Romansa Pasangan 40 Tahun Keatas

Menua itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan

Anonim

Romansa Pasangan 40 tahun Keatas – Memasuki usia 40 tahun keatas, kisah cinta dengan pasangan mengalami masa transisi. Dari segi rutinitas, kesehatan, relationship sampai cara berkomunikasi selalu ada perubahan. Saya sendiri merasakan perubahan itu. Contohnya saja soal romantisme. Meskipun saya tahu, suami saya bukan tipe yang romantis. Kalau waktu masih pacaran, romantis itu kalau diberi seikat bunga, setelah menikah definisi romantis itu beda. Suami mau ikut mengasuh anak sementara istri me time sebentar itu sudah romantis banget menurut saya.

Waktu terus berjalan, dan tiba-tiba saja saya dan suami sudah memasuki usia kepala 4. Banyak hal yang kami yakini mulai berubah. Dulu, mesra itu ya pegangan tangan, boncengan pakai motor pegangan, saling menatap, lalu sekarang bagaimana? Kadang ada rasa malu ya kalau itu dilakukan di muka umum. Maka bergandengan tangan mulai jarang, kalau pegangan saat bonceng di motor sih tetep ya, takut jatuh hehe..

Maka, ada rutinitas baru yang kami lakukan setelah usia 40 tahun ke atas. Rutinitas ini tujuannya untuk saling menguntungkan, menjaga kemesraan dan saling menjaga. Mau tahu apa saja rutinitas baru kami? Yuk, marii..

Baca : Nasehat Pernikahan

  • Mulai Meninggalkan Dunia Hitam

Maksudnya apa ini? Santuy, ini soal UBAN. Tahu kan. Rambut saya dan suami mulai tumbuh banyak uban. Sungguh, kehadiran warna putih di rambut ini awalnya cukup mengganggu dan membuat risau. Usia 40 tahun itu kan sebenarnya belum tua-tua amat, namun dengan penampakan uban di rambut, wajah kami berdua bisa terlihat lebih “sepuh” dari usia yang sesungguhnya. Lha mosok saat ngantar anak yang paling kecil di TK saya dikira ngantar cucunya ke sekolah? Huft. Setua itukah penampakan saya?

Baca : Manfaat Pertengkaran Suami Istri

Maka, kami pun punya inisiatif untuk saling menyemir rambut. Awalnya, cuma saya yang menyemir hitam rambut suami yang ubannya mulai sak brayat itu. Karena terus terang saja, suami suka males pergi ke salon. Cukur rambut aja cuma di barber shop dekat rumah. Maka saya punya tugas baru menyemir rambutnya setiap ubannya mulai merajalela. Nah, saya yang biasanya toning rambut warna coklat untuk menutupi uban di salon, akhirnya menuruti keinginan suami yang dengan senang hati mau menyemir rambut saya di rumah. Awalnya saya ragu, apa bisa suami saya? Tapi dia meyakinkan saya. Baiklah. Maka saya tinggal beli semirnya, dia yang mengaplikasikan di rambut saya. Ke salon cuma potong rambut doang, tentu dengan tatapan heran pemilik salon yang biasanya include nyemir rambut saya. Saya bilang saja, suami saya bisa nyemir rambut saya kok. Haha..

Mulai meninggalkan dunia hitam πŸ™‚
  • Bau Balsem

Dulu, saya paling sebal jika ada orang yang bau balsem. Sama sekali nggak kepikiran kalau pada waktunya saya sangat membutuhkan yang namanya balsem. Yak, menginjak usia 40 tahunan, frekuensi masuk angin mulai meningkat. Mau tak mau saya harus mengusir yang namanya masuk angin dengan kerokan atau pijatan. Suami pun tak mau ketinggalan. Dia yang paling antusias menyuruh saya memijat badannya jika masuk angin mulai mendera. Jadilah kami saling gantian pijat memijat. Biasanya masuk angin pun langsung sirna. Maka bau balsem sekarang ini justru menjadi aroma terapi yang paling ampuh untuk badan yang mulai banyak keluhan ini.

Baca : Ketika HP Pasangan Pakai Password

  • Hubungan Intim

Bagaimana dengan aktivitas bercinta? Sssstt..rahasia sih sebenarnya. Secara general aja ya. Masih seperti biasa. Rutinitas itu berjalan apa adanya. Namun mulai terganggu dengan lutut atau sendi yang mulai berkurang kinerjanya di usia ini. Jadi banyakin olahraga ringan, asupan kalsium dan nutrisi yang bergizi ya. O,ya satu lagi. Pastikan posisi bercinta yang dilakukan adalah yang paling aman. Nggak usah posisi aneh-aneh misalnya salto atau kayang seperti waktu masih jadi pengantin baru #ehgimana πŸ™‚

Baca : Ritual Suami Istri

  • Olahraga Ringan

Jenis olahraga yang disarankan di usia ini adalah jalan, yoga dan olahraga ringan lainnya. bagaimana dengan olahraga lari? Kalau lari, harus diingat ada riwayat jantung, lutut dan sendi masih oke atau nggak. Karena kondisi setiap orang berbeda kan. Jadi pilih yang aman aja sih kalau saya. Selain menjaga kondisi tulang yang mulai rapuh karena asupan kalsium lama-lama menurun, lutut dan sendi juga harus paling diperhatikan. Kalau saya dan suami biasanya jalan bareng nggak perlu jauh-jauh sambil ajak anak-anak di saat libur.

Baca : Perbedaan Komunikasi Suami Istri

Nah, jadi pengin tahu nih. Untuk para mommies 40 tahun ke atas, sharing yuk gimana romansa dengan suaminya πŸ™‚

Happy couple! πŸ™‚

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

32 thoughts on “Romansa Pasangan 40 Tahun Keatas”

  1. Hahaha, asli judulnya, sangat menggoda πŸ™‚

    Untuk urusan ranjang, kuantitas memang berkurang, namun kualitas semakin nendang, muahahahaha…

    Aku percaya, cinta ibarat tanaman atau bahkan skincare, kudu ada perawatan, jika tak ingin tergerus dan akhirnya hilang, tanpa pesan.

    Untuk tip and trick, buaaanyaaak, monggo dibrowsing, tinggal pilih sesuai selera πŸ™‚

    Aku dan pasangan malah sudah Lolita, LOlos LIma Puluh TAhun

  2. Huhu, kok aku mellow yaaa mbak lihat foto kalian. Bayangin aku dan suami saat sampai di umur 40-an. semoga dikasih panjang umur dan harmonis selalu hingga umur 40 dan seterusnyaaa. Aamiiin.

  3. Berhubung belum masuk usia 40, jadi belum bisa komen banyak hihihi tapi semua hal-hal di atas bisa ya mak dilakukan sejak sekarang. Kayak lakuin olah raga ringan. Eh di usia 30-an juga suka berteman dengan bau balsem ahahahah … Semoga langgeng selalu ya, mak.

  4. Duh Maak, maapkeun, saya ngikik pelan di bagian kayang ahahah.

    Sama nih, saya pun sudah kepala 4, lima tahun lagi mau kepala 5, suami 49 . Mirip-mirip kami, cuma bukan balsem, melainkan minyak gosok wkwkwk.

    Kalo pegangan, saya masih suka pegang tangannya kalo jalan bareng di tempat umum, di mal misalnya πŸ˜€

  5. Di tingkatan fase manapun ada perubahan ya mbak tapi dengantingkatan yang berbeda. Wah aku pun udah di fase 40 tahun ke atas nih hihihi mau ngintip rutinitas barunya siapa tau ada yang bisa aku tiru nih

  6. Ngakak pas baca kalimat meninggalkan dunia hitam dan bau balsem. Aku pasrah soal uban nih. Sudah malas semir rambut. Terserah wis uban merajalela.

    Aku juga malu kalau mesra-mesraan pas udah 40. Kadang kalau bertingkah sok romantis gitu ujungnya malah ketawa ngakak bareng.

  7. WakakK, aku ngakak pas baca bau balsem. Etapi emang bener sik, aku juga ngerasa di usia penghujung 30an pasti ngerasa jompo tulang2 ini, perlu pelumas kayak balsem utk melemaskan otot2:)

    Kalo soal komunikasi sih aku dr sejak nikah sampai skrg biasa2 aja sih, ya mesra kagak, ya kaku juga gak πŸ™‚

  8. Kalau kami yang Muslim tidak boleh mengecat warna hitam, boleh mengecat rambut dengan warna lain. Jadi saya juga sudah berfikir kalau uban banyak kayaknya ngecat rambut juga tapi warna apa ya? Bingung.

  9. Iya ya, makin ke sini kok kayaknya romantika percintaan enggak semesra dulu waktu muda ya hehehe… Pernah kutanya suamiku, kok sekarang ga panggil Yang kayak dulu lagi? Udah mainstream, gitu jawabnya hahaha… apa pulak itu maksudnya πŸ™‚
    Tapi bener kok mba, masalah romansa ini perlu diperhatikan juga. Meskipun pengungkapannya tidak seperti jaman pacaran atau pengantin baru, tetap saja kedekatan harus terus dipupuk. Namanya juga soulmate kan, saling care lah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *