Resolusi Sehat 2020

Masak ketupat pakai kayu, selamat tahun baruuu..

Yeah, tak terasa ya tahun 2019 sudah berlalu dan sekarang sudah tanggal 01012020. Nomor cantik ya. Dan pasti tak akan bisa terulang kembali tahun seperti itu. Tahun 2020, tahun kabisat, tahun baru. It means karena tahunnya bisa dibagi 4 berarti bulan Februari nanti tanggalnya sampai 29. Dan itu berlangsung setiap 4 tahun sekali. Jadi buat yang lahir di tanggal 29 Februari, ulang tahunnya setiap empat tahun sekali. Ngirit hehe..Trus dalam setahun ada 365 hari. Sudah pada punya resolusi 2020 belum? Apa, tahun kemarin aja resolusinya gagal dilaksanakan? Lah, kok sama #eh

Kalau begitu, resolusi tahun lalu bisa lho dicanangkan kembali. Dimodif sana sini secara realistis supaya bisa terlaksana dengan baik. Tahun lalu saya punya resolusi. Tapi ya tidak semua bisa terlaksana. Maka tahun ini saya akan mencoba meneruskan resolusi tahun lalu yang menitikberatkan ke resolusi supaya hidup sehat. Iya, saya ingin raga ini selalu sehat dengan menjaga pola makan dan pola hidup sehat.

Di usia kepala 4 ini, saya mulai merasakan keluhan badan yang mulai tak beres. Dari masuk angin, kadar kolesterol yang tinggi hingga berat badan yang mulai tidak ideal lagi dan agak susah untuk diturunkan. Wadaw. Kerasa banget ya faktor “U” nya. Eits, tapi umur sebenarnya bukan alasan untuk tidak sehat. Bukankah semua orang pasti akan menua? Namun kita bisa mencegah atau memperlambat penuaan itu dengan gaya hidup sehat dengan pola makan yang teratur.

Maka, ada yang mau tahu apa resolusi sehat saya di tahun 2020? Baiklah, yuk marii..

  • Kurangi Begadang

Kalau Bang Rhoma bilang “Begadang jangan begadang kalau tiada artinya” itu bener banget. Yup, kebiasaan begadang itu tidak baik. Ya karena tubuh ini sudah punya jam biologisnya sendiri. Tubuh yang seharusnya beristirahat jam 9 malam namun dipaksa tetap bekerja keras hingga dini hari, tentu hasilnya tidak akan baik. Jantung akan memompa lebih keras diikuti organ-organ lainnya yang pada akhirnya nanti organ-organ itu bisa rusak. Perlu diketahui bahwa jantung akan melemah di jam 23.00-01.00. Maka sebaiknya pada jam ini sudah tidur. Supaya jantung bisa beristirahat cukup.

Maka saya mulai membiasakan diri tidur maksimal jam 22.00. Selain sudah mengantuk, saya tidak akan memaksakan diri untuk lembur sampai larut malam atau malah sampai dini hari jika ada deadline pekerjaan. Saya memilih mengerjakannnya di pagi hari atau siang hari saat anak-anak bisa ditinggal karena sekolah atau saat mereka tidur siang.

  • Memenuhi Kebutuhan Hidrasi

Tahu apa akibatnya jika tubuh kekurangan cairan, air putih khususnya? Tentu banyak akibat yang akan timbul jika tubuh kurang air putih. Konsentrasi menjadi berkurang, metabolisme tubuh terhambat, pembentukan sel darah merah terganggu, dan yang utama tubuh bisa dehidrasi. Kalau sudah dehidrasi bisa berakibat kepada semua kinerja organ tubuh. Maka, minum air putih minimal 8 gelas sehari itu menjadi suatu keharusan kalau mau sehat.

Saya pun mulai membiasakan minum air hangat. Karena selain baik untuk tenggorokan, air hangat bisa melunturkan lemak-lemak yang kita makan bila dibandingkan jika kita minum air dingin. Saya membatasi diri sendiri untuk tidak minum air es. Sudah lama sekali saya tidak minum es. Ice cream pun saya cicipi jika sedang ada dalam hajatan. Selain itu jarang sekali saya minum yang dingin-dingin.

  • Meditasi

Karena usia saya sudah kepala 4 plus-plus, maka olahraga yang cocok adalah olahraga pernafasan semacam meditasi atau yoga. Bener banget, nafas harus diolah supaya otak tercukupi kebutuhan oksigen dan tubuh pun menjadi bugar jika kebutuhan oksigen yang berkaitan dengan peredaran darah menjadi lancar. Olahraga ini harus rutin dilakukan paling tidak seminggu dua kali. Pikiran menjadi tenang, rileks dan tidur pun bisa nyenyak berkualitas. Tentu supaya jiwa dan raga menjadi seimbang.

  • Mengatur Pola Makan
Berusaha menjaga berat badan tetap ideal 🙂

Jujur, selama ini saya belum punya pantangan makanan. Namun sebisa mungkin saya harus membatasi sendiri demi kesehatan. Beberapa waktu yang lalu saya melakukan general check up seperti cek gula darah, asam urat dan kadar kolesterol. Ternyata dari ketiga cek itu yang paling tinggi adalah kadar kolesterol saya (lebih dari 200), khususnya LDL (Lemak jahat). Ini menjadi warning bagi saya supaya lebih hati-hati memilih makanan.

Maka, resolusi saya supaya kadar kolesterol tidak semakin memburuk, saya bertekad untuk mengurangi makanan gorengan. Awalnya susah karena hampir setiap hari membuat lauk digoreng. Ayam goreng, ikan goreng, tahu goreng, tempe goreng dan lain-lain. Apalagi kalau diajak hangout sama teman. Segala jenis gorengan tak dapat dihindari. Maka saya mulai mengkonsumsi makanan yang direbus seperti pepes, daun sayuran yang direbus, makan pecel, lotek atau karedok. Saya pun harus rajin konsumsi buah-buahan kaya serat seperti pepaya, apel, jeruk dan lain sebagainya.

Untuk minuman, saya juga mulai mengurangi asupan gula pasir. Di rumah saya jarang bikin teh manis. Hampir tiap pagi setelah bangun tidur saya minum segelas jeniper yaitu jeruk nipis peres, diminum selagi masih hangat tanpa gula sebelum sarapan. Konon, jeruk nipis yang diminum dalam keadaan perut kosong sifatnya menjadi basa sehingga tak perlu khawatir asam lambung naik. Untuk hasil maksimal, jeniper bisa diminum malam sebelum tidur dan pagi hari setelah bangun tidur. Tentu dalam keadaan perut kosong.

Sebisa mungkin saya berusaha menjaga berat badan tetap ideal. Karena berat badan yang melebihi berat ideal ternyata banyak resikonya. Selain rasanya berat, kaki pun punya beban menumpu tubuh yang dapat berpengaruh terhadap kinerja otot, lutut dan sendi. Maka saya pun mulai berpuasa seminggu sekali. Ini baik untuk detoksifikasi tubuh dan menjaga berat badan tetap ideal.

  • Menjaga Pikiran Tetap Tenang

Yup, sebisa mungkin saya menjaga pikiran tetap tenang dalam keadaan apapun. Jika saat ada masalah, saya tetap berusaha berpikir secara dingin. Saat kita berpikir santai, tidak panik dan positif, akan ada energi baru yang membuat kita mudah menemukan solusi dari setiap permasalahan. Demikian pula saat kita sakit, pikiran yang gembira dan bahagia bisa menjadi obat. Maka jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur akan segala keadaan.

Nah, itulah beberapa resolusi sehat saya di tahun 2020. Doakan supaya saya bisa menjalaninya secara teratur dan konsisten ya. Jadi pengin tahu, apa resolusi sehatmu? Yuk, saling sharing..

Keep healthy life! 🙂

Always happy 😀
Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

24 thoughts on “Resolusi Sehat 2020”

  1. NAh menjaga pikiran tetap tenang itu penting, Mbak … saya sering lupa memperhatikannya.

    Kalau pantangan, beberapa makanan sudah saya pantang sejak masuk kepala 4.

  2. Aihhh positif semua resolusinya. Semoga terealisasikan semua mba, jarang nih yang buat perencanaan kesehatan untuk awal tahun
    Aku juga lagi membiasakan perbanyak minum air putih untuk mencegah hidrasi karena rasanya tuh ga nyaman banget

  3. Semoga tetap konsisten menjalani pola hidup sehatnya sampai akhir tahun ya mbak.
    Saya juga sejak 1 januari kemarin mulai mengurangi nasi dan gorengan. Kalau untuk olahraga, masih belum, masih malas bergerak walau untuk sekedar yoga dan mengatur pernafasan

  4. Resolusinya cocok nih dengan resolusi saya di tahun 2020 ini, mudah-mudahan bisa tercapai terutama untuk urusan begadang, kadang masih enjoy nulis pas tengah malam, padahal suami sudah wanti-wanti ngak begadang nulis lagi karena usia makin bertambah…hahaha.

  5. Mba…toss…aku juga kena masalah yang kau alami. BB naik…kolesterol hampir 300, asam urat > dr normal…
    Bareng2 yuk menuju 2020 lbh sehat. Aku lg atur pola makan juga ini…

  6. Kok sama ya mba, PR terbesarku adalah mengurangi gorengan. Ya gimana siy ya, kadang otak kita sudah ngelock kalau makanan yang digoreng itu memang makanan paling sedap di dunia hahahaa.. Harus bisa nih mengurangi secara besar-besaran. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *