Baking Story : Membuat Kue Itu Tidak Mudah Tapi Menyenangkan

Menjadi seorang Ibu adalah kesempatan untuk belajar banyak hal baru

Saya suka makan. Anak pertama saya juga makan. Suami juga doyan makan. Namun, anak wedok tergolong picky eater. Makannya pilih-pilih. Kadang jika dia tidak suka makanannya, dia lebih memilih untuk tidak makan. Hadeuh..ini jelas tantangan banget bagi saya sebagai ibunya.

Saya mencoba memberikan makanan apa saja yang disukainya. Kalau makanan utama, saya masih bersyukur anak wedok mau makan sayur untuk menu tertentu yaitu sayur bening, sop dan capcay. Selain itu, no. Lauk daging ayam pun maunya cuma yang digoreng tepung. Tahu kadang mau, tempe maunya dibuat mendoan. Daging sama sekali tidak mau. Alasannya alot. Duh..

Buah pun yang disuka juga tidak mesti. Kadang mau makan pisang, besoknya sudah tidak mau. Mangga juga kadang mau kadang enggak. Moody pokoknya. Anehnya, mentimun malah suka. Biasanya dimakan saat bareng makan nasi. Lalu tomat juga kadang mau dibuatkan minuman.

Perihal snack pun juga begitu. Tidak semua kue dia mau makan. Maka saya berinisiatif bagaimana kalau mengajaknya membuat makanan bersama. Anak wedok yang berusia 4 tahun 8 bulan ini mau makan makanan jika dia tahu cara membuatnya. Awalnya saya mengajaknya melihat acara membuat kue di chanel You Tube yang ada koki ciliknya. Lalu dia pun tertarik untuk membuat makanan sendiri bersama ibunya. Pokoknya saya bertekad untuk memberikan nutrisi yang sehat ala rumahan sehingga mengurangi frekuensi beli atau jajan di luar. Selain boros, jajan di luar kita tidak pernah tahu bagaimana kandungan makanannya, apakah aman atau tidak untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Maka saya pun menyampaikan keinginan untuk mempunyai mixer dan oven kepada suami. Ternyata suami langsung oke dan bersama-sama anak lanang dan anak wedok kami membeli beberapa peralatan membuat kue di toko elektronik. Lalu kami pun membeli bahan-bahan membuat kue di supermarket. Saya sendiri yakin saja pasti nanti bisa membuat kue bersama anak wedok.

Berbekal resep dari You Tube, saya dan anak-anak membuat kue bolu keju. Anak wedok hanya mengaduk-aduk terigu sih, tapi paling tidak dia senang ikut dilibatkan. Anak lanang membantu memarut keju dan mengolesi loyang dengan mentega. Suami pun turut membantu proses mengocok adonan dengan mixer. Proses membuat kue bersama ini terasa sangat menyenangkan. Berbekal alat seadanya, tanpa timbangan hanya dengan perkiraan bahan berdasarkan takaran sendok proses membuat kue dimulai. Kue pertama yang kami buat adalah bolu keju. Tidak langsung berhasil. Karena saya harus melalui proses berkali-kali sampai berhasil. Ada-ada saja kendalanya. Pertama kali membuat kuenya agak gosong. Kedua kalinya kue tidak mengembang alias bantat. Ketiga kalinya kue mlethek atau memelah di bagian atas. Keempat kalinya kue ambyar atau remuk. Hadeuh..Tapi saya tidak putus asa. Coba lagi untuk yang kelima kali. Ternyata berhasil. Kue dapat mengembang, tidak gosong, rasanya enak dan bentuknya enak dilihat. Hehehe..

Mungkin ada yang penasaran resepnya apa saja. Ah, sebenarnya malu karena saya bukan ahlinya membuat kue. Tapi berbagi pengalaman boleh saja kan ya? Baiklah akan saya share ya.

Bahan membuat bolu keju :

  • Telur 4 pcs
  • Gula pasir 150 gr (± 10 sdm)
  • Tepung terigu 130 gr (± 9 sdm)
  • Tepung maizena 2 sdm
  • Margarine 100 gr (± 7 sdm)
  • Susu cair  70 cc (± setengah gelas kecil)
  • Keju parut 50 gr
  • SP 1 sdm
  • BP 1/2 sdt
  • Vanili cair 1/4 sdt

Cara membuat :

  1. Margarine dan keju parut dilelehkan dengan api kecil. Setelah keluar uapnya, tambahkan susu cair. Diamkan sampai dingin
  2. Telur, gula pasir dan SP di campur dengan mixer sampai adonan menjadi putih
  3. Tambahkan terigu + tepung maizena + BP lalu kocok sampai tercampur dengan mixer kecepatan tinggi
  4. Tambahkan campuran bahan margarine, keju dan susu yang sudah dilelehkan tadi lalu kocok dengan mixer hingga tercampur rata
  5. Masukkan ke dalam loyang yang sudah sudah diolesi margarine supaya tidak lengket
  6. Panggang dalam oven dengan suhu 150°C selama 30 menit

Dengan pengalaman membuat kue ini saya termotivasi untuk memberikan nutrisi yang terbaik untuk anak-anak saya. Tentunya supaya mereka tumbuh sehat, tinggi dan kuat. Selain itu dengan melibatkan anak turut melihat dan membantu membuat kue, kreativitasnya akan terstimulasi. Dengan berproses anak-anak jadi tahu bahwa untuk mendapatkan makanan yang diinginkan harus berusaha terlebih dahulu.

Selamat mencoba dan semoga berhasil ya 🙂

 

View this post on Instagram

 

Baking Beberapa minggu ini saya lagi gandrung atau keranjingan atau senang-senangnya membuat kue. Motivasi awalnya karena anak-anak mulai senang makan snack. Dipikir-pikir daripada beli atau jajan lebih baik bikin sendiri. Maka saya pun pede minta suami untuk membelikan mixer dan oven, ternyata dikabulkan. Yeaayy.. Maka, konsekuensinya saya harus belajar membuat kue meskipun belum pernah sama sekali. Maka, berbekal resep dari YouTube, saya membuat kue bolu keju sampai lima kali. Tidak langsung berhasil. Pengalaman pertama kuenya agak gosong, kedua kalinya kue bantat atau tidak mengembang. Ketiga kali membuat kuenya mlethek atau membelah bagian atasnya, keempat lha kok kuenya ambyar alias remuk. Nah, kelimanya baru berhasil. Bisa ngembang dan tidak remuk atau gosong. Senangnya 😍 Setelah itu membuat brownies panggang, lha kok balik mlethek lagi ahahaha..Ora popo. Yang penting apapun hasilnya, tak ada makanan yang dibuang. Suami dan anak-anak tetap mau makan. Setidaknya, usaha saya untuk memenuhi nutrisi anak yang sehat mendapat support penuh dalam berproses 😘 . . #GenerasiMaju #SGMEksplor #MombassadorSGMEksplor #baking #bakingstory #kuliner #kuekeju #bolu #browniesv#momblogger #socialmediamom

A post shared by Lifestyle Blogger Indonesia (@juliastrisn) on

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

18 thoughts on “Baking Story : Membuat Kue Itu Tidak Mudah Tapi Menyenangkan”

  1. Sewaktu belum ada mixer saya sering buat bolu yg dikocok sendok saja. Pun tidak pakai oven tapi pakai magic com pun bisa. Alhamdulillah anak senang memakannya. Sederhana tapi rasanya bahagia bisa berhasil hehehe

  2. Bener kak aku sering banget gagal bikin kue padahal udah yang instan (cuma kukus aja) tetep gagal. Tapi entah kenapa nggak ada kapok y . Selalu suka dan nagih buat lagi. Apalagi kalau anak dan suami tetap makan dan menghargai . Jadi semangat buat yang lebih baik

  3. Jadi inget dua minggu lalu, aku bikin kue sama anak-anak, secara anakku keduanya laki-laki, jadi bikin kue rada ribet, karena keduanya mau ikutan bikin juga.. bener banget mba, susah kalo ada krucil yang bantuin hehe tapi seru dan menyenangkan kok

  4. Duh ngiler kuenya 😀
    Lama banget gak ngebaking. Tapi suamiku sering haha. Gak ada oven sih tapi manfaatin bread maker. Pengen beli mixer dan oven biar rajin ngebaking #alasanmulu ya hahaha

  5. Kue Bolu! Ah, melibatkan anak-anak dalam memasak atau membuat kue di dapur itu menyenangkan dan terbawa terus ingatan sampai dewasa. Aku ingat, saat SD sering membantu(tepatnya ngerecokin) ibu membuat bolu dan senang banget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *