Saat Bermain Di Sawah

Waktu tak akan kembali, namun kenangan yang indah akan abadi dalam ingatan

Julipedia

Suatu hari, saya mengajak si Kecil bersama kakaknya bermain di sawah. Kebetulan saja kami tinggal di desa, jadi masih banyak tempat asri dan alami yang bisa kami singgahi. Dengan naik sepeda motor, saya bonceng kedua buah hati saya berkeliling menuju tempat yang asyik untuk bermain. Murah meriah, menyatu dengan alam dan banyak hal menyenangkan yang bisa kami lakukan disana

Saya selalu ingat akan pentingnya mengembangkan potensi prestasi si Kecil sejak dini. Lima aspek yang harus selalu distimulasi seperti tumbuh tinggi kuat, percaya diri, cerdas dan kreatif, mandiri dan supel sedapat mungkin berusaha saya maksimalkan. Secara bertahap sesuai dengan perkembangan usia si Kecil tentunya.

Di sawah, si Kecil belajar untuk mengenal lingkungan alam sekitarnya. Saya mengenalkan tanaman padi sebagai tanaman yang akan menjadi beras, cikal bakal nasi yang dimakan setiap hari. Lalu si Kecil saya kenalkan dengan Bapak Ibu Petani yang telah berjasa menanam padi tanpa lelah. Meskipun saat hujan atau panas, mereka gigih menanam dan merawat tanaman padi hingga bisa dipanen.

Ketika si Kecil menyapa bapak ibu petani yang sedang bekerja di sawah, meski hanya sekedar bicara “Ndherek langkung” (permisi, numpang lewat) ia sedang belajar untuk menjadi percaya diri. Lalu ketika si Kecil mulai berinteraksi dengan mengobrol meski belum lancar, ia sedang belajar untuk mempunyai sifat supel dan berjiwa sosial.

Itu apa, Bun?

Kebetulan, saat di sawah ada sepedanya pak Tani. Si kakak meminjam dan memakai sepeda itu di jalan setapak di sawah. Si Kecil berlari-lari berusaha mengejar si Kakak. Secara tidak langsung si Kecil berolahraga mengembangkan fisiknya supaya menjadi tumbuh tinggi dan kuat.

Acara bermain di sawah ini berlangsung lancar dan penuh dengan tawa riang gembira. Kakak beradik itu antusias melihat hal-hal yang baru seperti melihat keong yang ada di sawah. Setidaknya, anak-anak bisa refreshing, menghalau kebosanan dengan segala rutinitas di dalam ruangan.

Menghirup udara segar itu menyehatkan. Tak apa jika mereka kotor sebentar saat bermain di sawah. Setelah itu mereka bisa mandi yang bersih setelah di rumah. Pengalaman menyenangkan ini akan menjadi ingatan yang indah untuk dikenang di masa depannya kelak. Waktu tak akan bisa diulang namun kenangan yang indah akan selalu abadi.

Semoga masa kanak-kanak mereka bahagia, sehingga dapat mengembangkan potensi prestasinya dan kelak dapat menjadi generasi maju. Yaitu generasi yang dapat meraih apa yang mereka cita-citakan.

Video saat bermain di sawah 🙂
Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

28 thoughts on “Saat Bermain Di Sawah”

  1. Masa kecilku di desa, bahkan sampai usia SMP, kami sering diinta guru-guru ke sungai untuk kepentingan belajar, memang menyenangkan ketika bermain di alam ya.
    Orang tua saja suka bermain di alam, apalagi anak-anak, pasti suka juga.
    Bener, selain menyehatkan, kenangan bermain di alam bebas itu akan bertahan lama di ingatan

  2. enaknya anak generasi Y bisa main di sawah, momen yg sulit dicari di perkotaan.. main di luar ruang mengembangkan saraf motorik karena terlatih aktif

  3. Kayaknya anakku nih belum kenal sawah hiks sedih. Moga kelak bisa bawa anak2 main2 ke sawah.
    Zamanku dulu dekat rumahku msh ada sawah, jd aku msh bisa merasakan enaknya main di sawah, duduk sore2 di gubug gtu, main lumpur, dll…

  4. Bahagianya bisa bermain di sawah seperti ini. Sekarang dinkota besar udah jarang lho anak2 main di sawah, sawah aja makin sedikit wkwkwk. Suatu saat ketika anak2 surah besar hal ini akan jadi kenangan yang tak terlupakan ya mbak.

  5. Jadi ingat jaman masa kecil, dekat sekolah SD dulu banyak sawah. Setiap jam istirahat atau sepulang sekolah, saya kecil pasti main di sawah. Menyenangkan. Tapi sekarang udah ngga ada lagi sawahnya, berganti jadi perumahan elit.

  6. Untuk mengembangkan bakat dan potensi anak2 sebaiknya memang di terapkan sejak dini ya Mba. Selain itu asupan dan nutrisi yang baik juga penting agar tumbuh kembang anak2 kita bisa optimal.

  7. Wah jadi kangen zaman live-in pas SMA di desa. Tiap hari saya dan teman2 main ke kebun kakao lalu ke pantai, begitu terus kerjaannya. Maklum, di kota nggak pernah lihat pemandangan yang bagus :((

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *