Perbedaan Kehamilan Bayi Laki-Laki Dan Perempuan

Kehamilan adalah momen indah yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu

Masih teringat dalam benak saya, ketika mendapati strip dua yang artinya positif saat melakukan test pack. Suami langsung memeluk saya dan kami berdua menangis terharu saking bahagianya. Terbayang bagaimana hari-hari kami akan semarak dengan tangis bayi 9 bulan bulan ke depan. Tak terbayangkan bagaimana repotnya nanti atau bagaimana menjalani kehamilan tetap sehat. Yang jelas saat itu kami sangat bahagia.

Di kehamilan saya yang pertama itu, suami ingin mendapatkan anak laki-laki. Entahlah, rasanya senang saja gitu kalau anak pertama itu berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan bapak mertua saya menginginkan bayi perempuan. Maklum, suami saya tiga bersaudara semuanya laki-laki. Wajar bila ayahnya ingin merasakan mempunyai cucu pertama perempuan. Saya sendiri tidak terlalu ambil pusing. Apa sajalah kehendak Tuhan. Mau laki-laki atau perempuan semuanya saya terima dengan penuh syukur.

Seiring dengan perjalanan waktu, kehamilan saya cukup membuat deg-degan juga karena di awal kehamilan harus mengalami flek. Saya pernah menceritakan tentang kehamilan saya disini.

Baca : Hamil Itu Keajaiban

Setiap dua minggu sekali saya dan suami rutin periksa ke dokter kandungan. Setiap periksa selalu di usg sehingga kami senang melihat gerakan janin di dalam perut dari waktu ke waktu. Saat usia kehamilan menjelang 7 bulan, dokter mengatakan jenis kelamin bayi kami adalah perempuan. Ternyata prediksi itu berubah saat kami periksa kembali dua minggu kemudian. Jenis kelamin bayi kami adalah laki-laki. Dan terus laki-laki tanpa ada perubahan.

Saat saya akan melahirkan dan pindah ke kota Jogja, yang tadinya di Cirebon, otomatis saya ganti dokter kandungan. Dokter kandungan di Jogja menyatakan kalau janin saya berjenis kelamin laki-laki. Sama seperti prediksi dokter kandungan di Cirebon. Dan ternyata memang benar adanya. Saat bayi saya lahir, jenis kelaminnya laki-laki. Rasanya senang sekali.

Baca :Β Hanya Keajaiban Yang Bisa

Enam tahun kemudian, saya dan suami berencana menambah momongan lagi. Saya hamil kedua. Mengalami flek lagi, dan sayangnya flek itu berlanjut menjadi pendarahan dan keguguran di usia kehamilan 10 minggu. Saya harus menjalani tindakan kuretase. Sedih sekali rasanya. Saya tidak tahu apa jenis kelamin janin yang masih sangat muda itu.

Cerita tentang kronologis keguguran sudah pernah saya tuliskan di blog ini. Silakan baca : Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran?Β 

Enam bulan paska keguguran, saya dan suami siap untuk menambah momongan lagi. Ternyata doa kami dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Saya hamil untuk ketiga kalinya. Pengalaman pernah keguguran membuat saya lebih preventif atas segala kemungkinan yang terjadi. Saat saya mengalami flek (lagi) saya langsung periksa ke dokter kandungan. Saya diberi obat penguat. Sepertinya tubuh saya megalami ketidakseimbangan hormon sehingga rentan terjadi keguguran. Di kehamilan kedua ini saya harus bedrest selama 3 bulan. Saya tidak ingin keguguran lagi, dan saya menginginkan punya anak kedua. Bersyukur, selepas bedrest, kehamilan saya bisa dibilang lancar.

Di usia kehamilan 7 bulan, saat di usg, dokter berkata,”Wah, ini pasti perempuan, ada tempe gembusnya..” Saya tertawa. Dokter ada-ada saja. Dan ternyata, anak kedua saya lahir berjenis kelamin perempuan. Say thanks pada kemajuan teknologi medis. Atas seijin Tuhan, prediksi jenis kelamin janin itu bisa terbukti kebenarannya.

Bisa dibilang, saya sudah merasakan hampir semua yang dialami wanita. Hamil, di kuret, induksi, melahirkan normal dan melahirkan caesar. Merasakan pula perbedaan hamil antara bayi perempuan dan bayi laki-laki. Apakah ada perbedaan yang mencolok? Kalau saya rasakan sih memang ada beberapa perbedaan. Selebihnya, semuanya sama. Saya cukup bersyukur, di kedua kehamilan ini saya tidak merasakan ngidam yang aneh-aneh. Saya pernah mendengar, ada seorang ibu yang sedang hamil ingin menjilat kepalanya bule. Haduh, apa iya ini ngidam beneran? Untung saya tidak sampai segitunya.

Baiklah, saya akan menceritakan perbedaan antara hamil anak laki-laki dan anak perempuan yang saya alami. Sebagian ada yang sama dengan pengalaman orang lain saat hamil yang pernah saya baca ataupun saat sharing langsung dengan yang bersangkutan.

Baca : Melahirkan Secara Normal Vs Operasi Caesar?Β 

Hamil Anak Laki-lakiΒ 

Anak lanang πŸ™‚

Saat hamil anak pertama, hampir setiap hari saya mengalami morning sick. Begitu bangun tidur saya langsung ke kamar mandi demi menuntaskan hasrat mual di perut untuk muntah. Yup, awal kehamilan trimester pertama diwarnai dengan morning sick yang cukup memabukkan. Padahal saya harus bekerja. Beruntung, mual dan muntah itu hanya terjadi di pagi hari. Siang dan malam saya bisa beraktivitas seperti biasa.

Apakah saya ngidam? Sepertinya iya. Tapi ngidamnya makanan yang rasanya asin. Contohnya telur asin. Dalam sehari saya bisa makan lebih dari dua butir telur asin saat hamil anak lanang. Saat hamil ini, saya tidak suka makanan rasa manis. Pokoknya nggak suka saja, rasanya eneg. Makanya saya mencari makanan yang asin-asin. Mungkin, karena suka makan asin ini, kaki saya jadi bengkak saat hamil.Β Β Kata orang, saya harus mengurangi asupan garam. Dan saat tidur, kaki saya harus digantung di tembok, supaya bengkaknya berkurang. Bisa jadi supaya aliran darahnya lancar dan penumpukan cairan yang menyebabkan bengkak itu bisa mengalir ke bawah.

Secara penampakan, saat hamil anak lanang ini, saya tidak terlalu memperhatikan penampilan. Dandan seadanya. Hanya saat bekerja dan mau keluar rumah saja saya merapikan diri. Kalau di rumah lebih sering tidak dandan.

Kata orang, saat hamil anak laki-laki bentuk perut lebih lonjong. Sepertinya itu benar saya alami. Saya tidak tahu persis kenapa bisa begitu. Dari beberapa sumber yang saya baca, posisi janin laki-laki berada di bagian bawah atau tengah rahim.

Jika boleh saya ringkas, ini yang saya rasakan saat hamil anak laki-laki :

  • Suka makan yang asin-asin
  • Morning sick lebih sering terjadi di trimester pertama kehamilan
  • Tidak suka dandan
  • Bentuk perut lonjong

Hamil Anak Perempuan

Anak wedok πŸ™‚

Banyak yang bilang, saya terlihat lebih fresh dan cantik berseri-seri saat hamil anak wedok. Ah,mungkin bawaan orok kali, ya. Yang jelas, pengakuan ini membuat hati saya berbunga-bunga. Tak beda jauh dengan saat hamil anak lanang, saya juga mengalami mual dan muntah, tapi waktunya tidak hanya di pagi hari saja. Malam hari juga bisa. Bahkan mungkin sepanjang hari. Duh, lemes. Saya harus menjaga stamina di trimester ketiga ini. Ditambah saya harus bedrest segala karena flek yang saya alami.

Soal makanan, saya tidak suka telur asin saat hamil anak wedok. Saya lebih suka yang segar-segar seperti lutis, rujak buah dan buah-buahan yang asam dan manis. Pokoknya yang segar-segar.

Saat hamil anak wedok, kaki saya tidak terlalu bengkak seperti saat hamil anak lanang dulu. Bisa jadi karena saat hamil anak wedok saya tidak suka makanan yang asin-asin sehingga kandungan garam dalam tubuh saya tidak overdosis sehingga kaki tidak bengkak. Mungkin lho, ya. Ini hanya analisa saya saja.

Soal penampakan, perut saya tampak terlihat bundar, tidak lonjong seperti saat hamil anak lanang. Ini mungkin karena posisi janin perempuan berada di atas rahim.

Maka ringkasan saat saya hamil anak perempuan :

  • Suka makan yang manis dan asam (segar-segar)
  • Selama trimester pertama, mual dan muntah terjadi sepanjang hari, tidak hanya di pagi hari
  • Suka dandan dan auranya lebih fresh dan cantik
  • Bentuk perut bulat

Nah, ada yang masih penasaran apa perbedaan hamil anak laki-laki atau anak perempuan? Yang penting enjoy saat hamil, selalu bersyukur apapun jenis kelamin bayi kelak, semoga sehat dan lancar kehamilannya hingga melahirkan.

Selamat menjadi Ibu! πŸ™‚

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

16 thoughts on “Perbedaan Kehamilan Bayi Laki-Laki Dan Perempuan”

  1. Selalu seneng baca cerita kehamilan

    Hihi ngikik bagian tempe gembus πŸ˜€

    Btw aku malah campur bawur mb, pas hamil anak wedok ya maruk asin asin, mual muntah sepanjang hari, jerawatan, penampilan mbladus karena no make up everyday tp kata pak su lebih cantik dan terliat keibuan haha

  2. Hamil memang momen yang paling menyenangkan sekaligus bikin deg-degan.
    Sama kayak saya, hamil anak cowok juga mabuk banget.
    Sayang belum punya anak cewek jadi ga ngerti bedanya πŸ™‚

  3. Alhamdulillah. Anak bukti keberkahan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa ya Mbak. Salute liat perjuangan Ibunya. Beberapa hari yang lalu liat anak kembar 3 cowok pula semua. Dipakein baju kembaran. Hehe

  4. Iya mba ada bedanya skrg ni pr diksi dokter insyaAlloh anaknkeduaku cowo mba beda banget waktu hami pertama klo skrg aku seterong n makan segalanya cuman emang males mandi dong males dandan kecuali kerja wkwwkk

  5. Wah saya gak pernah merhatiin dulu bedanya apa hihihi.
    Btw dokter bilang “tempe gambus” maksudnya apaan ya hahahaha lucu banget istilah yg dipakai, tapi aku tak paham xixixi =))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *