Sekedar Update Blog

OMG. Hanya kata itu yang mewakili keterhenyakan saya melihat tanggal posting terakhir di blog ini. Tanggal terakhir update blog adalah 25 September 2013. What ? Kemana ajah saya selama ini, tak merasa dosa tidak menulis apa-apa, padahal banyak sekali kejadian sebenarnya yang bisa ditulis. Tapi ya, namanya juga lagi (sok) sibuk di dunia nyata ditambah bejibun alasan yang menguatkan untuk tidak menulis sama sekali, akhirnya..semoga kali ini saya insyaf untuk mulai menulis lagi.
Tentang kehamilan saya, mestinya saya bisa sharing banyak hal tentang itu, tentang kakak mbarep saya yang meninggal, lalu tanpa rencana hal ini menjadi pengalaman pertama buat Andro naik kereta api dan pesawat saat melayat pakdenya di Bogor. Tentunya itu bisa jadi cerita yang cukup seru ya..Tapi ya..semua masih dalam angan, karena rasa kehilangan masih begitu terasa dan membekas dalam benak. Hiks..sudahlah..itu artinya Tuhan lebih menyayangi kakak saya, hingga memanggilnya begitu cepat. Kami sekeluarga harus ikhlas melepas kepergiannya dengan mendoakan semoga kakak saya mendapat tempat yang layak di sisi-Nya dalam keabadian. Amin.

Lalu momen tahun baru, mestinya itu menjadi waktu yang pas untuk menulis tentang resolusi. Tapi ya itu tadi, semuanya hanya cukup saya yang tahu karena saya punya ilmu kebatinan alias semuanya cuma saya batin aja hehe..tanpa ada yang tahu..(halah)..Dan, inilah tulisan perdana saya di tahun 2014. Tet..tet..tet…telat banget gitu kok bangga..tulisannya nggak penting lagi..hihihih..kepedean curcol..
By the way anyway busway..yang lagi trend saat ini adalah tentang..pssstt..belibet banget ngomongnya..istilah cabe-cabean, oplosan, selfie..hm..apalagi ya..ah, yaa…yang paling hangat adalah tentang…abu vulkanik ! Paling update karena kejadiannya hari jumat lalu, tanggal 14 Februari 2014, tepat di hari Valentine. Valentine..? Apaan tuh..itu loh hari love-lovean bagi sebagian orang. Tapi buat saya, sih..cinta kasih bisa diwujudkan tiap hari tanpa harus menunggu tanggal itu saja. Dan itu, bisa dilakukan buat semua orang, bukan hanya dengan orang terdekat. Ups..tapi jangan salah, cinta yang saya maksud disini adalah tentang cinta yang universal. Yang berlaku untuk sesama manusia tanpa membedakan suku, agama dan ras.
Back to abu vulkanik. Bayangkan, saya bangun di pagi hari..ya, gak pagi banget sih..jam 6-an gitu, mata saya membelalak ketika melihat ke jendela..wow..snow white kah itu di pucuk-pucuk daun talok dan daun jati di sekitar rumahku..? Lalu, tanahnya, kenapa ikut-ikutan putih ? FYI, saya tinggal di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Itu lho, daerah yang ngetop dengan pantai Indrayanti dan gatot thiwulnya…

Saya masih keheranan ketika ada sms masuk di ponsel saya. Dari Anto, karyawan saya..bunyinya begini,”Pun medal dereng, Bu..udan awu..” yang artinya..”Sudah keluar rumah belum, Bu..ada hujan abu..”. Wah..wah..baru saya ingat kejadian seperti ini terjadi saat gunung Merapi erupsi beberapa tahun yang lalu. Dan ini..? Gunung Kelud..? Yang jaraknya 350 km dari sini, abunya bisa sampai sini juga..? Luar biasa…Tak terbayangkan bagaimana yang dekat lokasinya dengan gunung yang terletak di Jawa Timur itu. Bukan hujan abu lagi, tapi hujan kerikil, hujan batu..wiii..membayangkannya saja sudah ngeri.

Namun, saya cukup lega ketika mendengar kabar kakak saya yang tinggal di Malang mengabarkan daerahnya aman-aman saja, tidak ada hujan material seperti yang saya sebutkan tadi. Wah..kok, bisa..ternyata memang tidak semua daerah Malang terkena dampaknya. Syukurlah..

Hm..setelah banjir Jakarta, gunung Sinabung..lalu sekarang gunung Kelud..Saat ini, Indonesia sedang siaga bencana, sedang diuji dengan bermacam peristiwa semacam ini. Ada yang karena salah kita, dan ada juga karena kondisi geografis Indonesia yang banyak terdapat gunung berapi yang masih aktif. Ini semua resiko yang harus kita tanggung, mau tak mau. Siapa yang mau mendapatkan bencana jika kita disuruh memilih ? Tapi bencana tak pernah memberi kita pilihan. Semua bisa terjadi begitu saja, menimpa siapa saja bahkan sebelum kita sempat untuk memikirkannya. Jadi, sudah selayaknya jika kita turut membantu korban bencana, berupa doa, empati, dan materi..itu sudah pasti kita lakukan untuk meringankan beban semuanya. Berharap semuanya akan membaik, dan kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini. 
Let’s Pray for Kelud and pray for Indonesia. Keep fight and always help each other and together. God bless us…

Hujan abu, fotonya jadi hitam putih..
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *