Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan yang Cerah

pentingnya pendidikan tinggi

Aku ingin sekolah yang tinggiii..sekali, agar dapat membantu ibu. Tapi bagaimana mungkin, membaca saja aku sulit..

Iklan layanan masyarakat tahun 90-an

Pentingnya pendidikan tinggi untuk masa depan yang cerah. Tiba-tiba saya teringat layanan masyarakat pada kutipan di atas. Tentang seorang anak yang mempunyai harapan untuk dapat sekolah yang tinggi, namun terhambat karena keadaan yang terbatas. Rasanya sedih, terharu dan hati ini ikutan trenyuh untuk ikut membantu.

Saya jadi berkaca dengan pengalaman hidup sendiri. Orangtua saya bukanlah orang kaya. Hidup jauh dari kata pas-pasan kalau tidak bisa dibilang hidup dalam keterbatasan. Bapak saya seorang buruh di sebuah pabrik. Ibu saya ikut bekerja serabutan dari satu pintu ke pintu rumah lain sekedar membantu memasak atau mencucikan pakaian dan mendapatkan upah.

Orangtua saya mau melakukan pekerjaan apa saja asalkan halal demi memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan lima orang anak dan itu sangat berat. Saya adalah bungsu dari lima bersaudara yang akhirnya bisa menggapai keinginan sekolah tinggi hingga perguruan tinggi. Semua tentu karena pengorbanan orangtua dan kakak-kakak saya.

Saya termasuk beruntung karena bisa mengenyam pendidikan sekolah negeri dari SD hingga kuliah. Sekolah negeri memang jauh lebih murah biaya SPP-nya. Selain itu, karena sekolahnya dekat dengan gubug tempat keluarga kami tinggal, saya cukup berjalan kaki setiap hari tanpa harus keluar ongkos untuk biaya transportasi.

Kebetulan juga, dari SD sampai SMA saya mendapatkan nilai yang cukup bagus di bidang akademik sehingga bisa mendapatkan beasiswa dari SD hingga perguruan tinggi. Segala kemudahan ini selalu saya syukuri sampai sekarang. Terlebih, kakak saya yang sudah bekerja juga turut membantu biaya kuliah saya yang tidak sedikit.

Mimpi dan Cita-Cita

Semasa kecil, saya mempunyai mimpi dan cita-cita untuk menjadi dokter. Lambat laun cita-cita itu berubah seiring dengan realita yang ada. Bahkan kalau boleh saya menyimpulkan, hidup saya ini termasuk random. SMA masuk jurusan Fisika, kuliah di fakultas Biologi, lalu bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmu saat kuliah, hingga akhirnya sekarang buka usaha sendiri dan menjadi Blogger.

Kalau saya tahu jalan hidup saya akan seperti sekarang, mestinya saya mengambil kuliah di bidang bisnis atau jurnalistik, kan ya? Supaya hidup saya lebih fokus dan tidak banyak membuang waktu mempelajari ilmu yang tidak relevan dengan kehidupan saya sekarang. Namun, bagaimanapun saya tetap bersyukur karena pendidikan tinggi membuat saya bisa struggle.

Bercermin pada pengalaman saya dalam meraih pendidikan yang penuh dengan perjuangan, membuat saya bertekad untuk lebih aware akan pendidikan anak-anak saya di masa depan. Tentu supaya mereka dapat meraih mimpi dan cita-citanya dengan penuh semangat. Saya ingin mereka bisa lebih fokus sejak awal sehingga dapat optimal.

Maka tugas saya dan suami sebagai orangtua, adalah mulai menggali apa yang menjadi minat dan bakat anak sejak dini. Setelah menemukan apa yang menjadi passion anak, maka mulai mengembangkannya. Kuncinya adalah fokus dan konsisten. Karena jika anak melakukan segala sesuatu berdasarkan rasa suka, pasti hasilnya akan menjadi baik.

mimpi dan cita-cita

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pendidikan adalah suatu perjalanan yang panjang. Coba hitung berapa tahun kita menempuh Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, pendidikan Sarjana (S1), S2, S3 dan selanjutnya. Lalu coba hitung, berapa banyak biaya untuk menempuh jenjang pendidikan itu? Tentu tidak sedikit jumlahnya.

Sebagai orangtua, pasti menginginkan pendidikan yang terbaik untuk masa depan cerah anaknya. Bahkan setiap orangtua pasti punya harapan, masa depan anak harus lebih baik dari kehidupan orangtuanya sekarang. Lebih mapan, lebih sejahtera dan tentunya mempunyai kehidupan yang lebih baik dan bahagia dengan pilihannya.

Maka, orangtua akan melakukan banyak cara dari menabung, berinvestasi dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk biaya pendidikan anaknya di masa depan. Pertanyaannya adalah biaya yang dikumpulkan dari sekarang ini apakah dapat meng-cover biaya pendidikan 10 tahun yang akan datang? Mengingat biaya pendidikan pun mengalami inflasi yang cukup tinggi.

Berdasarkan satu study, 74,7% masyarakat mengaku bahwa pendidikan masih merupakan prioritas pengeluaran utama meskipun pandemi. Namun ironinya, hanya sedikit orangtua yang memiliki perencanaan finansial. Terbukti dari survey lainnya menunjukkan bahwa hanya 25% orangtua yang telah memiliki perlindungan untuk dana pendidikan anak-anak.

Faktanya, kenaikan biaya pendidikan, terutama biaya pendidikan tinggi, terus terjadi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dari sektor pendidikan mencapai 3,81% pada 2019, sedangkan rata-rata kenaikan uang pangkal pendidikan mencapai 10-15% per tahunnya. Dapat dibayangkan berapa banyaknya biaya pendidikan 10 tahun mendatang.

biaya pendidikan tinggi

Siapapun tidak ada yang tahu tentang masa depan. Mungkin saat ini saya dan suami masih sehat. Namun, siapa yang tahu berapa lama umur seseorang jika Tuhan berkehendak lain? Meskipun kita tidak menginginkan sesuatu hal terjadi, namun penting untuk mempunyai proteksi dana pendidikan anak. Supaya anak tetap bisa mencapai cita-citanya apapun yang terjadi.

proteksi dana pendidikan

Manfaat Pentingnya Pendidikan Tinggi

Dunia semakin berkembang. Tak dapat dipungkiri, di masa depan persaingan akan semakin ketat. Kualifikasi pendidikan tinggi akan semakin banyak yang membutuhkan. Terbukti dari fakta yang mengatakan bahwa 8 dari 10 pekerjaan high demand jelas mensyaratkan pendidikan tinggi sebagai bagian yang utama dan menjadi prioritas.

Sebagai orangtua, pasti memiliki harapan yang lebih kepada anaknya untuk menjadi orang yang lebih tinggi daripada pencapaian orangtuanya saat ini. Maka untuk mewujudkan cita-cita dan harapan itu, orangtua pasti mengupayakan segala macam perjuangan supaya anaknya dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dengan segala pilihannya.

Pendidikan penting karena dapat membangun karakter, membantu memecahkan masalah, memberi pengetahuan dan menunjang tujuan dan karier

Menurut Ivan Ahda, selain pendidikan formal, generasi mendatang harus memiliki fleksibilitas kognitif yaitu mampu berpikir kritis, solutif, kreatif dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Semua karakter itu dapat terbentuk melalui pendidikan tinggi. Peran orangtua pun sangat penting dalam mengembangkan pendidikan formal dan mengupayakan pelatihan skill anak.

Sehingga, manfaat pentingnya pendidikan tinggi antara lain :

  • Meningkatkan taraf hidup yang diimbangi dengan kenaikan ekonomi
  • Mencetak sumber daya manusia yang unggul
  • Meningkatkan kesejahteraan hidup

Tips Mempersiapkan Pendidikan Tinggi

Donita Nugroho, seorang selebritas dan ibu dari dua orang anak berkisah tentang upaya orangtuanya yang memprioritaskan pendidikan anak. Pola asuh itu menurun sehingga kini bersama suami benar-benar memperjuangkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Terbukti begitu menikah langsung mempersiapkan dana pendidikan anak dan hunting sekolah berkualitas.

Hal ini seharusnya dapat menginspirasi bagi para orangtua yang memprioritaskan pendidikan tinggi sebagai jalan utama untuk mencapai segala cita-cita anak. Maka, mempersiapkan segala sesuatunya termasuk mempersiapkan dana pendidikan sejak dini menjadi langkah awal yang harus ditempuh secara optimal.

Adapun tips mempersiapkan pendidikan tinggi, antara lain :

  • Menemukan dan menggali potensi belajar
  • Eksplorasi peluang karir dan trend kemajuan di masa depan
  • Mencari informasi biaya pendidikan
  • Mempersiapkan biaya pendidikan sedini mungkin termasuk mempertimbangkan inflasi dan tenggat waktu persiapan
tips mempersiapkan pendidikan tinggi

Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah

Pada tanggal 8 Juli 2021 yang lalu, saya mengikuti acara peluncuran Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah dari Prudential Indonesia secara virtual. Ini merupakan satu-satunya asuransi jiwa syariah yang menawarkan manfaat bulanan dan tambahan dana pendidikan. Sesuai dengan komitmen untuk mendengarkan, memahami dan mewujudkan kebutuhan perlindungan keluarga Indonesia.

dana pendidikan PRUCerah

Acara ini menghadirkan Jeins Reisch (President Director Prudential Indonesia), Himawan Purnama (Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia), Ivan Ahda (Pegiat Pendidikan dan Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru) dan Donita Nugroho (Selebritas dan ibu 2 anak). Moderator acara adalah Bayu Oktara.

Asuransi jiwa Syariah PRUCerah

PRUCerah sebagai Solusi

PRUCerah ditujukan bagi semua orangtua yang berusia 19-55 tahun, yang sedang mempersiapkan pendidikan anak dari usia 1-18 tahun. Tak hanya memberikan manfaat dana pendidikan, PRUCerah juga memberikan manfaat yang lebih dengan memberikan manfaat bebas kontribusi ketika orangtua meninggal dunia, cacat total, dan tetap atau kondisi kritis.

Jeins Reisch mengatakan Prudential Indonesia percaya bahwa membekali anak dengan pendidikan yang memadai menjadi penentu bagi lahirnya sumber daya manusia berkualitas. Menyediakan akses ke pendidikan harusnya bukan menjadi ambisi, namun juga menjadi bagian dari tanggung jawab setiap orangtua.

“Inovasi PRUCerah yang kami luncurkan hari ini merupakan produk asuransi jiwa yang diharapkan dapat membantu memastikan bahwa perjalanan panjang orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi anak-anak terus terlindungi secara optimal dari berbagai risiko.

Inovasi ini juga merupakan wujud keseriusan kami dalam mendukung kemajuan sektor edukasi yang telah menjadi prioritas perusahaan sejak lama, dan bahkan menjadi salah satu pilar utama inisiatif Community Investment Prudential Indonesia,” sambung Jens.

Lebih lanjut, Himawan Purnama, Managing Director for Customer Solution &
Delight Prudential Indonesia memaparkan, “Pandemi membuktikan bahwa beragam risiko kehidupan berpotensi menghambat atau menghentikan keberlangsungan pendidikan tinggi anak sehingga membutuhkan strategi komprehensif yang dapat mengantisipasi risiko biaya serta proteksi.

Kami yakin PRUCerah dapat menjadi jawaban dengan manfaat perlindungannya yang beragam, mulai dari manfaat dana pendidikan hingga manfaat bebas kontribusi, termasuk yang disebabkan oleh kondisi kritis; manfaat unggulan yang tidak dimiliki produk sejenisnya.”

Kesimpulan

Untuk meraih masa depan yang cerah, perlu pemahaman yang kuat tentang pentingnya pendidikan tinggi. Untuk dapat menempuh pendidikan tinggi, butuh proses, perjuangan dan perjalan panjang yang harus ditempuh. Maka, mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin adalah langkah bijak untuk menggapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia.

Salam sukses!

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Lifestyle Blogger. Entrepeneur.

36 thoughts on “Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan yang Cerah”

  1. betuul.. untuk menggapai pendidikan yang tinggi kita perlu perencanaan yang matang. Persiapannya bukan hanya di masalah akademik aja ya, tapi dimasalah keuangan juga. Pur cerah nih pas banget ya buat based planning untuk masalah keuangan pendidikan anak-anak kita

  2. Dengan berpendidikan orang akan dinaikkan derajatnya. Andai masih ada waktu dan kesempatan, saya sangat ingin melanjutkan sekolah…
    Jadi suka kesel sama yg udah ada biaya, tinggal menjalankan, eh malah do dengan alasan belum siap

  3. pendidikan sangat penting mbaa, setujua. Jadi kalau ada yg bilang perempuan ngapain skul tinggi2 >.<
    waaah udah ketinggalan kereta banget itu. Anak2 yg hebat pasti dari ibu yg hebat yaa.. nah buat pendidikan anak2 kudu banget nih perencanaan keuangannya dari jauh2 hariiii. Tipsnya makasih ya mba, buat aku bangeeet pas..makin semangat buat ngumpulin biaya pendidikan anak2

  4. Membekali anak2 dengan pendidikan sampai tinggi emang paling bener si mbak. Harus nabung sejak dini karena makin hari biaya pendidikan makin tinggi. Semoga kelak anak2 kita bisa sekolah sampai jenjang tertinggi ya mbak

  5. Sama mak, saya juga jurusan di kuliah dulu enggak sesuai dengan kegiatan yang dijalani sekarang… Tapi pasti ada hikmahnya ya…
    Bener juga, biaya pendidikan memang meningkat terus nih, harus dipersiapkan dari sekarang…

  6. Jadi ingat waktu saya mau lulus S1 dulu saya pengen S2 tapi kata mama ga bisa biayai lagi. Sedih banget. Mungkin memang biaya pendidikan di keluarga hanya sampai S2 karena yg kerja cuma hanya salah satu ortu aja. Jadi, saya inginnya nanti anak saya mau sekolah setinggi apa saya izinkan dan mulai sekarang sudah mencicil tabungan pendidikan nya

  7. Iya nih, sejak dini aku sudah mempersiapkan agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan tinggi, karena ada banyak hal yang bisa kita raih dalam hidup jika memiliki pendidikan tinggi. Bersyukur sekarang ada PruCerah ya mbak, jadi biaya untuk melanjutkan pendidikan anak ke jenjang pendidikan tinggi bisa direncanakan sejak dini. Terus terang, aku yang baru saja memasukkan anak sulungku ke PTN merasakan biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkan.

  8. Persiapan dari orangtua gak hanya mental anak-anak untuk terus mencintai proses belajar yaa..juga dari segi finansial yang menentukan langkah mereka berikutnya untuk mendapatkan pendidikan dengan jenjang dan kualitas terbaik.
    Semoga persiapan dan perhitungan kita tepat dan anak-anak bisa menggapai impian mereka.

  9. Pendidikan tinggi adalah pondasi awal untuk masa depan. Insya Allah bisa jadi modal untuk bertahan hidup. Produk seperti PRUCerah ini memang cocok untuk membantu kita merajut mimpi anak-anak.

  10. Jadi tercerahkan untuk mulai mempersiapkan biaya pendidikan anak-anak sejak dini. Walau terbilang telat sih saya ini ya. Si kakak udah kelas 4 SD, si adek hampir usia 4 tahun. Bismillah, semoga kami sebagai orangtua bisa menyiapkan biaya pendidikan untuk mereka hingga perguruan tinggi nanti.

  11. iya bener banget ya mba. untuk pendidikan tinggi perlu persiapan sejak jauh hari.. karena memang makin lama biayanya makin mahal saja. Meski banyak info beasiswa saat sekarnag ini tapi tetap harus ada bantalan dari para orang tua ya buat jaga-jaga. Pasti tenang kalau sudah punya prucerah ini ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *