP atau ke kelas 3. Saya pun berdiskusi dengan kakak saya yang berada di seberang pulau, lalu setuju agar ibu masuk ke kamar VIP. Pihak rumah sakit mengatakan untuk biaya akan dicover oleh BPJS, dan kekurangannya karena naik kelas nanti akan dicover oleh pihak pasien.

Lalu terjadilah. Diantara rasa panik, sedih yang berkecamuk di awal, saya mengantar ibu masuk ke ruang IGD. Ibu diberi tindakan pemasangan oksigen setelah sebelumnya ada tes antigen. Jika hasil antigen adalah positif Covid-19, maka kamarnya berbeda dengan kamar untuk pasien yang negatif. Untunglah hasil tes ibu negatif.

Kebetulan pula, saat itu rumah sakit sudah mulai longgar dengan pasien Covid. Tidak se-crowded saat virus corona merajalela hingga rumah sakit penuh sesak hingga kehabisan tabung oksigen. Saya jadi tidak begitu was-was bolak balik ke rumah sakit menunggui ibu hingga menginap. Pasien Covid mulai berkurang dan itu cukup melegakan.

Alasan Harus Punya BPJS

Meringankan Biaya Saat Sakit

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Siapapun tak pernah bisa memprediksi kapan saat sakit datang. Seperti kejadian ibu saya kemarin. Untung saja ibu sudah mempunyai BPJS sejak beberapa tahun yng lalu. Saat pemerintah belum memberlakukan aturan semua anggota keluarga dalam satu KK wajib mempunyai BPJS.

Ya, ibu saya mendaftar BPJS sendiri saat itu. Kebetulan KK Ibu sudah berbeda dengan KK saya yang notabene sudah mempunyai keluarga sendiri. Kelas BPJS ibu adalah kelas 1. Iuran terakhir per bulannya adalah 150 ribu rupiah. Harga iuran ini sudah naik dua kali lipat yang awalnya hanya 80 ribu rupiah. Saat kenaikan harga sempat berpikir untuk turun kelas tapi tidak jadi.

BPJS ini sangat bermanfaat sekali. Waktu ibu saya opname selama 5 hari di Rumah Sakit swasta yang harganya lumayan tinggi bila dibandingkan dengan Rumah Sakit negeri, banyak pengeluaran. Dari tindakan medis, obat-obatan dan harga sewa kamar per hari 350 ribu di kelas VIP. Yes, ibu saya naik kelas kamar inapnya karena kelas 1 penuh.

Andaikata ibu saya tidak naik kelas ke VIP, bisa jadi kami tidak ada biaya tambahan alias gratis. Namun karena naik kelas, maka perhitungan biayanya adalah BPJS mempunyai plafon berapa, lalu sisa tagihannya dibayar oleh pihak pasien. Dalam hal ini saya dan kakak saya sebagai wujud bakti kami kepada orangtua satu-satunya sepeninggal Bapak yang sudah lama tiada.

Kalau perhitungan secara “bodon” saya, untuk biaya sewa kamar selama 5 hari saja 350.000×5 = 1.750.000. Namun, saat itu kami hanya membayar kekurangannya sejumlah 1.062.000. Jelas sangat membantu sekali keberadaan BPJS ini. Bayangkan saja berapa biaya yang harus kami bayar kalau ibu tidak mempunyai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

BPJS Menjamin Penyakit yang Dikecualikan

Yes, BPJS tidak pilih-pilih penyakit. Hampir semua penyakit yang tidak tercover oleh asuransi lain seperti kanker, hemofilia, penyakit kongenital, penyakit jiwa, penyakit hormonal mendapat jaminan oleh BPJS. Hal ini jelas sangat menguntungkan mengingat premi BPJS tergolong murah. Masyarakat dapat merasakan manfaatnya yang sangat meringankan.

BPJS Menanggung Tanpa Melihat Kondisi Sebelumnya

Peserta BPJS yang menderita penyakit kronis, penyakit berat yang sifatnya seumur hidup seperti Thalasemia, gagal ginjal kronis, kanker, penyakit jantung dan lainnya mendapat bantuan biaya perawatan dari BPJS. Sesuai dengan slogan BPJS yang kuat membantu yang lemah, asuransi gotong royong ini jelas sangat memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain beberapa penyakit yang tersebut di atas, bagi seorang ibu yang mengalami kehamilan dan akan melahirkan, biaya pemeriksaan dan biaya persalinan juga ada plafon khusus dari BPJS berdasarkan kelasnya masing-masing. Untuk kondisi tertentu misalnya harus operasi caesar juga ada subsidi dari BPJS.

Bagi yang mengalami kelainan mata dan harus mengganti kacamata, BPJS juga ada penggantian biaya untuk penggantian kacamata itu. Besarnya berapa tergantung dari kelasnya. Kalau tidak salah untuk kelas III sebesar 150 ribu rupiah, kelas II 200 ribu rupiah, kelas III 300 ribu rupiah. Kan lumayan ya, asalkan syaratnya terpenuhi.

BPJS Berlaku Seumur Hidup

Selama peserta masih hidup, proteksi kesehatan berlaku seumur hidup. Syaratnya mudah saja. Peserta cukup melakukan kewajibannya denganmembayar premi bulanan secara tepat waktu dan status kepesertaannya aktif, maka hak peserta untuk mendapatkan segala manfaat BPJS otomatis berlaku.

Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online

Sebenarnya, sudah lama sekali saya dan suami berencana untuk mendaftar sebagai peserta BPJS. Selama ini kalau kebetulan ada yang sakit dan harus periksa ke dokter, biayanya bayar sendiri karena kami bukan pegawai dan hanya mempunyai asuransi jiwa. Kalau pas biayanya tidak terlalu banyak oke lah ya, tapi kalau sampai menguras dompet, ya kerasa berat juga.

Apalagi sebagai wirausaha yang nyambi sebagai freelance Blogger di Our Life by Juliastri Sn yang kadang begadang saat harus mengejar deadline seperti saya, menjaga dan mempunyai proteksi kesehatan menjadi begitu penting. Oleh karena itu, jika tidak memiliki asuransi kesehatan, mempunyai premi BPJS kesehatan dapat menjadi perlindungan saat sakit.

Namun rencana itu hanyalah rencana karena kesibukan. Awalnya saya sudah membayangkan bagaimana ribetnya menunggu antrian saat harus mendaftar di kantor BPJS. Karena dulu saya pernah menguruskan kepesertaan BPJS Ibu saya, antriannya luar biasa banyaknya. Sampai banyak yang keluar dari kantor BPJS lho antrinya.

Kalau pas ada waktu senggang sih oke lah. Tapi kalau banyak kesibukan, mengantri berjam-jam sungguh merupakan aktivitas yang wasting time. Maklum, ibu-ibu seperti saya kan mobile banget. Time is money. Dari pagi sampai malam jadwalnya sudah padat merayap. Dari yang mengurus anak dari sarapan hingga antar jemput sekolahnya, dan kegiatan lainnya.

Maka saya pun mencari referensi tentang bagaimana kalau daftar BPJS secara online. Dan ternyata gampil sekali caranya. No ribet dan sangat menghemat waktu. Nggak perlu kemana-mana cukup dari rumah saja pun bisa. Penasaran kan? Yuk, mari yang belum mendaftar segera ya. Ikuti langkah-langkah yang saya tempuh beberapa waktu yang lalu.

1. Unduh Aplikasi JKN Mobile

Cari aplikasi Mobile JKN di Google Playstore untuk pengguna smatphone android. Mudah sekali menemukan aplikasi ini. Pengalaman saya waktu lalu, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menginstall aplikasi ini. Memorinya pun tidak terlalu besar. Kecepatan aksesnya pun cukup cepat dan lancar tanpa gangguan yang berarti. Bravo untuk pemerintah Indonesia.

2. Klik Daftar

Berbeda dengan sistem terdahulu yang dapat mendaftar BPJS secara sendiri seperti pengalaman ibu saya, saat ini berlaku sistem kolektif. Artinya, dalam satu Kartu Keluarga (KK), semua anggota keluarganya harus mendaftar BPJS. Jadi, anggota keluarga saya yang terdaftar di KK 4 orang terdiri dari ayah, ibu dan 2 anak otomatis terdaftar semua meskipun hanya saya yang mendaftar.

3. Pilih Pendaftaran Peserta Baru

Yup, karena ini baru pertama kali mendaftar, maka silakan memilih pendaftaran peserta baru.

4. Klik Setuju Setelah Memahami Ketentuan Pendaftaran

Silakan baca semua ketentuan dengan seksama tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Setelah paham, klik setuju

5. Masukkan Nomor Kartu Keluarga

Ingat ya, menggunakan Kartu Keluarga milik sendiri. Bukan milik orang lain. Jangan sampai tertukar dengan milik saudara atau tetangga. Hehe..

6. Masukkan Kode Captcha yang Sesuai

Perhatikan kode captcha yang ada ya, lalu isikan. Jangan sampai typo. Pengalaman saya, suka keliru dengan huruf yang mirip-mirip, dan kadang tidak memperhatikan huruf kapital sesuai kode yang terlihat.

7. Daftar Keluarga dan Calon Peserta BPJS akan muncul

Yup, begitu nomor Kartu Keluarga terdaftar, sistem aplikasi akan memunculkan daftar anggota keluarga dan calon peserta BPJS. Saat ini pendaftaran BPJS bersifat kolektif, yang artinya semua anggota keluarga otomatis ikut terdaftar meskipun yang mendaftar hanya satu orang. Jadi lebih praktis menurut saya.

Peserta BPJS
Peserta BPJS

8. Isi Semua Data Diri lalu Klik Selanjutnya

Data yang diisi adalah data yang sesungguhnya. Karena dengan data itu maka akan mempermudah proses pengurusan BPJS selanjutnya.

9. Pilih Faskes Termasuk Dokter Gigi

Awalnya saya bingung nih saat harus memilih faskes. Karena belum terlalu mengenal klinik atau puskesmas terdekat. Namun berdasarkan referensi dari ibu saya yang sudah mendaftar BPJS terlebih dahulu, maka saya pun jadi punya gambaran yang semakin memudahkan dalam memilih klinik terbaik sebagai faskes pertama yang akan memberi rjukan ke Rumah Sakit lanjutan.

10. Masukkan Alamat Email

Jangan sampai salah memasukkan alamat email ya. Karena melalui email ini nantinya akan mendapatkan banyak informasi penting berkaitan tentang pendaftaran BPJS ini.

11. Klik Simpan

Setelah memastikan alamat emailnya benar lalu klik simpan atau save. Setelah selesai, lanjut ke langkah berikutnya.

12. Cek Email untuk Mendapatkan Kode Verifikasi

Saatnya ceki-ceki email untuk mendapatkan kode verifikasi ya.

13. Salin Kode Verifikasi ke Aplikasi Mobile JKN

Setelah mendapatkan kode verifikasinya, segera salin kode tersebut ke aplikasi Mobile JKN.

14. Mendapat Virtual Account untuk Pembayaran Premi

Setelah mendapatkan virtual account, segera simpan dan gunakan saat pembayaran premi

15. Pilih Cara Pembayaran Secara Mobile Banking, ATM, Merchant Terdekat atau Auto Debet

Cara pembayaran BPJS yang paling mudah apa ya? Kalau saya karena suka lupa saking banyaknya urusan, maka saya memilih untuk auto debet dari rekening bank saya. Caranya gampang, tinggal pilih auto debet lalu memasukkan nomor rekening bank. Setelah itu pembayaran akan otomatis memotong saldo di rekening bank. Tinggal cek notifikasi saja.

16. Setelah Pembayaran, maka Kartu BPJS akan Otomatis Aktif

Sebelum membayar, status kartu BPJS virtual masih dalam penangguhan.Karena saya mendaftar di akhir bulan Oktober, maka jadwal pembayaran BPJS saya dan keluarga adalah dari tanggal 11 November hingga 25 November 2021. Oleh karena itu sebelum tanggal 11, saya belum bisa membayar dan status dalam penangguhan pembayaran.

17. Kartu BPJS available secara Virtual di Aplikasi Mobile JKN

Pas tanggal 11November saya membayar dari aplikasi mobile banking. Meskipun auto debet, untuk awal pendaftaran saya membayar secara manual melalui m-banking. Ternyata setelah membayar, kartu BPJS kami sudah aktif dan sudah dapat menggunakannya. Cepat dan praktis sekali bukan?

18. Unduh Kartu Virtual BPJS lalu Simpan

Konon katanya, setelah mendaftar BPJS secara online, kartu BPJS yang sudah terintegrasi dengan Kartu Indonesia Sehat ini tidak perlu dicetak secara fisik. Tinggal unduh kartu virtual BPJS lalu simpan. Bisa dikirim melalui email juga kok. Jadi sewaktu-waktu jika sakit dan harus mengurus segala sesuatu di RS tinggal menunjukkan kartu virtual BPJS yang ada di aplikasi mobile JKN.

Aturan Memilih Kelas BPJS

Ada 3 kelas yang perlu dipilih berdasarkan iuran per bulannya. Aturan kelas ini berlaku saat peserta BPJS menjalani rawat inap di rumah sakit. Jadi misalnya rawat inap untuk kelas I maka mendapatkan fasilitas kamar kelas I. Untuk rawat jalan, baik kelas I, II, ataupun kelas III mendapat fasilitas kesehatan yang sama.

Iuran untuk kelas I adalah 150 ribu/bulan. Kelas II 100 ribu/bulan. Kelas III 42 ribu/bulan namun mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar 7000 jadi hanya cukup membayar 35 ribu/bulan. Untuk memilih kelas ini sebaiknya menyesuaikan dengan kemampuan membayar jangan sampai keberatan karena sekarang harus menanggung satu keluarga.

Nah, demikian pengalaman saya saat daftar BPJS kesehatan online beberapa waktu yang lalu. Semoga bermanfaat ya.

Salam sehat!

Kartu BPJS

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Lifestyle Blogger. Entrepeneur.

25 thoughts on “Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online”

  1. Mempunyai BPjS sangat sangat membantu karena kalau sesuai prosedur tidak kena biaya apapun. Alhamdulillah orangtua dan mertua saya sudah berkali kali keluar masuk RS Free dg BPJS.

    Dulu sebelum ada BPjS namanya orang tua sudah diatas 60th kondisi badan ringkih kluar masuk RS sering dan harus merogoh kocek dalam2.

  2. Saya tuh tiap kali lewat kantor BPJS, pasti parkirannya penuh, bahkan sampai ke tepi jalan. Padahal sudah ada aplikasinya ya, untuk pendaftaran. Mesti disosialisasikan terus nih keberadaan aplikasi JKN Mobile ini.

    Jadi sekarang, nggak perlu dicetak ya kartu BPJS nya, bisa tunjukkan saja yang ada di aplikasi saat mau menggunakan

  3. Iya mba sekarang kalau mau daftar BPJS gampang ya bisa online. Ga kayak jaman aku dulu harus dateng ke kantornya hihihi . Tapi memang dengan adanya bpjs ini aku ngerasa agak tenang aja, soalny kalau ada apa apa udah ada bpjs. Allhamdulillah aku udah beberapa kali kebantu banget ama bpjs ini. Terakhir SC tahun kemarin juga pakai BPJS. Allhamdulillah dimudahkan

  4. Iya mba sekarang kalau mau daftar BPJS gampang ya bisa online. Ga kayak jaman aku dulu harus dateng ke kantornya hihihi . Tapi memang dengan adanya bpjs ini aku ngerasa agak tenang aja, soalny kalau

  5. Wah sekarang jadi mudah ya bikin BPJS, jadi inget 8tahun lalu aku bikin BPJS mandiri itu antri dan nggak bisa langsung jadi pula, sangat repot. Tapi emang manfaatnya besar banget siy, aku juga kalau pas rawat inap naik kelas mbak, lumayan banget dapat banyak potongan biaya

  6. Baru tahu kalau sekarang ada cara daftar BPJS Kesehatan online.
    Semakin inovatif ya BPJS!

    Kami sekeluarga termasuk yang sudah beberapa kali merasakan manfaat rawat inap BPJS.
    Apalagi suami sudah 3x mengalami operasi besar yang dicover BPJS tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun kecuali membayar premi tepat waktu.

  7. Wah senangnya KLO sekarang bisa mendaftar BPJS kesehatan secara online ya mbak
    Nggak harus antri ke kantor BPJS
    Bisa dilakukan di rumah
    Mantap BPJS

  8. Waah BPJS juga sudah GO ONLINE yaa…
    wajib nih biar makin aksesable dan gak birokratis urus ini itunya.
    emang masih jadi pilihan yang membantu banget sih buat masyarakat kebanyakan kan.

  9. bpjs ini memang membantu banget terutama bagi mereka yang penyakitnya mengharuskan berobat terus-menerus kayak cuci darah atau terapi gitu. ibuku juga sekarang setiap bulan harus selalu ke dokter buat kontrol penyakit hipertiroidnya dan kebantu banget sama bpjs ini

  10. Betul banget, kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin termasuk untuk mendaftar BPJS Kesehatan apalagi sekarang praktis busa daftar secara online.
    Memang ga ada orang yang mau sakit tapi setidaknya ada proteksi ya kalau punay BPJS

  11. BPJS memang sangat membantu karena secara otomatis kita “dipaksa” memiliki asuransi kesehatan. Nggak kebayang kalau gak ada BPJS, pastinya biaya berobat terasa makin berat. Dan akses kesehatan makin tak terjangkau bagi sebagian masyarakat.

  12. Kalau aku ada pengalaman pakai aplikasi BPJS kesehatan tapi fitur merubah faskes mba. Sekarang makin canggih dan lengkap ya, cukup pakai hp bisa daftar BPJS

  13. alhamdulillah ya dengan BPJS bisa lebih membantu kita berobat, bisa tercover biaya pengobatannya. ya memang kita harus ke faskes 1 dulu sebelum ke RS. ikutin aja prosedurnya ^^

  14. Iyah udah bisa daftar Bpjs kesehatan via online. Gampang Kan, ga perlu antre seperti zaman dulu. Antrean di Kantor bpjs itu puanjaaang lho! Padahal mau daftar bisa lewat apps atau by phone.

  15. Daftar BPJS online mudah ya ternyata. Belum pernah daftar sih . Soalnya BPJS nya dibayarin kantor pak suami.
    Tapi dengan serba online gini mudah kok.. beberapa tahun lalu ganti faskes juga gak repot karena cukup lewat aplikasi

  16. Alhamdulillah sekarang apa saja bisa online dan pastinya lebih mudah ya mba, nggak perlu pakai drama antri dan berkerumun. Tapi kemarin aku langsung ke sana karena pas mau online pakai WA, eh no response. Jadi ke sana aja deh langsung jadi.

  17. Wah terima kasih sharingnya kebetulan nenek ku belum punya BPJS soalnya ngerasa pensiunan PNS cukup pake Askes ga taunya beberapa malah nolak askes dan minta BPJS… makasi ya mba

  18. Cara daftarnya tuh gampang y ternyata. Aku belom punya nih, lg kepikiran buat bikin tp masih maju mundur.

    Kemarin ada info kalau katanya ga bisa naik kelas kalau lagi keadaan darurat, tp baca ini ternyata masih bisa ya mba?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.