Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Jika Tumbuh Kembang Anak Terhambat?

Setiap anak adalah istimewa, kita hanya perlu belajar supaya tahu bagaimana memperlakukannya secara istimewa pula

Julipedia

Halo! Semoga semua sehat ya. Kali ini saya akan bercerita tentang tumbuh kembang anak yang tidak selamanya lancar jaya. Beberapa anak ada yang mengalami hambatan atau gangguan dan dirasakan oleh orangtuanya sebagai suatu kelainan. Saya akan sedikit berbagi cerita terkait tumbuh kembang anak yang sekiranya dapat bermanfaat untuk kita semua. Mari kita mulai dari dua kasus di bawah ini.

Kasus 1

Seorang ibu bercerita jika anaknya yang berusia dua tahun belum dapat menggunakan setidaknya 50 kata dan belum dapat mengucap kombinasi dua kata. Kosakatanya terbatas, hanya mampu mengucap babababa atau mamama. Apa yang harus dilakukannya? Tentu ibu itu sangat khawatir dan resah gelisah akan tumbuh kembang anaknya. Apalagi jika ia melihat anak-anak lain seusia anaknya sudah lancar berbicara, bercerita bahkan mulai lancar menyanyi. It’s something wrong.

Kasus 2

Ada anak yang sangat pasif. Di usia saat ini, seharusnya ia sudah berani mengungkapkan apa yang dirasakannnya. Namun, Jo (4,5 tahun, nama samaran) tidak berani untuk melakukan sesuatu sekalipun dirinya haus. Jo tidak akan minum dan lebih memilih diam sekalipun sangat haus jika tidak ada orang lain yang menawarinya minum. Dalam bersosialisasi pun, Jo lebih memilih diam di kelas daripada harus membaur bersama teman-temannya.

Dari kasus satu dan kasus dua, apa yang bisa kita pelajari?

Nah, kebetulan nih tanggal 29 Februari 2020 yang lalu, saya mendapat undangan untuk menghadiri acara Open House di Jogja Medical Center bersama teman-teman Bloggers Cantik Jogja. Ada banyak insight tentang tumbuh kembang anak yang saya dapatkan saat mengikuti acara disana. No wonder karena yang hadir disana adalah para tenaga profesional yang concern di bidang kesehatan terutama di bidang tumbuh kembang anak. Ada Psikolog klinis anak, ada dokter gigi, ada speech therapist, ada play therapist dan ada occupational therapist. Nanti akan saya ceritakan bagian per bagiannya ya.

MC membuka acara Open House JMC

Jogja Medical Center

Ruang pendaftaran Jogja Medical Center

Jogja Medical Center adalah klinik Utama bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya di bawah naungan Budi Mulia Dua Foundation. Budi Mulia Dua Foundation merupakan yayasan yang bergerak di dunia pendidikan. Direktur Utama dari Jogja Medical Center adalah Ibu Tasniem Fauzia Rais. Beliau adalah salah satu puteri dari Bapak Amien Rais. Jogja Medical Center yang beralamat di Jl. Gondangraya No. 17, Condongcatur, Depok, Sleman ini menyediakan berbagai fasilitas kesehatan dengan atmosfir seperti klinik yang ada di luar negeri. Nuansa modern, comfy dan homy langsung terasa begitu saya masuk ke dalam klinik ini. Senyum ramah dan suasana nyaman saya rasakan menjadi aura positif yang memberi energi baru.

Ibu Tasniem Fauzia Rais

Layanan lengkap yang ada di klinik Jogja Medical Center meliputi : Tumbuh Kembang Anak, Poli Gigi dan Poli Umum.

Tumbuh Kembang Anak

Di layanan Tumbuh Kembang Anak, ada beberapa bagian yang dibedakan berdasarkan kasus per kasus. Pada kasus satu diatas, tampak bahwa anak mengalami gangguan dalam berkomunikasi. Sebaiknya anak distimulasi dengan tepat sehingga ada progress dalam kemampuan berbicara. Dalam hal ini bisa diarahkan untuk mengikuti terapi wicara, setelah mengikuti serangkaian tes yang direkomendasikan oleh Psikolog klinis anak. Speech therapist yang hadir saat acara open house berlangsung adalah Ibu Titis Hardian Wijaya, S.Tr.Kes merupakan lulusan dari Terapi Wicara Poltekkes, Surakarta.

Ibu Titis Hardian Wijaya, Speech Therapist
Ruang terapi wicara

Kemudian dari kasus kedua dimana Jo adalah pribadi yang sangat pasif, langkah apa yang harus dilakukan supaya ada perubahan sikap supaya menjadi lebih aktif? Grace Melia, satu-satunya Play Therapist di Jogja yang tersertifikasi secara internasional dari APAC (Academy of Play & Child Psychotherapy) mengungkapkan kisah tentang Jo ini. Setelah mengikuti play therapy yang Non Directive, Non Judgmental, dan Non Interpretative ini Jo mengalami progress yang cukup signifikan.

Grace Melia, Play Therapist

Jo yang awalnya tidak berani bilang haus, sekarang sudah berani mengambil minumannya sendiri. Jo yang tadinya tidak berani membaur, sekarang sudah bisa berinteraksi dan mempunyai empati yang baik dengan teman-temannya. Sungguh suatu perkembangan yang luar biasa bila dilihat dari latar belakang Jo sebelumnya. Meskipun mungkin bagi orang lain, anak bisa mengambil minumannya sendiri itu sudah biasa.

Konon, berdasarkan interview dengan orangtuanya, Jo bisa bersikap pasif semenjak mempunyai adik. Ditambah, pola didik neneknya adalah pola yang sebentar-sebentar bilang “jangan begini, jangan begitu”, akibatnya Jo merasa serba salah melakukan segala sesuatu. Maka sikap yang paling aman menurutnya adalah diam.

Sekedar info, play therapy bukan hanya anak bermain-main lalu sudah tanpa ada tujuan. Play therapy lebih dari sekedar bermain, menjadi media untuk anak-anak dalam melepaskan segala masalah yang melekat dalam dirinya.

Play Therapy atau terapi bermain adalah cara dan kesempatan anak dalam menghadapi dan memproses emosi, masalah, dan trauma ketika mereka tidak mampu mengungkapkan dengan kata-kata.

Grace Melia

Tugas play therapist adalah mendampingi, menampung prosesnya dan menghadirkan hubungan yang bebas dan aman dari judgement (menghakimi), pujian dan koreksi sehingga anak dapat diterima penuh, dapat menggali diri dan issue mereka.

Siapa saja yang boleh mengikuti play therapy? Anak-anak berusia 4 tahun sampai 16 tahun yang memiliki issue atau challenge dalam aspek emosi, sosial dan perilaku.

Salah satu sudut ruang Play Therapy
Bloggers Cantik Jogja di ruang Play Therapy (foto dokumen : Agata Vera)

Dalam acara open house di JMC juga disampaikan pengenalan tentang okupasi terapi, yaitu pelayanan kesehatan yang membantu seseorang dari segala usia agar bisa terlibat secara mandiri dengan aktivitas yang bermakna serta meningkatkan kemampuan fungsional serta memaksimalkan kualitas hidup klien. Lingkup penanganan okupasi terapi adalah fisik (dewasa), gangguan mental, dan anak (pediatri). Ibu Stefani Fera Arista merupakan Occupational therapist di Jogja Medical Center.

Ibu Stefani Fera Arista, Occupational Therapist

Langkah apa saja yang harus dilakukan jika anak mengalami gangguan dalam Tumbuh Kembangnya? Menurut Ibu Raninta Wulanwidanti, M.Psi (Psikolog Klinis Anak) ada beberapa tahapan, yaitu :

  1. Assessment : Screening Tumbuh Kembang Anak
  2. Sensory Processing Intervention (SPI)
  3. Occupational Therapy / Terapi Okupasi (OT)
  4. Speech Therapy / Terapi Wicara (TW)
  5. Behaviour Therapy / Terapi Perilaku (BT)
  6. Play Therapy / Terapi Bermain
  7. Pedagogi / Persiapan Pra Sekolah
Ruang okupasi terapi

Layanan Psikologi di JMC :

  1. Konsultasi Psikolog
  2. Tes Kesiapan SD (TK A, TK B, SD)
  3. Tes IQ (TK, SD, SMP, SMA)
  4. Tes Minat Bakat (SMP, SMA, PT)
Ibu Raninta Wulanwidanti, M.Psi (Psikolog Klinis Anak)

Poli Gigi

Gigi yang rapi dapat menunjang estetika wajah. Dokter Gigi Ireka Diah merupakan spesialis di bidang koreksi gigi yang bertugas di Jogja Medical Center. Menurut beliau, gigi yang rapi juga diperlukan untuk fungsi pengunyahan yang sempurna. Pengunyahan yang sempurna dibutuhkan untuk membantu sistem pencernaan makanan yang baik, yang tentu saja akan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

drg. Ireka Diah, spesialis koreksi gigi

Gigi yang tidak rapi dapat menyebabkan trauma, misalnya bibir atau lidah tergigit sehingga timbul sariawan. Sariawan dapat mengganggu proses pengunyahan. Gigi yang tidak rapi juga dapat menyulitkan saat menyikat gigi. Akibatnya banyak sisa makanan yang terselip sehingga bisa timbul karang gigi, lalu gigi berlubang yang lama kelamaan bisa parah dan mengakibatkan gigi harus dicabut.

Gigi yang sudah nyata tidak rapi dapat dikoreksi dengan pemasangan behel. Syarat pemasangan behel harus berada di periode gigi permanen, dimana gigi taring atas sudah erupsi sempurna dan ujung akarnya sudah tertutup. Koreksi gigi atau ortodontik preventif dapat dilakukan dengan mencegah kelakuan buruk sejak dini seperti kebiasaan mengisap jempol, memakai dot dalam jangka waktu yang lama. Kebiasaan buruk tersebut dapat mempengaruhi struktur gigi berkembang tidak sempurna.

Serba serbi tentang perawatan dan koreksi gigi dapat ditanyakan lebih lanjut di Jogja Medical Center.

Poli Umum

Ruang poli umum

Konsep one step family diusung oleh Jogja Medical Center dalam hal pelayananannya ternyata cukup memudahkan bagi para kliennya. Misalnya, ketika anak sedang terapi, orangtua bisa sekaligus melakukan general cek up di poli umum yang berada di gedung yang sama di JMC. Siapapun dapat memeriksakan kesehatan umumnya secara berkala misalnya cek gula darah, kolesterol, asam urat dan lain sebagainya. Benar-benar praktis bukan?

Ruang tunggu yang nyaman di JMC

Jogja Medical Center

Jl. Gondangraya No. 17 Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta

Email : jogjamedicalcenter@bmd.sch.id

Website : www.jogjamedicalcenter.co.id

Telepon : 0811 295 4800

Peace at Heart! 🙂

Video Acara Open House di Jogja Medical Center
Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

22 thoughts on “Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Jika Tumbuh Kembang Anak Terhambat?”

  1. Suka deh ini layanannya lengkap banget mba dari psikolog sampe tes minat bakat ada yah..dan salfok juga dengan play therapy sungguh aku kehilangan jejak mba Gesi padahal dulu suka banget baca blognya blio sekarang aku sok sibuk wkwk sampe baru tahu ternyata Mba Gesi dalami play therapy

  2. Ada Gesiiiii 🙂
    Memang ortu kudu paham hal2 seperti ini ya Mak.
    Beruntung banget parents domisili Jogja sekitarnya, karena mudah akses ke JMC.
    Aku penasaran bgt dgn play therapist ala Gesi

  3. Bener Banget mbak sebagai orang tua harus melihat perkembangan tumbuh kembang anak saya sendiri juga khawatir kalau terhambat gt ternyata ada bantuannya yaa..

  4. Lengkap ulasannya, Mbak.

    Saya dulu juga mirip Jo krn ibu saya terlalu protektif, banyak melarang, gampang parno, dan mudah marah. Butuh perjuangan luar biasa untuk keluar dari tempurung.

    Bagusnya sekarang ada JMC, yang di dalamnya ada play therapy yang Non Directive, Non Judgmental, dan Non Interpretative. Alhamdulillah dengan adanya JMC anak-anak seperti Jo bisa terbantu ya.

  5. wah lengkap banget ya pelayanan di JMC ini.. sampe playtherapy pun ada.. jadi ga bingung-bingung lagi lah kalo perlu konsul ttg anak.. lgsg ke JMC ajaaa

  6. Play therapy punya konsep bagus… Yaitu bermain dimana umumnya anak2 senang bermain ya…

    Therapy tanpa menghakimi…mungkin anak berasa juga ya..jika mereka dihargai..makanya banyak kemajuan…untuk anak2 yg telah di therapy..

  7. Kemaren seneng banget maaak rasanya saya bisa ke sana dan ngeliat langsung ruangan terapinya kayak gimana. Asyik banget kalau bisa maen2 terus di dalam 🙂

  8. Wah, berarti PR ibu memang banyak ya. Ini nih pentingnya edukasi. jadi ibu bisa waspda dan cermat terhadap tiap perkembangan anak. jadi pengen tahu, kalau di solo ada juga gak ya play terapi seperti ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *