Kisah Inspiratif Dibalik Nama Besar Seorang Owner Indscript Creative

Mental adalah modal terbesar dibandingkan berapa jumlah uang yang Anda miliki saat ini

Indari Mastuti, Owner Indscript Creative

Suatu hari, saya mencoba mengetik kata “Indscript Creative” di mesin pencari Google. Ada 3 hal yang saya dapatkan berkaitan tentang hal itu. Yaitu tentang buku, bisnis dan Indari. Yup, Indscript Creative adalah paket lengkap tentang passionate seorang Indari Mastuti yang tidak jauh-jauh dari dunia menulis, buku dan tentu saja bisnis. Membaca tentang perjalanan hidup Indari Mastuti ibarat membuka suatu kamus lengkap tentang seorang ibu rumah tangga yang produktif, berkarya dari rumah dan menghasilkan berbagai inovasi yang sungguh luar biasa. Energi positif, inspiratif sekaligus inovatif yang terpancar dari beliau langsung menular kepada siapa saja yang ingin mendapatkan ilmu full nutrisi bergizi.

Adalah Indari Mastuti, yang biasa dipanggil dengan Teh Iin, seorang ibu rumah tangga sekaligus seorang penulis yang memulai kariernya di tahun 2004. Tahun 2007 menjadi titik balik Teh Iin ketika berani membuat sebuah keputusan besar sebelum menikah, untuk resign dari karier di dunia telekomunikasi dan lebih mantap memilih menjadi seorang penulis. Total sebagai penulis.

Di tahun ini, Teh Iin menjalani kariernya sebagai penulis seorang diri. Ketika penerbit mulai menawarkan Teh Iin untuk menulis dengan banyak tema, Teh Iin lalu menggandeng sesama penulis yang lain yaitu Bang Aswi, Anton dan Tati. Maklum, di tahun itu sangat sulit mencari penulis, agensi naskah masih langka, dan penulis lebih senang menawarkan tulisannya secara langsung kepada penerbit. Langkanya agensi naskah ini justru menjadi peluang bagi Teh Iin untuk membentuk Indscript, yaitu agensi penulis profesional. Para penulis ini dicari melalui media sosial yang ngehits saat itu seperti Friendster dan Yahoo group.

Agensi Penulis yang Aneh

Jika kebanyakan penulis mengajukan naskah tulisannya secara utuh kepada penerbit, Indscript beda. Pola pikir out of the box dan anti mainstream justru dilakukan oleh agensi penulis satu ini. Bagaikan membeli kucing dalam karung, penerbit cukup memilih ratusan judul buku yang diajukan oleh Indscript. Yup, judul saja. Sungguh aneh, membuat penasaran dan mendobrak aturan yang selama ini ada. Ketika judul tulisan sudah dipilih penerbit, maka langkah selanjutnya Indscript memberi outline dan konten penulisan. Ketika sudah di acc penerbit, penulisan diteruskan dengan dateline. Konsep all in Indscript yang mengolah naskah hingga siap cetak membuat penerbit merasa dimudahkan, sehingga kerjasama berjalan lancar.

Indscript lahir dari seorang Indari Mastuti yang belajar tentang penerbitan secara otodidak. Dengan bekal menimba ilmu di salah satu penerbitan di Indonesia dan membaca sebuah buku berjudul Desctop Publisher. Buku itu berkisah tentang peran agensi naskah di luar negeri yang sangat berkembang. Lalu Teh Iin mencoba mengaplikasikan cara kerja agensi naskah tersebut di Indonesia.

Sambutannya sungguh luar biasa. Indscript bisa booming! Dalam satu bulan, 60-100 naskah buku bisa dikerjakan. Namun ternyata, kebanjiran order di akhir tahun 2009 justru membuat bagian marketing dan produksi tidak klop dalam bekerja. Pembuatan naskah buku yang cukup banyak tidak diimbangi dengan quality control yang mumpuni. Banyak naskah buku yang lost control sehingga hasilnya mengecewakan penerbit.

Peristiwa itu mengakibatkan Indscript kehilangan banyak klien, mengalami kerugian dan kemunduran perusahaan yang luar biasa. Indscsript berada di ambang kebangkrutan. Namun Teh Iin tidak patah semangat. Berbagai kebijakan dibuat demi menyelamatkan perusahaan. Indscript terpaksa mem-PHK beberapa karyawan dan mempertahankan mereka yang benar-benar qualified untuk bersama-sama bekerja kembali menyelamatkan perusahaan. Pelanggan pun banyak yang pergi, namun ada juga yang masih bisa diselamatkan. Indscript meminta maaf kepada para pelanggan yang masih loyal, kemudian memperbaiki kualitas pelayanan hingga pemberian diskon sampai kepercayaan pelanggan bisa pulih kembali.

Bisnis bukan hanya sekedar mengambil order yang banyak, tapi tentang bagaimana mendeliver kebutuhan pelanggan secara maksimal hingga mereka puas dan menjadi pelanggan yang loyal

Indari Mastuti, Owner Indscript Creative

Tentang Kehilangan

Dari kehilangan, Teh Iin belajar tentang banyak hal. Bahwa menjadi seorang pebisnis, harus menjadi lebih baik dan bisa memberi manfaat yang sebanyak-banyaknya. Teh Iin menyadari, saat bisnisnya berjalan dengan baik di tahun 2007-2009, punya uang banyak, masih muda, Teh Iin mampu membeli apa saja yang diinginkan. Namun ternyata, semakin tinggi penghasilan seseorang, gaya hidup tidak perlu ikut meninggi. Gaya hidup sederhana sebaiknya tetap menjadi pilihan. Teh Iin bersyukur masih bisa bangkit dari keterpurukan, dan diselamatkan untuk kembali ke jalan yang lurus oleh Allah, yang dapat membolak-balikkan kehidupannya dalam sekejap.

Indari Mastuti

Bercermin pada diri sendiri yang seorang ibu sekaligus penulis, Teh Iin mulai membentuk komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) pada tanggal 24 Mei 2010. Visi dari IIDN adalah menelurkan penulis baru dari Ibu Rumah Tangga, produktif dari rumah tanpa harus keluar dan berdasteran pun bisa. IIDN menjadi pelengkap saat Teh Iin terpuruk dan kehilangan, tetap bisa memberi manfaat kepada banyak orang sehingga jiwanya terisi. Sesama Ibu Rumah Tangga yang memiliki minat yang sama : Menulis. Hingga sekarang anggota IIDN sudah 20 ribuan members, tersebar di seluruh Indonesia. Sejumlah 4.000 karya penulis dari IIDN tersebar di berbagai penerbit seperti Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Penebar dan berbagai penerbit lainnya.

Tahun 2011, Teh Iin membentuk komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB). Komunitas ini hingga sekarang beranggotakan 64 ribu ibu-ibu yang melakukan bisnis dari rumah. See? Terbukti kan seorang ibu itu powerful, sehingga bisa menghasilkan dari rumah.

Tahun 2015, Teh Iin kembali membentuk komunitas bernama Emak Pintar. Awalnya, komunitas ini dibentuk untuk menggabungkan antara ibu-ibu yang bisa menulis dan melakukan bisnis sekaligus. Pada perjalanannya, komunitas ini menunjukkan kekhasannya masing-masing.

Kembali kepada saat berada di ambang kebangkrutan, Teh Iin memiliki banyak hutang. Lalu Teh Iin bertanya kepada suaminya apakah perlu membuka bisnis baru? Suami menyarankan supaya Teh Iin menggali potensi yang sudah ada untuk menghasilkan uang. Lalu Teh Iin menyadari bahwa dirinya memiliki skill bisa berbicara di depan umum (public speaking) dan dapat membuat planning business. Maka Teh Iin mulai memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi-kompetisi bisnis selama tahun 2010-2012. Hasilnya? Sepuluh penghargaan berhasil diraih. Salah satunya adalah berhasil menjadi Perempuan Inspiratif Nova 2010 di kompetisi bisnis pertama yang diikutinya.

Setelah memenangkan berbagai kompetisi bisnis, banyak media cetak dan elektronik yang meliput sehingga keberadaan Indscript pun dapat terangkat. Klien mulai berdatangan dari perusahaan swasta hingga BUMN. Selain itu Teh Iin juga mendapat mentor bisnis dari berbagai kompetisi bisnis itu, sehingga Teh Iin dapat belajar banyak dari satu coach hingga coach lain yang menjadi mentor bisnisnya. Sungguh semuanya adalah hikmah yang didapatkan dari sebuah kehilangan.

Membangun Branding

Saat masih berada dalam kondisi sulit, penerbit Mizan memberi penawaran kepada Teh Iin untuk menulis biografi seorang pengusaha Brownies Amanda. Meskipun saat itu belum ada pengalaman menulis biografi, namun Teh Iin merasa tertantang untuk mengerjakan sehingga menerima tawaran tersebut. Ternyata menulis biografi justru menjadi kekuatan Indscript di masa depan. Ketika para klien merasa puas dengan tulisan biografi teh Iin, mereka tak segan-segan merekomendasikan Teh Iin kepada relasi mereka. Sehingga para tokoh, pengusaha, public figure pun mempercayakan biogrfi mereka ditulis oleh Teh Iin. Sebut saja beberapa nama besar yang pernah ditulis biografinya oleh Teh Iin antara lain : Teh Ninih, Ibu Atalia Ridwan Kamil, Ibu Siti Oded hingga pengusaha kelas kakap dan guru besar.

Tak heran jika di masa kini, Indscript menjadi salah satu perusahaan leading di bidang penulisan biografi. Ketika saya kepo untuk melihat berapa harga jasa penulisan biografi di Indscript, saya cukup ternganga. Ternyata harganya cukup fantastis hingga menyentuh angka 9 digit! Wow! Amazing!

Konon, harga tersebut bisa bervariasi berdasarkan jam terbang yang telah diraih oleh Teh Iin. Semuanya bertahap dari beberapa digit hingga 9 digit seperti sekarang. Harga itu bisa didapat ketika seseorang bisa memantaskan diri. Teh Iin menggambarkan cara untuk memantaskan diri itu dengan jam terbang, wawasan dan networking. Pada intinya ketika seseorang bisa menghasilkan karya yang berkualitas, maka uang menjadi bonus yang akan mengikuti.

Inovasi Tiada Henti

Mengikuti perjalanan waktu demi waktu Indscript merupakan hal yang menarik bagi saya. Bagaimana tidak, Indscript yang awalnya adalah agensi penulis, kemudian menjadi jasa penulisan biografi. Indscript terus melaju dengan berbagai inovasi demi inovasi yang selalu fresh.

Tahun 2013, Indscript melakukan inovasi pertamanya dengan dibentuknya Sekolah Perempuan, sekaligus juga meresmikan Indscript Personal Branding. Apa sih Indscript Personal Branding itu? Adalah layanan membranding diri bagi para pengusaha di berbagai media sehingga mampu meningkatkan bisnisnya. Klien yang didapatkan beragam dari pengusaha muda hingga pengusaha senior yang dapat tampil di media bergengsi Indonesia. Diliput media merupakan cara yang cukup efektif untuk membranding diri. Hal ini dialami sendiri oleh Teh Iin yang selama periode tahun 2010-2013 sering diliput media sehingga memiliki efek yang luar biasa terhadap eksistensi Indscript.

Tahun 2014, inovasi yang dihasilkan berupa Indscript Direct Selling. Produk apa saja yang dijual? Ternyata menulis tidak melulu menulis buku. Ada produk baru menulis yaitu board, yang merupakan alat bantu konsistensi di berbagai bidang yang dinamakan Metrik dan Dreamboard. Hasilnya? Laku keras!

Tahun 2015, inovasi berikutnya adalah Indscript Training Center yang menjadi mentor di dunia online tentang sharing membangun bisnis dari rumah. Materi yang diajarkan berupa pengalaman Teh Iin bangkit dari kebangkrutan. Training pertama yang dibuat adalah kelas Reparasi Bisnis yang laris manis. Bayangkan saja jika Teh Iin bisa mengajar privat 50 orang, belum termasuk mengajar di grup-grup yang cukup banyak. Total alumni Indscript Training Center hingga saat ini ada 10.000-an orang.

Karena ingin fokus dengan Indscript Training Center khususnya tentang Reparasi Bisnis, tak lama kemudian layanan Indscript Personal Branding ditutup. Reparasi Bisnis memiliki misi untuk untuk membangkitkan kembali perusahaan-perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan atau yang memiliki banyak masalah. Teh Iin memiliki misi agar ibu-ibu pebisnis dapat menyelesaikan setiap masalah dengan sangat baik yang bermula dari ilmu. Yup, Teh Iin sangat yakin bahwa ilmu yang akan memudahkan setiap langkah.

Tahun 2017, di usianya yang ke-10 tahun, Indscript dianggap sudah cukup eksis dan kuat secara sistema sehingga Teh Iin membuat bisnis kembali yaitu Indblack yang bergerak di dunia fashion. Bidang produsen yang dipilih adalah handsock. Teh Iin memberdayakan ibu-ibu yang berada di sekitar rumah untuk menjadi pengrajin handsock. Namun sayang di tahun 2020, bisnis ini ditutup karena Teh Iin kembali fokus kepada Indscript, bidang penulisan yang sangat dicintainya.

Tahun 2018, Indscript kembali berinovasi. Penulisan tidak melulu harus berbentuk buku. Maka diciptakanlah hasil penulisan dalam banyak versi mulai dari workbook, agenda, dan minibook.

Di tahun ini, Teh Iin dipercaya menjadi Co Founder Kunikita yaitu bisnis retail yang menjual berbagai kebutuhan muslimah. Kunikita memiliki 4.000 jaringan pemasaran di Indonesia dengan produk unggulan Ciomy, bakso aci khas Garut yang bisa terjual ribuan pcs per hari. Founder Kunikita pernah mengikuti kelas Reparasi Bisnis yang berlanjut pada kelas-kelas lain hingga ke privat. Kunikita bergerak cepat yang berawal dari 5 team, hingga berkembang menjadi 50 team.

Di tahun ini pula, Teh Iin mendapat penghargaan dari Walikota Bandung sebagai Perempuan penggerak Perempuan dan sebagai Penulis Perempuan.

Tahun 2019, kembali diciptakan inovasi hasil penulisan yang baru yaitu berupa guidance book. Sambutan pasar sungguh luar biasa. Bak kacang goreng, dalam sehari bisa terjual 250-an buku, bahkan pernah dalam dua hari terjual 2.000-an eksemplar buku! Wow, amazing! Inovasi sungguh bekerja.

Di tahun 2019 pula, Teh Iin melaunching program BUKUIN aja! Yaitu program penerbitan indie yang dilengkapi dengan training sebelum menerbitkan buku. Animonya sungguh luar biasa. Antrian penerbitan buku indie terus bergerak dan menghebat sehingga akhirnya Indscript memiliki percetakan sendiri untuk support penerbitan indie. Sudah ada 4 angkatan buku antologi dengan grup khusus lainnya. Total penerbitan buku indie hampir 40 judul buku.

Di tahun ini pula, Indscript Training Center berubah nama menjadi Indscript Businesswomen University. Hal ini menjadi salah satu penguat bahwa program Indscript adalah 3000% untuk perempuan.

Tahun 2020 Indscript terus berinovasi. Pusat layanan berada pada ikon yang dibangun seperti Miss Indscript, Miss love, Miss Cunik, Miss Writing. Ikon-ikon ini merupakan inovasi di dunia jasa yang memiliki kekhasan dalam pelayanan yang ramah dan sangat friendly.

Indscript Writing yang merupakan agensi naskah pun kini membuka pelatihan khusus di bidang kepenulisan untuk tembus ke penerbit mayor. Dalam dua angkatan yang dibuat, puluhan naskah telah jebol ke penerbit mayor. Contoh kelas-kelas yang dihadirkan dalam Indscript Writing seperti : 7 Hari Nulis Buku, Sekali Nulis Jebol Penerbit, Menulis Tanpa Bakat, dan lain-lain.

Di tahun ke-10 bisnis berdiri, Indscript juga membentuk CSR (Coorporate Social Responsibility) yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat dengan pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia, dan berbagai donasi lainnya yang diambil dari 10% omset.

Fakta Tentang Indari Mastuti

  1. Memiliki mimpi di tahun 2024 sudah memiliki 15.000 jaringan pemasaran yang berasal dari para perempuan khususnya ibu rumah tangga yang produktif dari rumah
  2. Memiliki kesimbangan antara karier, keluarga dan me time
  3. Pribadi yang teratur membuat gudang ide
  4. Selalu belajar dengan menambah wawasan dan networking
  5. Senantiasa berinovasi dan menghasilkan ide-ide baru yang fresh
  6. Pribadi yang tegas, berkemauan keras dan pantang menyerah

Terima kasih sharing ilmunya, Teh Iin. Sungguh mencerahkan dan menjadi semangat untuk perempuan Indonesia untuk terus berkarya dari rumah dan semakin berdaya guna.

Salam inspiratif! 🙂

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

45 thoughts on “Kisah Inspiratif Dibalik Nama Besar Seorang Owner Indscript Creative”

  1. Udah Juaraa teh Iin ini, Terlaff..
    Peggerak Perempuan Digital , layak banget dapet penghargaan dari Bapak Walikota,
    Setuju banget
    “Mental adalah modal terbesar dibandingkan berapa jumlah uang yang Anda miliki saat ini”
    Sukses teteh dan sehat selalu yaa.

  2. Aku kenal mba ama pendiri Indscrips ini yaitu Teh Indari. MasyAllah pertama kali ketemu itu ya di rumah beliau, orangnya itu baik banget, ramah, dan nggak sok. Padahal beliau orang besar. Menginspirasi aku jadinya

  3. Teh Iin ini pernah menyambangi Semarang bertahun-tahun yang lalu. Kagum deh pada sosoknya yang penuh semangat dan tak pernah putus menginspirasi para perempuan untuk berdaya, baik melalui tulisan maupun bisnis.

  4. Teh Iin memang keren dan inovatif ya Mbak..aku dulu sering berinteraksi saat jadi ketua IIDN Semarang, kagum sepak terjangnya..

  5. Sudah lama banget enggak ketemu-ketemu lagi Indari, bahkan di sosial media pun jarang bertegur sapa. Tapi senang sekali melihat perjalanannya yang semakin. hari semakin baik. Semoga Indscript semakin membawa berkah dan terus memberdayakan perempuan-perempuan Indonesia.

  6. Lika-liku dibalik kesuksesan teh Iin yaa, kak…
    Kalau hanya lihat yang sekarang, kita harus tahu masa lalu seperti apa yang sudah dijalaninya.
    Senangnya bisa bergabung di IIDN dan bisnis teh Iin yang makin meluas.

  7. Awal mula perkenalanku dengan dunia menulis juga berkat berkenalan dengan Teh Iin, Mbak. Harus kuakui beliau ini sangat inspiratif. Mampu mengobarkan semangat kaum perempuan untuk produktif dari mana saja.

  8. Membaca ini, aku jadi tahu kisah dibalik Indscrip dan IIDN yang sangat terkenal. Saya gabung di grup FB IIDN sudah lama. Dan mmg memotivasi oerempuan untuk lebih berkembang dalam menulis

  9. Salut dengan sosok Indari Mastuti ini, nggak cuma memikirkan diri sendiri tapi juga terus berupaya agar sesama perempuan makin berdaya. Nggak pelit ilmu pula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *