Cek Kalender Dulu, Liburan Kemudian

Baca buku temanya roman

Mau jalan-jalan cek dulu tanggalan

Saya sekeluarga punya mimpi, someday bisa liburan bersama ke Singapura. Saya dan suami belum menentukan kapan pastinya, yang jelas kalau waktunya serba pas dan uangnya sudah ada, maka kami akan segera berangkat. Target yang kami tetapkan adalah 2 tahun ke depan. Setelah tahun ini pergi ke Bali, bisa jadi tahun depan atau depannya lagi impian berlibur ke Singapura dapat terwujud. Itu harapannya.

Soal biaya, saya sudah menabung dari sekarang. Maka, berburu tiket pesawat dan hotel dengan harga termurah menjadi ekspektasi kami.  Maka, soal waktu menjadi prioritas kedua. Yang penting dicari waktu yang pas libur anak sekolah. Nggak lucu kan, mau berlibur kok malah ngajak anak bolos sekolah. Maka hari kejepit itu biasanya waktu yang pas untuk  segera mengisi liburan. Misalnya pas hari Jumat tanggal merah. Kalau yang kerja atau sekolah 5 hari kan lumayan banget tuh. Bisa liburan 3 hari tanpa bolos atau ambil cuti ya kan.  Atau kalau misalnya mau long holiday, bisa tuh dibablaskan jadi ambil cuti tahunan sekalian.

Maka, keseimbangan itu perlu. Jika niat untuk liburan di hari kejepit nasional, saya harus prepare dari sekarang. Jika misalnya ingin liburan di negeri orang pas hari Natal, saya harus cross check  Natal tahun 2019 itu jatuh pada hari apa. Yuk, mari lihat tanggalan a.ka. kalender. Wah, cucok! Ternyata tanggal 25 Desember 2019 jatuh pada hari Rabu. Kebetulan kan anak-anak saya sekolah di yayasan Katolik, yang mana liburan Natalnya cukup lama meski bukan pas hari kejepit. Biasanya dari tanggal 23 Desember sudah libur sampai tahun baru. Jadi bisa liburan selama kurang lebih seminggu. Bapak ibunya sih nurut anak saja, karena kalau niat libur, tinggal tutup toko saja.

Sekarang, mari kita lihat ada apa di Traveloka. Apakah ada penawaran khusus di hari libur nasional? Jargon “Traveloka dulu liburan kemudian” begitu melekat dalam ingatan.  Ya kayak pengalaman pas liburan di hari ultah saya di Bali bulan Juli lalu. Waktu itu saya pesan tiketnya di Traveloka dua minggu sebelum keberangkatan dan pas dapat tiket murah. Lumayan banget kan, kelebihan biaya untuk tiketnya bisa dialokasikan untuk beli oleh-oleh kepada saudara yang di rumah.

Seperti kebiasaan sebelumnya,  kami sekeluarga merayakan hari Natal di rumah saja. Beribadah ke gereja, setelah itu berkumpul bersama keluarga, makan-makan.  Pengin sih, suatu waktu merayakan Natal di luar negeri. Pengin tahu seperti apa suasananya. Untuk saat ini sih belum perlu White Christmas, yaitu merayakan Natal di daerah bersalju di daerah Eropa misalnya. Yang dekat-dekat saja dulu, lha wong ke Singapura saja belum pernah. Lagian disesuaikan dengan kondisi kantong kan. Karena semuanya butuh biaya.

Saya sering mendengar cerita tentang perayaan Natal di negeri orang seperti Singapura. Saya jadi membayangkan  suasana Orchard Road yang disulap menjadi negeri ajaib bermusim dingin bertabur bintang dan berlian. Serasa di negeri bersalju kan. Apalagi di singapura juga ada suasana Natal khas bangsa Nordik. Dimana ada semacam pameran yang menampilkan banyak keindahan  bunga-bunga cantik yang mekar dan replika desa yang hanya ada di Eropa. Saya pun jadi penasaran,  ingin melihat tenda berbentuk kerucut  disebut Lavvu yang menjadi  tempat tinggal  penduduk asli Sami bangsa Nordik.

Credit : www.lashworldtour.com

Dan yang tak kalah serunya adalah berburu kuliner di Singapura. Hm..yummy! Keindahan dekorasinya tentu akan menambah semarak suasana. Paling cocok untuk berfoto ria segala angle dan belanja penuh diskon tentunya. Meskipun esensi Natal yang sesungguhnya adalah kesederhanaan, namun suasana ceria menjadi mood booster dalam menjalani langkah hidup selanjutnya. Supaya tidak jenuh dengan rutinitas dan akan refresh kembali dalam beraktivitas paska berlibur. Bagaimanapun hidup adalah anugerah dan harus selalu disyukuri.

Jadi, perencanaan itu memang perlu. Karena ini pengalaman ke Singapura untuk yang pertama kali, maka harus dipersiapkan secara matang jauh-jauh hari. Di Singapura tidak ada saudara, mau menginap dimana? Hotel pastinya. Maka baiklah kita hitung untuk estimasi biaya tiket pesawat dan hotelnya.

Wah, ternyata kalau memesan tiket pesawat + hotel sekaligus lebih murah. Langsung dapat potongan harga 20% tanpa kode apapun. Jelas lebih murah dan hemat bila dibandingkan pesannya terpisah antara tiket sendiri dan hotel sendiri. Meskipun sama hotelnya, kalau pesannya terpisah jatuhnya lebih mahal. Jadi lebih mudah dan saving time kalau satu paket kan. Begitu sampai di bandara, nggak perlu pusing lagi cari-cari hotel mau nginep dimana. Sisa biaya kan bisa ditabung lagi untuk next trip tahun depannya lagi.

Apakah pembayarannya nggak ribet? Tenang saja, metode pembayaranannya beragam dan sangat memudahkan. Mau transfer pakai ATM bisa, pakai credit Card bisa. Segala macam bank pun bisa. Jadi rencana traveling bisa lancar jaya tanpa hambatan.

Nah, ayo siapa yang mau liburan di tanggal merah? Segera cek kalender dan  rencanakan mulai dari sekarang. Sebagai acuan, boleh lho lihat disini 

Selamat merencanakan liburan! 🙂

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *