Ini Cerita Tentang Serunya Naik Kereta Api Prameks Jogja Solo Pulang Pergi

Setiap perjalanan melahirkan ceritanya sendiri-sendiri

Julipedia

Liburan sekolah kali ini, anak-anak saya belum bepergian kemana-mana. Masalahnya, saya belum lama ini jatuh dari motor dan mengalami cedera lutut yang sampai sekarang belum pulih seratus persen. Jadi rencana bepergian jauh sementara waktu ditunda dulu. Namun, saya agak trenyuh ketika kepala sekolah dan guru anak wedok di TK bercerita kepada saya seusai liburan lebaran kemarin.

Seperti biasa, setelah libur, para guru bertanya kepada muridnya pada kemana saat liburan? Jawabannya beragam. Ada yang ke luar kota dan lain-lain. Anak wedok beda. Dengan polosnya ia bercerita jika liburan tidak kemana-mana hanya berada di rumah saja karena kaki mama lagi sakit habis jatuh dari motor. Maka saya diam-diam bertekad, jika kaki saya mulai membaik, saya akan mengajak mereka pergi ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.

Maka saat itu pun tiba. Sudah lama saya punya keinginan untuk naik kereta api Prameks alias Prambanan ekspress jurusan Jogja – Solo pulang pergi bersama keluarga kecil kami. Meskipun jarak Joga dan Solo itu tidak terlalu jauh, hanya sekitar satu jam-an naik kereta, namun sensasi naik kereta itu yang indah untuk dikenang.

Maka, kami pun berangkat ke stasiun kereta api terdekat, dalam hal ini stasiun Lempuyangan. Kami sengaja tidak pesan tiket jauh-jauh hari karena rencananya juga dadakan, plus sifatnya tidak diburu waktu, alias santai saja demi mengisi waktu liburan anak yang memang belum kemana-mana. But you know what? Ternyata mencari tiket Prameks itu butuh perjuangan banget kalau nggak reservasi terlebih dahulu.

Suasana loket

Sebenarnya ada dua cara pesan tiketnya yaitu secara online dan offline. Secara online caranya dengan install aplikasi KAI Acess dan pesan dengan aplikasi. Tapi ya ampun, suami saya pas mencoba waktu itu kok ya ndilalah error terus, dan ternyata oh ternyata satu akun aplikasi hanya berlaku untuk pesan satu tiket. Yang artinya, tidak bisa untuk memesankan orang lain. Padahal kami berlima lho. Jadi, gimana dong? Lagipula anak saya masih SD dan TK, jadi belum saya kasih handphone sendiri.

Jadi ya, saya ceritakan saja kronologisnya ya. Minggu pagi kami berangkat jam 06.30 dari rumah. Sampai stasiun Lempuyangan jam 7 kurang dikit. Maksud hati mau naik kereta yang jam 8 nan gitu, ternyata antrian tiket kereta lokal sudah mengular. Di kaca loket ada tulisan harap pesan tiket 3 jam sebelum keberangkatan kereta. What? Berarti kalau mau tiket kereta yang jam 8 harus pesan jam 5 pagi dong ah? Hadeuh..

Ngantri tiket dulu, gaess.. 🙂

Ternyata benar, saat suami mengantri, tiket buat jam 8 dan 9 sudah habis. Yang jam 10.05 pun sudah habis saat mengantri. Alhasil, tinggal kereta yang keberangkatannya jam 10.50. Yo wis, ora popo. Jadi 3 jam lebih menunggu di stasiun. Bhaiq.

Sembari menunggu, saya dan suami iseng-iseng menuju ke loket reservasi yang baru buka jam 9. Persepsi saya dan suami, kali aja bisa pesen tiket Prameks untuk pulang dari stasiun Solo nanti sore. Maka saya pun mengambil nomor antrian dan mendapat nomor 59. Olala, lamanyoo..Eh, tiba-tiba ada seorang Bapak nyamperin sambil menyapa,”Mau ambil antrian ya, mbak? Ini saya punya nomor yang lebih kecil,”kata si Bapak sambil menyodorkan kertas nomor antrian dari mesin. Disitu tertera nomor 09. Oh, mungkin si Bapak tadi ambilnya kebanyakan. Bhaiq. Terima kasih, pak.

Saya pun duduk kembali sambil menunggu dipanggil nomor antrian saya. Tak lama kemudian, saya pun dipanggil dan disuruh mengisi formulir reservasi. Dengan pedenya saya pun mengisi sesuai permintaan. Ada pengisiannomor KTP segala. KTP ibu saya juga saya minta karena ada isian no KTP calon penumpang. Fix, sudah diisi formulirnya, saya ke loket lagi dong. Lihat apa yang terjadi? Kata mbaknya di loket untuk kereta kepulangan dari Solo tidak bisa dipesan dari sini, harus dari Solo. Oalah, mbak! Tiwas ngantri dan ngisi. Lha mbok ket mau dikasih tahu. Hahaha..Baiklah. Daripada nglangut menunggu, biar ada sedikit drama saudara-saudara.

Demi tiket seharga 8 ribu rela mengantri berjam-jam 🙂

Kami pun duduk manis kembali sambil menunggu waktu untuk boleh masuk peron. Ini masih di stasiun bagian luar, gaes. Belum boleh masuk, karena masih ada 2 kereta prameks yang akan berangkat lebih dulu. Oh, iya. Kereta saya kan berangkat jam 10.55, sedangkan saat itu masih jam setengah sepuluh, maka kami pun menunggu sampai waktu tiba untuk masuk peron yaitu jam 10.10 setelah kereta prameks sebelumnya berangkat. Untung anak-anak cukup bisa dikondisikan. Tidak rewel minta ini itu. Mereka berjalan kesana kemari melihat situasi di sekitar stasiun sambil saya dan suami bergantian mengawasi.

Untung bisa nge-charge HP 🙂

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.10, kereta prameks sebelum kereta kami mulai berangkat. Tepat waktu loh. Salut lah. On time banget. Turut bersukacita saya. Maka kami pun mulai bisa masuk peron dengan menunjukkan tiket yang saya bawa. Sambil menunggu kereta kami datang, kami pun santai duduk. Bergantian pergi ke toilet. Membuka perbekalan dan mulai ngemil. Lumayanlah buat ganjel perut, walaupun sudah sarapan sih. Kami bisa melihat petugas di stasiun yang membersihkan kereta api. Lalu mendengar lonceng dan suara announcer di stasiun yang fenomenal setiap ada kereta api yang datang atau mau berangkat.

Petugas “memandikan” kereta

Kereta yang kami tunggu pun akhirnya tiba. Kereta berangkat sesuai dengan jadwal. Jam 10.55. Anak-anak sangat senang naik kereta. Untung kami kebagian tempat duduk karena di tiket tidak tercantum nomor tempat duduk. Meskipun harus terpisah tempat duduknya dengan anak lanang, yang penting kami bisa duduk semua dan saling memantau karena masih satu gerbong. Kami pun excited waktu melihat sawah, jalan raya dan pemandangan apapun yang kami lewati. Anak wedok malah sempet ngevlog juga walaupun ngambil videonya masih goyang-goyang hehehe..Tak berapa lama minta pindah duduk sama ayahnya. Tak berapa lama kemudian, lha kok keduanya sudah tertidur hahaha..

Pulas semua..Zzzz..Zzzz.. 🙂

Kurang lebih satu jam perjalanan, kereta sampai di stasiun Balapan. Sampai disana pukul 12.00. Maksud hati mau langsung antri pesan tiket pulang jam 18.00 ternyata ada tulisan harus pesan 3 jam sebelumnya. Itu artinya jam 15.00 baru bisa pesan. Itu pun tetap mengantri. Baiklah, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke pasar Klewer dulu. Naik taksi online. Ternyata jalanan Solo lumayan macet. Sampai di Klewer malah bingung mau ngapain. Karena batik di Jogja pun banyak.

Suasana dari ketinggian Pasar Klewer

Maka kami hanya makan siang di sekitar pasar Klewer lalu balik lagi ke stasiun Solo Balapan sekitar jam 14.30. Olala saya ngeri melihat antrian tiket kereta begitu panjang. Suami pun langsung mengantri. Saat dia capek, saya menggantikan antri. Seperti biasa di tengah-tengah antrian tiket kereta yang jam 18.00 sudah habis. Tinggal yang jam 18.55, itu pun jika beruntung di akhir antrian masih dapat. Fiuh, ternyata saya dan suami masih beruntung. Dapat tiket 5. Oh iya, sebenarnya per orang hanya boleh pesan tiket 4, maka suami pesan 4, saya pun ikut mengantri untuk dapat yang 1 tiket lagi.Tak berapa lama tiket sudah habis, dan para pengantri di belakang saya banyak yang tidak kebagian. Duh, kasihan. Padahal kereta prameks jam 18.55 adalah kereta terakhir di hari itu.

Ngantri tiket lagi sambil lesehan 🙂

Maka, antrian berakhir sekitar pukul 16.30. Sisa waktu yang ada kami gunakan dengan menunggu di stasiun. Ada sedikit insiden sandal ibu saya jebol. Maka kami pun cari akal dengan membeli lem di supermarket yang ada di stasiun. Namun rupanya lem tak cukup kokoh untuk membuat sandal ibu bisa berfungsi seperti sedia kala. Ibu meminta dicarikan sandal jepit saja. Fix, kami pun keluar stasiun mencari warung terdekat sambil mencari oleh-oleh ala kadarnya. Akhirnya dapat sandal jepit dan brem. Hehehe..

Bukti otentik sudah pernah ke stasiun Solo Balapan naik Prameks..sah.. 🙂

Setelah itu kami balik lagi ke stasiun dan mulai memikirkan mau makan malam apa, karena jam makan malam kami sudah ada di kereta. Maka layanan antar makanan online menjadi pilihan. Saya memesankan nasi ayam lalapan yang harganya cukup terjangkau, dan kebetulan pula sedang ada promo. Murah meriah. Makan malam hangat segera diantar di depan stasiun lalu kami bawa untuk dimakan di atas kereta.

Maka demikianlah, kami makan malam di kereta dalam perjalanan pulang. Sampai Jogja sekitar jam 20.00 . Lelah yang kami rasakan sebanding dengan bahagia yang kami rasakan. Ya, kami punya banyak cerita hari itu. Cerita tentag perjalanan yang menyenangkan atau pun cukup membuat kami menghela nafas barang sejenak. Yang penting anak-anak dapat menikmati perjalanan itu tanpa mengeluh.

Lesson learn : Naik kereta api itu mengasyikkan. Meskipun proses untuk menuju kesana tidak selalu mudah. Namun seperti naik gunung, untuk bisa melihat view di atas yang indah, diperlukan effort luar biasa untuk mendaki.

Happy traveling! 🙂

Ini video serunya naik kereta api Prameks 🙂
Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

48 thoughts on “Ini Cerita Tentang Serunya Naik Kereta Api Prameks Jogja Solo Pulang Pergi”

  1. Kebetulan banget nih, aku tuh mau ada rencana ke Solo namun ditanggal bersamaan saat di Solo aku kudu ke Yogyakarta. Kemarin sempat bingung sama suami, gimana caraku ke Yogyakarta biar cepet ya? Ternyata ada Prameks ini ya mbak, harga tiketnya Rp 8.000 ya mbak?

  2. Yahh dengan segala keriweuhannya..tetep harus dibawa asik ya mbak…biar tetep berkesan lah pokoknya…jadi pikir2 mau naik Prameks..hahah ribet..

  3. wah, anak2nya berjiwa petualang banget… Mereka gak ngeluh dan malah menikmati aja prosesnya… Saya yang liat antrian itu aja udah lgsg lemes… hahahah, gimana ngalamin sendiri dan bawa anak2… Tapi memang disitu serunya traveling ya, apalagi yg dadakan ^_^

  4. Terakhir naik PRAMEKS pas liburan sekulah Juli kemarin. Aku kudet tenan, baru tahu kalau ternyata udah bisa beli online. Untungnya masih kebagian yang hari itu juga. Walau nunggunya dari duhur sampai selesai magrib. Wkwkwk. Tapi tak apa, namanya juga liburan, backpackeran, jadi tetep dibikin hepi.

  5. Lumayan juga ya mbk antri beli tiketnya. Tapi antusias banget sih kalo mau nsik kereta.. Aku belum pernah lagi nih naik kereta sama anakku. Pingin banget

  6. wah makasih sharing pengalamannya mbak, saya jadi tahu ada prameks ya nanti kalau ke rumah adik di jogja saya mau mampir ke solo aaaah. Setuju banget ya untuk dapat pengalaman yang unik dan menarik harus melalui jalan yang terjal dulu, hehe

  7. Aku baru ngeh lho mbak, kalau satu aplikasi KAI itu, cuma bisa dipakai buat pesenin satu org ajah. Pantesan ajah, kapan hari pas mau ke Sidoarjo, aku pesen 2 sama anakku yy masih kecil, ngga bisa. Gagal melulu

  8. Aku pernah mencicip prameks ini. Relatif lebih cepatm tapi ya itu tadi, nggak tahan saat antri tiketnya dan malah kesulitan duduk saat perjalanan pulang. Semoga terus membaik ya supaya Jogja Solo bisa terjangkau dengan KRL. AAMIIN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *