My Generation Film : Potret Remaja Era Milenial

“You know parents? What best for your kids? Just let your kids BE THEMSELVES ~ SUKI”

Dunia remaja adalah masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa kelak. Di masa ini, remaja akan mengalami pubertas yang penuh dengan gejolak dalam proses pencarian diri. Disini, peran orangtua sangatlah besar. Sekali salah dalam pola asuh, dampaknya akan panjang terhadap masa depan anak.

Suki, adalah sosok remaja yang tidak bisa menggapai mimpi-mimpinya karena ambisi orangtua. Passion Suki di bidang musik, ditentang habis oleh orangtuanya yang berlatar belakang pelaku bisnis nan sukses.

Credit : IG @mygenerationfilm

“Apa yang bisa kamu banggakan dari bermain musik? Urakan, masa depan suram! Lebih baik kamu nurut sama papa mamamu menjalankan bisnis dan sukses.”

Kurang lebih seperti itu dialog yang terjadi antara Suki dan orangtuanya. Tuntutan untuk menjadi anak yang nurut apa kata orangtua. Tanpa mengingat bahwa sebenarnya anak punya pikiran sendiri dan punya hak untuk memilih jalan hidupnya.

Tahu apa akibatnya? Label negatif yang disematkan orang tuanya kepada Suki, membuat Suki tumbuh menjadi gadis yang kurang percaya diri. Lalu Suki mencari sendiri jati diri yang diinginkannya pada figur yang bisa memahami dirinya.

And the story begin. Suki menjalin persahabatan dengan Zeke, Orly dan Konji. Latar belakang yang berbeda-beda para remaja ini nyatanya bisa menyatukan mereka pada satu hal yang membuat mereka bisa diterima satu sama lain. Pada dasarnya, mereka mempunyai persamaaan masalah : Orangtua.

Zeke, adalah remaja yang easy going dan loyal dengan teman-temannya. Namun dibalik sikapnya itu, ternyata Zeke memendam masalah yang cukup besar. Ia merasa diabaikan oleh orangtuanya sejak peristiwa kecelakaan yang menimpa adiknya.

Credit : IG @mygenerationfilm

Orly, adalah perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip. Orly berusaha mendobrak label-label negatif yang disematkan pada perempuan. Di luar itu, Orly sedang bermasalah dengan ibunya yang single parent namun menjalin hubungan asmara dengan pria yang lebih muda. Bagi Orly, hal ini memalukan dan tidak sesuai dengan umur ibunya.

Credit : IG @mygenerationfilm

Konji, adalah remaja naif yang bermasalah dengan masa pubertasnya. Orangtuanya yang kolot dan overprotektif membuat Konji tertekan. Hingga terjadi suatu peristiwa yang membuat shock dan membuka mata Konji, bahwa segala tuntutan orangtuanya tidak sesuai dengan moralitas orangtuanya yang kontradiktif.

Credit : IG @mygenerationfilm

Well, segala permasalahan remaja termasuk pergaulan bebas dan perilaku menyimpang yang cukup pelik ini, dikemas apik menjadi film yang penuh dengan pembelajaran oleh Sutradara Upi yang telah sukses membesut film 30 Hari Mencari Cinta, My Stupid Boss, Rock And Roll, dan lain-lain. Karya yang diproduksi oleh IFI Sinema ini akan mengaduk-aduk perasaan siapapun yang menontonnya, termasuk para orangtua seperti saya.

Baca : Yuk, Lindungi Anak Kita dari Pornografi Dengan Sensor Mandiri

Jika kebanyakan film sebelumnya bercerita tentang orangtua yang mempertanyakan anak-anaknya, My Generation beda. Ceritanya dibalik menjadi anak-anak yang mencoba mempertanyakan sikap para orangtuanya. Dan tentu saja ada banyak resiko yang harus ditanggung akan keberanian para remaja SMU ini. Salah satunya, dihukum tidak boleh ikut liburan sekolah karena video mereka yang berisi kritikan kepada para guru di sekolahnya menjadi viral di media sosial.

Namun ternyata, hukuman itu mengantarkan para sahabat ini kepada berbagai kejadian penuh makna dalam hidup mereka. Lalu..lalu? Hm, penasaran pengin nonton, kan. Sabar ya, karena film My Generation baru akan tayang  serentak di bioskop-bioskop kesayangan pada tanggal 9 November 2017 nanti.

Credit : IG @mygenerationfilm

Konferensi Pers

Pada tanggal 10 Oktober 2017 telah diadakan event konferensi pers bersamaan dengan peluncuran official trailer My Generation Film. Hadir dalam acara tersebut sutradara Upi, para pemain film yang sengaja diambil dari pendatang baru di dunia film Arya Vasco (Konji), Bryan Langelo (Zeke), Lutesha (Suki) tanpa Alexandra Kosasie (Orly) yang berhalangan hadir, dan para tamu undangan.

Sutradara Upi bersama para pemain film My Generation

Film ini juga menggabungkan para artis senior dan baru. Termasuk ada Surya Saputra yang berperan sebagai Papanya Suki.

Mbak Upi bercerita bahwa tidaklah mudah menemukan pemain baru. Hal ini dilakukan semata karena sang sutradara  menginginkan kesan natural dalam film ini.

Dari kiri ke kanan : Suki, Konji, Zeke

Warna-warni dalam film ini juga memberikan efek cinematografi yang eye catching. Hal lain yang menarik dalam film ini adalah bertaburannya quote-quote inspiratif nan menarik yang diluncurkan dari para pemainnya yang sesuai dengan kondisi pendidikan, pola asuh orang tua, krisis kepercayan diri yang berkaitan dengan proses pencarian jati diri, kesetaraan gender dan masalah pubertas masa kini. Semuanya dirangkum dengan manis.

Baca : Senioritas = Boleh Memukul Yunior?

Pada intinya, para remaja hanya ingin untuk dirangkul, didengarkan pendapatnya dan diberikan ruang untuk berkreasi seluas-luasnya tanpa tekanan dan tuntutan ini itu dari orangtuanya.

Karena, orangtua pun pernah muda. Para guru dan orangtua juga manusia yang tak selamanya berlaku benar. Tak selayaknya anak hanya dituntut untuk mengejar nilai-nilai akademis tanpa pernah bisa benar-benar memahami ilmunya. Pun kesuksesan tidak melulu diukur dari seberapa besar nilai uang dan materi yang diraih. Pernahkah anak ditanya, apakah segala hal yang dilakukan di dalam keluarga, sekolah dan lingkungannya bisa membuatnya bahagia?

Buka mata kita lebar-lebar untuk melihat segala realita yang terjadi saat ini. Kita tak bisa menutup mata dengan segala pergaulan bebas, perilaku menyimpang, pemberontakan-pemberontakan remaja yang terjadi saat ini tentu tak lepas dari seberapa peran orangtua. Mari kita tanyakan pada diri kita sendiri jika kita adalah orangtua.

Pola asuh seperti apa yang telah kita terapkan pada anak-anak kita dan seberapa besar pengaruhnya terhadap perkembangannya ke depan? Yuk, mari kita berbenah supaya anak-anak kita selalu terkontrol tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang begitu mudah mengintai para remaja jika tanpa pondasi prinsip yang kuat.

Credit : IG @mygenerationfilm

Jangan sampai, anak-anak mempertanyakan segala tuntutan kita pada mereka, sedangkan kita orangtuanya tidak memberi contoh dan teladan yang baik dalam attitude kita. Ironi, kan.

Wis, pokoknya jangan lupa nonton ya! Sebagai pemanasan, boleh disimak dulu video official trailernya. Dijamin seru dan bikin penasaran.

Boleh lho ngajak saya nobar plus ditraktir 🙂

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

9 thoughts on “My Generation Film : Potret Remaja Era Milenial”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *