New Normal Selama Pandemi Virus Corona

Bumi mengkoreksi diri dengan pandemi setiap 100 tahun sekali. Suatu kebetulankah?

Sudah dua bulan lebih virus Covid_19 mengintai kehidupan manusia di bumi sehingga terpaksa dilakukan berbagai kebiasaan baru demi mencegah penularan virus corona semakin cepat meluas. Social distancing salah satunya, dengan menjaga jarak. Anak-anak sekolah pun sementara harus dirumahkan dan belajar dari rumah secara online. Para pekerja pun juga dirumahkan, bekerja secara remote dan online dengan work from home. Beribadah ke rumah ibadah pun sudah tidak dilaksanakan lagi. Semuanya dilakukan dari rumah dengan mengikuti live streaming.

Kehidupan mendadak berubah. Kebebasan seolah dipasung. Orang tak bisa lagi menghirup udara bebas di luar rumah. Keluar rumah hanya jika dalam keadaan yang sangat mendesak. Itupun harus menggunakan masker yang tidak nyaman dikenakan jika dibandingkan bebas menghirup udara segar. Para medis pun harus menggunakan Alat Pelindung Diri (ADP) yang membatasi ruang gerak. Mau tak mau, semua harus mengikuti aturan protokol kesehatan yang berlaku jika ingin selamat dari virus yang penyebarannya sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian ini.

Ya, banyak hal yang harus diubah dan berubah. Kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini dilaksanakan harus terhenti atau berganti cara. Kemampuan beradaptasi dengan baik benar-benar dibutuhkan untuk saat ini. New normal. Kelak, segala sesuatu yang dulu dianggap tak lazim, akan menjadi familiar di masa pandemi Corona ini. Apa saja kebiasaan-kebiasaan yang mengalami transisi itu? Dan bagaimana harus menyikapinya? Yuk, mari kita bahas satu persatu.

Baca : Apa yang harus dilakukan jika menjadi ODP?

  • Kebiasaan cuci tangan

Dulu, mungkin kalau cuci tangan hanya sekedar cuci tangan saja, cukup dibasuh air lalu sudah. Bahkan lupa cuci tangan pakai sabun. Sekarang, cuci tangan pun ada aturannya dan harus pakai sabun. Why? Karena virus bisa luruh dengan sabun. FYI, virus bukanlah organisme lengkap, tapi merupakan kumpulan DNA yang membentuk virion berupa protein dan lemak. Selaput luar yang membungkus virus bisa hancur saat kita mencuci tangan dengan sabun.

Saat ini sabun menjadi begitu penting dan menjadi must have item yang harus ada saat cuci tangan dari segala aktivitas. Termasuk setelah memegang uang. Karena uang menjadi sarang kuman termasuk virus setelah dipegang dan berpindah dari satu tangan ke tangan yang lainnya. Jangan lupa siap sedia hand sanitizer saat harus keluar rumah untuk berjaga-jaga jika tidak tersedia air dan sabun. Setelah bepergian pun selain cuci tangan sebaiknya langsung mandi dan ganti baju. Bajunya langsung dicuci untuk mencegah penularan melalui pakaian. Yup, virus Covid_19 bisa menempel pada benda mati selama 24 jam. Maka, pastikan juga untuk tidak memegang benda-benda seperti gagang pintu, pegangan tangga dan benda-benda lain yang sering dipegang oleh orang lain di tempat umum.

Cara mencuci tangan pun ternyata ada step by step-nya. Membersihkan jari jemari termasuk jempol, kuku tangan dan ruas jari. Lamanya mencuci pun selama 20 detik. Untuk lengkapnya bisa disimak video anak saya ya.. 🙂

  • Stay at home

Kebiasaan jalan-jalan, biasa piknik, biasa kemana-mana lalu tiba-tiba harus diam di rumah saja? How? Awalnya jelas mati gaya. Di rumah aja seharian. Anak-anak pun di rumah mengerjakan tugas dari sekolah secara online. Masak dalam sehari bisa lebih dari satu kali. Karena memang kalau di rumah lebih gampang lapar.

Positifnya, jadi pengin nyoba-nyoba resep masakan baru. Bikin kudapan juga. Ngajarin anak-anak belajar di rumah. Saya? Lebih aktif mengasah potensi diri juga. Ya ngeblog, bikin konten di socmed, bikin video, dan puji Tuhan tawaran job online juga ada. Intinya meskipun di rumah saja, tetap bisa berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain. Terima kasih internet. Berkat jasamu, saya bisa menghasilkan dari rumah seberapa pun besar kecilnya. Semua harus disyukuri.

Ngeblog, work from home sambil momong bocah 🙂
  • Berjabat tangan

Dulu, sebelum virus Corona datang, kebiasaan berjabat tangan, cium tangan dan cipika cipiki menjadi kebiasaan baik yang dilakukan saat bertemu dengan orangtua, teman dan kerabat sebagai cara menjaga sopan santun dan menjalin silaturahmi. Sekarang, jabat tangan sebaiknya tidak dilakukan dahulu karena menjadi salah satu penularan virus Covid_19 yang cukup efektif.

Jabat tangan dapat diganti dengan tersenyum, kepala menunduk dan tangan diletakkan di dada sebagai tanda hormat. Seperti orang Korea dan Jepang, mereka membiasakan diri membungkuk alih-alih berjabat tangan sebagai tanda hormat dan sapaan saat bertemu dengan orang lain.

https://www.instagram.com/p/B-0ky7iA-zQ/
  • Masker

Adanya himbauan untuk berdamai dengan virus Corona karena virus ini tak bisa sepenuhnya hilang dari muka bumi, jelas ada rasa yang mencelos dalam hati. Why? Mau tak mau kita harus mulai membiasakan diri dengan new normal. Memakai masker saat keluar rumah menjadi hal yang wajib kita lukukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Musuh kita bersama kali ini adalah benda mikro yang wujudnya tidak kelihatan namun bisa mengakibatkan nyawa orang lain melayang.

Dulu, masker hanya digunakan oleh para tenaga medis di ruang operasi. Digunakan pula saat berkendara untuk melindungi dari debu. Pun digunakan untuk melindungi diri saat sakit seperti batuk dan pilek supaya tidak menular pada orang lain. Sesungguhnya, ini berat. Kebebasan bernafas menjadi sedikit terganggu. Rasanya pengap dan bisa jadi pingsan menghirup bau nafas sendiri (just a joke). Tapi ini yang harus kita lakukan saat ini. menekan segala ego untuk kebaikan bersama, semuanya supaya pandemi ini lekas berakhir. Banyak sekali hal yang dirindukan. Banyak sekali yang hilang. Namun apa daya, saat ini kita harus bersabar karena bumi ingin rehat sejenak setelah sekian lama kita perlakukan dengan segala rupa.

Masker = must have item masa kini
  • Social distancing

Tahan dulu kebiasaan duduk berdekatan hingga bersentuhan dengan siapapun saat ini. Jaga jarak setidaknya 2 meter untuk menghindari virus Covid_19 yang dapat menular dengan percikan ludah atau pun cairan yang keluar dari orang lain. Virus juga dapat menular sangat cepat melalui aerosol. Hindari keramaian seperti pasar, pesta resepsi, mall atau dimanapun jika tidak sangat terpaksa. Untuk saat ini. Itu pun tetap harus jaga jarak.

Sungguh, seharusnya hal ini dipatuhi. Maka saya sangat sedih ketika di media sosial terlihat kerumunan di mall. Kasihan para medis yang telah berjuang, kasihan mereka yang patuh untuk berada di rumah saja, menahan rasa rindu untuk bertemu dengan orang-orang tercinta sambil terus berdoa memohon agar pandemi ini lekas berakhir.

Namun apa artinya jika masih ada orang yang tidak mengindahkan itu semua demi egonya. Jangan biarkan semua usaha dan perjuangan yang telah dibangun dengan susah payah demi kebaikan bersama menjadi sia-sia. Please, jangan biarkan tagar #IndonesiaTerserah menjadi suatu hal yang membuat desperate. Jadikan #IndonesiaPeduli dalam hal ini. Please, warga +62 maukah bersabar untuk tidak keluar rumah hanya untuk sekedar jalan-jalan sebelum situasinya benar-benar sudah kondusif? Please juga jangan mudik dulu, sayangi orang-orang yang kita cintai dengan tidak menularkan virus sekalipun kita terlihat sehat dan segar bugar karena kita bisa saja menjadi carrier bagi orang lain yang daya tahan tubuhnya lemah.

Perlu diingat, meskipun saat ini social distancing sedang dicanangkan, namun silaturahmi tetap bisa kita jaga. Gunakan teknologi, era digital dengan silaturahmi secara online. Banyak fasilitas yang bisa kita gunakan untuk itu. Jika raga tak bisa saling berdekatan, biarkan segala doa kita bertemu di udara. Untuk saat ini.

Menunggu antrian masuk ke bank dengan jaga jarak, dicek suhu dengan termo laser dan tangan harus pakai hand sanitizer sebelum masuk bank

Bagaimanapun keadaan saat ini, yakinlah bahwa semua ini sifatnya sementara jika kita benar-benar patuh pada segala aturan yang berlaku. Be aware terhadap kebersihan dan kesehatan diri kita sendiri, peduli atas kesehatan orang lain, tidak berlaku egois, melakukan segala sesuatu sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, tetap tenang dan waspada.

Tentu kita semua ingin beraktivitas normal kembali seperti sedia kala bukan? Maka umpamakan saat ini kita sedang bermetamorfosis dari ulat, lalu bertapa menjadi kepompong, untuk kemudian berubah menjadi seekor kupu-kupu nan cantik. Dan semua itu dilakukan dengan penuh ketekunan, kesabaran, perjuangan dan melawan ego serta hawa nafsu diri sendiri.

Always keep healthy life! 🙂

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

41 thoughts on “New Normal Selama Pandemi Virus Corona”

  1. Banyak hal2 yg ngga pernah terbayangkan sebelumnya ya Mba.
    Yang jelas, kita harus tetap semangat, berdampingan dgn ‘corona’ ini dan menjalani normal yg baru

  2. Bener banget nih sekarang ini memang kita harus bisa membiasakan diri dengan New Normal, tapi juga sampai kalah dengan virusnya. Semenjak dua bulan ini saja kebiasaan saya dan keluarga tentu mengalami perubahan. Yang paling terlihat jelas ada di kebersihan, jadi lebih aware lagi.

  3. manusia memiliki akal paling sempurna dari segala ciptaan Tuhan di dunia ini, dari akal inilah manusia punya kemampuan buat beradaptasi terhadap lingkungan di sekitarnya. Termasuk di masa pandemi seperti sekarang ini. Semua kebiasaan saat pandemi akan terus dilakukan hingga nanti pandemi ini selesai. I am sure 100% about that 🙂

  4. Tiap awal bulan aku selalu ke Bank deket rumah buat ngambilin uang pensiun bapakku. Liat antriannya kayak di foto ini. Tapi untungnya aku pake atm aja ngambilnya. Jadiga lama nunggu.

    Deket rumahku juga orang-orang dah cuek berkerumun. Ada yang pergi bawa anaknya yang masih kecil. Ibunya pake masker anaknya enggak. Gemeeees ih

  5. Iya ya Mbak. Seperti kebetulan saja, kini bumi berehat sejenak setelah seratus tahun kemudian sejak pandemi 100an tahun yang lalu.

  6. Setuju kak,, untuk silaturahmi tetap bisa kita jaga. Gunakan teknologi, era digital dengan online. Banyak fasilitas yang bisa kita gunakan untuk ya untuk obat kangen

  7. Yes banyak juga hal baru yang akhirnya kita lakukan.. Semoga pandemi ini cepat berlalu ya… sekarang yang dibutuhkan memnag semua pihak patuh…

  8. Iya mak, menurutku pandemi ini banyak hikmahnya juga. Tinggal kemampuan kita beradaptasi seperti apa kan? aku sendiri sih sekarang udah mulai nyaman dengan new normal ini.

  9. Bener dah.. Bener-bener new lifestyle 2020 ini. Sebelum corona menyerang aku sdh org yg selalu social distancing kecuali sm keluarga besar n teman seorganisasi. Sekarang? Semuanya hrs jaga jarak.. Sedih

  10. Bisa mengambil hikmahnya juga dari kondisi seperti ini ya, aku jadi rajin masak sendiri bahkan ini pertama kalinya masak semua menu lebaran sendiri. Sedihnya gak bisa ketemu keluarga terutama orangtua

  11. Semoga di new normal lyfe semua orang tetap bisa bekerjasama dengan baik melakukan kebiasaan-kebiasaan baik yang bisa memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini.
    Dan pengalaman WFH ini sangat berkesan.

  12. Benar sekali mba, manusia mau tak mau harus adaptif terhadap perubahan ini. Semoga saja semua kebiasaan baru yang dilakukan selama masa pandemi ini menjadi pengingat kita untuk selalu waspada dalam menjaga kesehatan.

  13. Agak deg deg an menghadapi new normal terutama sekolah anak2. Namanya anak2 apalagi sd kelas 3.agak sulit kayaknya menerapkan disiplin masker cuci tangan dan social distancing di sekolak apalagi pasti saling kangen main bareng setelah 2 bulan ga ketemu. Tapi semoga semua baik2 aja

  14. Setiap kejadian selalu memang pasti ada hikmahnya ya. Makanya kita kudu banyakin sabar ngadepinnya meskipun tidak suka. Semoga ujian wabah ini segera berlalu.

  15. Yang pasti, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari pandemi ini.

    Rasanya sia-sia banget ya, kalau kita tidak bisa mengambil hikmah apapun.

    Merugi banget!

    … and yes get ready for the new normal!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *