Jelajah Wisata Kota Blitar

Sumber gambar : www.visitblitar.com
Sumber gambar : www.visitblitar.com

Setiap mendengar kata Blitar, maka ingatan kita akan melayang pada sosok Bung Karno. Beliau adalah Bapak Proklamator Indonesia yang tumbuh dan dibesarkan di kota ini. Makam dan Museum dari sosok besar negara Indonesia ini pun berada di kota ini, yang membuat Blitar memiliki pesona sejarah tersendiri. Tak hanya wisata sejarah, disini juga terdapat lokasi wisata menarik lainnya.

Salah satu diantaranya adalah Candi Penataran,  yang menurut legenda setempat menjadi lokasi Patih Gadjah Mada dari kerajaan Majapahit saat mengucapkan “Sumpah Palapa”. Sumpah ini  bertujuan untuk untuk mempersatukan nusantara di bawah naungan kerajaan tersebut.

Berikut adalah beberapa lokasi wisata di Blitar yang wajib Anda kunjungi :

1.Makam Bung Karno Blitar

Makam Bung Karno berlokasi di Desa Bendogerit, dengan jarak sekitar 3 km dari kota Blitar bagian utara. Makam Bung Karno ini berada di kawasan lahan yang luas. Untuk bisa masuk ke makam Bung Karno, ternyata gratis alias tidak perlu membayar biaya tiket masuk.

Lokasi makam peristirahatan terakhir Bung Karno berada pada sebuah bangunan berbentuk Joglo, yang merupakan bangunan khas Jawa. Di komplek makam Bung Karno ini, juga terdapat makam kedua orang tuanya. Makam ayah di sebelah kiri dan makam ibu berada di sebelah kanan makam Bung Karno.

Di lokasi obyek wisata Blitar yang satu ini, terdapat perpustakaan di sekitar makam. Di perpustakaan ini terdapat banyak buku dan tulisan Bung Karno. Banyak hal tentang Bung Karno yang bisa kita pelajari disini. Selain perpustakaan, di bagian dalam tempat ini juga terdapat  beberapa benda peninggalan beliau.

Bagi yang ingin pulang membawa oleh-oleh, tak perlu khawatir karena tak jauh dari tempat ini terdapat banyak toko oleh–oleh souvenir yang saing berderet menjual berbagai pakaian dan benda–benda lainnya.

Sumber gambar : www.tempatwisata.com
Sumber gambar : www.tempatwisata.com

2. Istana Gebang Blitar

Istana Gebang berjarak sekitar 2 km dari kompleks makam Bung Karno. Untuk bisa sampai di tempat ini, kita bisa naik becak dari kompleks makam Bung Karno.

Istana Gebang merupakan tempat masa kecil Bung Karno. Disinilah rumah tempat tinggal orang tua Bung Karno. Sebuah rumah yang hingga kini masih ramai menjadi tujuan wisata, terutama di bulan Juni. Bulan Juni adalah bulan lahir Bung Karno. Oleh karena itu di sekitar area obyek wisata ini selalu diselenggarakan kegiatan tahunan, yaitu acara Grebeg Pancasila

Sumber gambar : www.citizenliputan6.com
Sumber gambar : www.citizenliputan6.com

3. Water Park Sumberudel Blitar

Water Park Sumberudel merupakan salah satu obyek wisata di Blitar yang sering menjadi tujuan liburan banyak orang. Water park Sumberudel merupakan waterpark  terbesar yang ada di Karesidenan Kediri, Jawa Timur.

Banyak wisatawan dari Tulungagung dan juga dari Kediri datang untuk bermain ke taman air ini. Kolam renang di water park ini ada dua, yaitu untuk anak-anak dan dewasa.

Fasilitas yang ada di Waterpark Sumberudel ini tergolong cukup baik. Diantaranya ada tempat bermain anak-anak, ada panggung gembira yang menyuguhkan kesenian khas Blitar setiap tahun, terdapat tempat parkir yang memadai, ada persewaan alat renang dan juga bisa menitipkan alat renang disini. Tersedianya air yang bersih menjadi salah satu pesona water park di Blitar ini.

4. Pantai Tambakrejo Blitar

Pantai Tambakrejo berlokasi di selatan kota Blitar, berjarak sekitar 30 km dari pusat kota, tepatnya di Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto. Pantai di Blitar ini mempunyai ombak laut yang cenderung tenang, sehingga banyak keluarga berkunjung disini untuk menikmati wisata dengan berenang dan bermain ombak dengan aman.

Kita bisa melihat nelayan–nelayan yang baru pulang dengan tangkapan hasil laut yang masih segar di pagi hari. Di pantai ini juga terdapat pelelangan ikan yang bisa di beli untuk dimasak sesuai selera masing-masing.

Sumber gambar: www.angkolablogspot.com
Sumber gambar: www.angkolablogspot.com

5. Candi Penataran Blitar

Candi Penataran merupakan kompleks candi terbesar di Jawa Timur. Lokasinya berada di kaki Gunung Kelud. Hawa alam yang begitu sejuk bisa dirasakan di sekitar Candi Penataran ini. Candi ini cukup terkenal  di Jawa Timur sebagai obyek wisata yang memiliki banyak nilai sejarah.

Menurut sejarah, candi ini telah ada sejak era tiga kerajaan besar Nusantara, yaitu Kediri, Singasari, dan Majapahit. Obyek wisata di Blitar ini menjadi lokasi di mana para raja diangkat. Upacara pemujaan pada Sang Pencipta juga dilakukan di lokasi Candi ini.

Nah, traveller berikut beberapa tempat yang bisa  dikunjungi ketika sedang berlibur ke Blitar. Tak perlu khawatir bagi yang tidak punya sanak saudara  di Blitar yang bisa ditumpangi menginap. Langsung saja lihat list penginapan yang ada di kunjungisitus travel online seperti Traveloka.

Happy travelling!

Mau Pintar ? Ke Taman Pintar Yuk..!

Aksi di Taman Pintar
Ini pertama kalinya saya, suami, anak dan keponakan mengunjungi taman pintar di hari minggu. Rasanya plong dan lega bisa sampai di tempat ini karena pernah tempo dulu kesini tapi tutup karena hari senin. Ternyata memang taman ini tutup di hari senin, kecuali kalau hari senin itu pas jatuhnya tanggal merah atau hari besar, taman pintar buka, kebayang dong ramenya makanya sayang kalau tutup.
Oo..sebagai warga kota Yogya saya merasa ‘berdosa” jika belum pernah menjamah tempat ini. Karena gaungnya sudah cukup lama, saat saya masih tinggal jauh di perantauan sehingga sering kangen Yogya. Lalu obsesi ke taman pintar itu terpuaskan hari ini.
Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Yeah..kesan pertama saat kaki saya injakkan di taman pintar ini, yang lokasinya tidak jauh dari shoping centre tempat buku-buku bekas dijajakan adalah takjub. Takjub karena memang saya tiba-tiba merasa pintar di tempat ini. Haha..lebay abis dah..Begitu kaki masuk melewati pintu, langsung mata ini menangkap begitu banyak permainan edukatif yang terhampar di halaman taman ini. Ada tempat anak-anak bermain pasir yang dibuat semacam parit memanjang plus ada terowongannya dimana hamparan pasir putih menjadi alasnya. Anak-anak cukup leluasa bermain disini untuk sekedar berlari-lari bertelanjang kaki di atas pasir. Atau saat mereka ingin membuat istana kecil dari pasir pun bisa. Konon, bermain pasir bisa mengasah kreativitas anak karena memang merangsang perkembangan motorik halusnya sehingga bisa tambah cerdas.
Lalu saya cukup terhibur saat melihat banyak anak-anak dengan celana renang atau baju minim bermain air mancur bersama-sama. Tawa riuh rendah menggema disana sini penuh kegembiraan. Waduh, tahu begini tadi bawa baju ganti, anak saya bisa ikutan nimbrung tuh. Asyik berat pokoknya. Saya janji, kalau ada waktu kesini lagi, bawa baju ganti untuk anak saya. Sebenarnya saya juga pengin, tapi sudah malu sama umur. Lagian saya lihat, tidak ada orang tua yang nekad pakai baju renang menemani anaknya berbasah-basah ria. Memang khusus untuk anak-anak kok..hehe..
Di tempat tak jauh dari air mancur ada drum-drum basar dan kecil sekitar 10 buah yang ditempel di tembok yang dipersilakan untuk dipukul-pukul dengan stik oleh anak-anak. Cocok untuk anak saya yang hiperaktif, terbukti dia langsung antusias memukul-mukul drum itu sehingga menghasilkan musik yang cukup heboh. Boleh dong saya berharap, kelak anak saya jadi drummer terkenal huihihi..
Bersebelahan dengan drum ada jembatan dari tali jaring yang menuju ke atas semacam rumah pohon gitulah. Permainan ini diperuntukkan bagi anak yang berumur 6-12 tahun. Walaupun badan anak saya sudah cukup besar dan kuat, namun saya melarangnya untuk naik karena umurnya baru 4 tahun. Bagaimanapun, keselamatan tetap nomor satu.
Ada juga semacam parabola yang berhadapan sejauh sekitar 50 meter ( kalau nggak salah, soalnya nggak saya ukur ) yang ternyata bisa untuk bertelepon seperti pakai tali dari korek itu lho. Caranya cuma dengan berbisik lho, makanya dinamakan parabola berbisik. Saya coba berkomunikasi dengan suami saya yang ada di parabola seberang saya, kemudian saya bicara pelan seperti berbisik dari lubang di parabola dengan posisi saling membelakangi ternyata dibalas dengan suara suami saya. Berarti memang bisa saling mendengar, dan suaranya terdengar cukup jelas dan seperti dekat jaraknya. Kok bisa sih, saya heran. Ternyata ada keterangan bahwa gelombang suara dipancarkan melalui parabola itu asalkan berhadapan parabolanya. Jadi ada pantulan gelombang suara gitu deh..ya..begitulah kira-kira, kalau kurang jelas silakan baca dan buktikan di taman pintar hehe..
Trus kita juga bisa lewat di bawah air mancur. Seneng deh, serasa jadi pengantin lagi hahaha..jadi ada 2 tembok sejajar, di atasnya ada air mancur yang melewati kedua sisi tembok. Sehingga kita bisa lewat dibawahnya tanpa basah. Tidak jauh dari air mancur, ada jejak telapak tangan dan telapak kaki dari para presiden Republik Indonesia, dari Pak Harto, Pak Habibie, Ibu Megawati, Alm. Gus Dur dan juga presiden SBY. Macam-macam bentuknya.
Ada juga permainan katrol, spektrum warna, kemudian di sisi barat ada tempat yang disetting seperti suasana di pedesaan. Ada sawah, patung kerbau sama gembalanya, rumah gubug..seru deh..serasa benar-benar ada di desa. Adem ayem tentrem.
Kemudian ada juga tempat untuk membatik, juga ada tempat untuk membuat gerabah. Anak-anak boleh mencoba berkreasi membuat apa saja dari tanah lempung.
Ini tadi berbagai permainan yang ada di halaman taman pintar. Masih banyak sebetulnya, tapi lainnya saya tidak begitu ingat. Jadi yang saya tulis ini yang saya ingat saja ya, yang cukup menonjol dan memang mudah diingat.
Uniknya Gedung Oval Dan Gedung Kotak
The next, kita akan memulai petualangan di taman pintar ini dengan memasuki gedung oval, gedung kotak dan memorabilia. Untuk bisa masuk ke gedung ini diperlukan sebuah tiket yang ditukar dengan uang. Ya iyalah..kalau yang di halaman tadi semuanya gratis, kalau masuk ke gedung oval dan kotak ini bayar 8 ribu untuk anak-anak dan 15 ribu untuk dewasa. Murah atau mahal relatif ya, karena pengetahuan yang didapat lebih penting dari sekedar uang yang kita keluarkan. O,ya di dalam gedung ini juga ada teater 4 dimensi. Kalau mau lihat film, bayar lagi 15 ribu. Tapi saya belum sempat masuk ke teater 4 dimensi ini karena waktu yang belum memungkinkan ( halah, sok sibuk ! ). Mungkin lain kali. Jadi akan saya ceritakan yang saya lihat di dalam gedung oval dan kotak saja ya..
Begitu masuk ke gedung yang memang bentuknya oval dan kotak ini sesuai dengan namanya, saya seperti masuk ke dalam gedung bioskop karena suasananya dibuat agak gelap dan remang-remang. Penerima tamunya adalah patung dinosaurus yang berdiri gagah dengan gigi-ginya yang runcing. Wow.. keponakan saya agak takut mulanya, sedangkan anak saya malah penginnya megang dinosaurus itu karena bentuknya mirip dengan yang ada di film dinosaurus yang pernah dia tonton.. Apalagi ada backsound seperti auman dinosaurus. Tak jauh dari patung dinosaurus ada patung kura-kura lengkap dengan telur-telurnya. Mau punya anak ceritanya. Kemudian ada juga manusia purba yang tampilannya mirip Pitechantropus erectus yang memegang tongkat kayu pendek, di sebelahnya ada perapian dari arang. Jumlahnya ada sekitar 3 orang, lagi pada barbequean sepertinya hehe..Lihat patung ini, anak saya tidak mau mendekat, merapatkan tubuhnya di samping saya. Tumben takut..itu kan nenek moyang kita, nak..
Masuk ke sebelah dalam lagi, saya berdecak kagum. Wah..nggak nyangka kalau Yogya punya tempat sebagus ini. Perpaduan antara museum, tempat hiburan sekaligus mengasah otak. Liburan sekaligus mendidik. Di lantai atas, ada foto-foto tokoh ilmu pengetahuan yang melegenda seperti Albert Eistein, Galileo, Phytagoras dan masih banyak lagi. Ada banyak perangkat fisika, salah satunya mewakili dari teori gesekan yang bisa diaplikasikan dengan permainan semacam rel-relan yang bisa bergerak setelah digesek karena ada tekanan udara. Mirip-mirip di acara Ranking satu itu lho. Ada banyak permainan ilmiah yang menyenangkan. Anak saya tak henti-hentinya bilang kok bisa, kenapa begini, kenapa begitu ? Hm..saya aja sudah lupa-lupa ingat pelajaran jaman dulu. Jadi mau kembali ke sekolah lagi huehehe..
Ada juga peragaan bagaimana proses membuat susu formula dari susu sapi. Disitu ada patung sapi, kemudian ada semacam diagram plus alat-alat yang digunakan dalam proses pengolahan dari susu segar hingga menjadi bentuk kristal yang diolah menjadi susu bubuk. Ada banyak tahap dan proses namun langkah-langkah ini menjadi asyik dipahami karena visualisasinya benar-benar mengena dan menarik.
Yang lebih lucu lagi, saat anak saya mengayuh sepeda-sepedaan ternyata di sebelahnya ada tengkorak yang ikut-ikutan mengayuh sepeda. Jadi saat anak saya mengayuh, tengkorak itu ikut-ikutan kakinya mengayuh, saat anak saya berhenti, ikut-ikutan berhenti mengayuhnya. Ada-ada saja. Fun banget..lumayan bisa ngilangin stress.. 🙂
Lalu, di sini kita juga bisa main debus. Lho kok ? Karena saya sudah membuktikan duduk di atas kursi penuh paku sama sekali tidak apa-apa. Bener lho, saya tidak merasa sakit dan tidak terluka sedikit pun. Sakti kan ? Sabar..ternyata ini berkaitan dengan hukum tegangan permukaan. Saat ujung paku yang runcing-runcing itu saling berjejer kemudian diduduki ternyata terdapat persamaan tegangan permukaan sehingga kita tidak merasa sakit. Tapi kalau pakunya cuma satu ya tetap aja sakit. Jadi ini penjelasannya to waktu melihat atraksi debus di televisi ada orang yang yang bisa duduk di atas ribuan paku karena ilmu fisika bisa menjelaskan kok, bukan karena mereka sakti mandraguna. Ya nggak sih ? Hm..ya, ya, ya..saya baru ngerti disini.
Lalu dari bidang Biologi selain pengolahan susu sapi tadi, disini juga ada peragaan tentang anatomi tubuh. Kemudian ada juga mikroskop yang preparatnya tentang pembuluh darah. Hasilnya bisa dilihat di layar yang cukup besar. Ada juga penjelasan tentang pengolahan air mineral dari saat awan mendung, hujan kemudian meresap ke dalam tanah menjadi mata air. Visualisasinya keren dah..
Maksud hati ingin mengabadikan berbagai pose anak saya dan sepupunya di taman pintar ini sebanyak-banyaknya, namun apa daya handphone saya low bat. Menyesal rasanya kenapa tadi nggak di charge dulu. Saya hanya sempat memotret 2 pose, selanjutnya sudah ada peringatan bunyi tit..tit..bahwa handphone sudah tidak mampu lagi mengambil gambar. Wah..saya ingat bahwa charger ada di tas, sempet punya pikiran nekad juga barangkali ada colokan listrik nganggur mau numpang nge-charge di taman pintar tapi nggak ada tuh..ya sudah..yang penting saya tadi udah sempat update status di facebook via handphone yang isinya begini : “Larut dalam hiruk pikuk taman pintar with Andro n Naia, mudah-mudahan ketularan pintar..”. Sesudah itu ya maaf kalau ada yang komen belum bisa saya bales lha wong status handphone saya antara hidup dan mati je..gawat darurat pokoknya. Saya jadi harap-harap cemas mudah-mudahan nggak ada telepon penting yang masuk karena sama sekali nggak lucu kalau tiba-tiba handphone mati alasannya low bat apalagi kalau telepon itu dari rekan bisnis. Wah..bisa gagal transaksi hehe..
Banyak sekali pengetahuan yang bisa kita dapat dari taman pintar khususnya di gedung oval dan kotak ini pokoknya. Kalau sampai Yogya nggak mampir ke tempat ini, rugi banget..saran saya sih, masukkan taman pintar ini dalam daftar kunjungan utama Anda kalau liburan ke Yogya. Soalnya nggak hanya anak-anak yang bisa belajar, orang tua juga bisa belajar banyak hal. Itung-itung mengulang pelajaran jaman sekolah dulu, kalau dulu sudah ngerti sekarang bisa diingat-ingat lagi, kalau dulu belum paham sekarang bisa dipahami lebih gamblang. Kalau sekarang masih nggak paham juga ? Hm..mungkin karena faktor usia..ya nggak apa-apa kan nggak dinilai ini. Huehehe..maunya refreshing kok malah mikir ya..
Gedung Memorabilia
O,ya..satu lagi gedung yang belum saya jelaskan yaitu gedung memorabilia. Gedung ini ada di luar, terpisah dari gedung oval dan kotak. Seharusnya, gedung ini jadi kunjungan pertama sebelum ke gedung oval dan kotak, namun karena anak saya sudah masuk duluan ke gedung oval, padahal saya baru beli tiket, dan suami serta keponakan masih di pintu masuk gedung bersama dengan petugas yang menunggu adanya tiket, maka kunjungan ke gedung memorabilia jadi pilihan terakhir.
Gedung ini lebih mirip museum tentang kraton Yogyakarta. Ada banyak sejarah tentang kraton dari raja-raja yang pernah memimpin hingga benda-benda bersejarah milik kraton lainnya. Tidak terlalu mendetail tapi cukup memberi gambaran bagaimana keadaan kraton Yogyakarta pada masa itu.
Hm.. tak terasa waktu sudah siang. Perut lapar dan saya serta suami harus melanjutkan pekerjaan yang lain yaitu kulakan onderdil mobil untuk barang dagangan. Jadi, tamasya di hari minggu ini harus kami sudahi. Semoga oleh-oleh cerita ini cukup bermanfaat. Buktikan sendiri keasyikannya, jangan mudah percaya sama cerita saya. Jangan-jangan cuma ngarang. Hehe.. Yuk dah..

Ada Apa Dengan Pantai Baron ?

Air laut berwarna coklat di Pantai Baron
Lama tidak berlibur ke pantai, tanggal 15 Februari 2011 kemarin, bertepatan dengan tanggal merah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya beserta suami, anak dan saudara melakukan tamasya dadakan ke Pantai Baron. Tanpa rencana sebenarnya, dan hampir batal karena cuaca mendung yang mengindikasikan akan turun hujan menjadi kendala terbesar. Tapi berbekal niat karena anak saya, Andro yang berusia 3 tahun lebih 4 bulan belum pernah melihat pantai secara live ( langsung ) dan saya ingin dia mengenal apa itu pantai dan laut, mendung tidak jadi masalah. Toh ada lagu yang mengatakan bahwa mendung tak berarti hujan kan ? Lagu ciptaan Deddy Dores sepertinya.
Maka, jadilah kita berlima menuju ke Pantai Baron yang berjarak 20 km dari kota Wonosari, memakan waktu perjalanan kurang lebih setengah jam dari lokasi rumah saya yang kebetulan tinggal di Gunung Kidul, 7 km dari kota Wonosari. Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Gunung Kidul. Mendung masih menggayut, tapi perjalanan tetap kami lalui. Sedikit penasaran juga ingin melihat bagaimana kondisi pantai Baron terkini setelah lebih dari 10 tahun saya tidak kesana. Dan bedanya, dulu saya kesana masih gadis, sekarang sudah punya suami dan anak. Menakjubkan.
Sampai di lokasi masuk di depan, kurang lebih 100 m dari pantai, tampak kondisi yang tidak beda jauh dengan 10 tahun yang lalu. Hanya warung-warung berjualan semakin penuh sesak dibandingkan dulu yang masih jarang-jarang. Angin semilir menyambut kedatangan kami. Masih mendung, menghadirkan nuansa romantis yang menyejukkan.
Kapal-kapal nelayan diparkir di bibir pantai. Banyak jumlahnya, mungkin belasan. Jumlah tepatnya berapa, maaf saya tidak ngitung hehe..Bisa dibilang, pantai Baron adalah pantai nelayan. Dimana sumber ikan laut banyak didapat disini. Bau amis khas ikan menusuk hidung. Perpaduan antara jijik bagi yang tidak suka ikan dan lapar bagi yang menyukainya. Ikan Tongkol, Bawal putih,Kakap, lobster menjadi kekayaan hasil laut Baron. Tersedia dalam keadaan segar atau siap saji di warung-warung makan lokasi ini. Menu andalannya, sop Kakap. Mak nyuss..

Kapal-kapal nelayan yang diparkir di bibir pantai Baron

Pasir di sepanjang bibir pantai menyambut kaki-kaki nan telanjang. Sengaja, sandal ditenteng hehe..Lembut terasa merasuk jiwa. Si kecil melompat-lompat tak sabar ingin melihat seperti apa itu pantai. Sesekali tangannya berontak dari pegangan, menginginkan kebebasan beralari-lari. Jadilah kejar-kejaran diiringi tawanya yang menggema. Lepas dan bebas.
Namun..ups..saya cukup terhenyak menyadari kenyataan air laut berwarna coklat yang biasanya bening dan kebiruan. Kok bisa ? Seumur hidup, baru kali ini saya melihat air laut berwarna coklat layaknya air kali nan keruh. Mencoba berpikir, mungkin karena musim hujan, sehingga air kali keruh yang masuk ke laut sedikit banyak membuat air laut ikut coklat. Mungkin juga, bisa jadi. Tapi sejak kapan ?
Apa boleh buat, terpaksa bermain ombak coklat dengan si kecil. Sungguh, sepuluh tahun yang lalu, terakhir saya kemari, air laut begitu bening sampai hewan-hewan kecil di dalam air kelihatan. Sekarang, boro-boro..mana kelihatan ?. Hanya beberapa ekor binatang kecil sejenis kepiting / yuyu dan jingking yang tampak berlarian di pasir. Banyak harapan, warna air coklat ini hanya sementara. Saat musim hujan saja.
Saat kegirangan membiarkan kaki-kaki basah oleh ombak yang bergulung, mata dibuat terbelalak saat ada sesuatu yang nyangkut di kaki. Aih..bungkus plastik, sandal dan materi-materi sampah berhamparan. Miris, menyadari kenyataan bahwa laut menjadi tempat sampah terluas. Jangan salahkan jika airnya berubah warna dan aroma.
Cuaca mendung menyembunyikan sang surya yang kembali ke peraduan. Harapan bisa menyaksikan sunset harus terkubur saat hujan tiba-tiba mengguyur tanpa permisi. Si kecil berlari-lari tertawa merasakan pertama kali hujan-hujanan. Bersama kami berlari menjauhi pantai dengan berlindung di atap-atap warung berharap tidak terlalu basah pakaian kami.
Akhirnya, wisata dadakan yang cukup singkat selama 30 menit harus kami sudahi. Hari mulai gelap dan hujan turun semakin deras. Sangat tidak nyaman jika tetap melanjutkan wisata. Hanya satu tujuan untuk kembali : pulang. Dengan sejuta rasa dan tanya. Kenapa dan ada apa dengan Pantai Baron. Jangan biarkan ini jadi misteri. Kembalikan keasrian pantai Baron yang dulu. Saya jadi penasaran, apakah nasib saudara-saudaranya seperti Pantai Kukup, Krakal dan Sundak tidak beda jauh dengan Pantai Baron. Mengalami perubahan warna dan aroma air. Plus menjadi tempat sampah terluas. Semoga tidak. Lain waktu, ingin saya buktikan.

Menatap Pantai Baron yang airnya berubah warna

Mendadak di Waduk Sermo

Selepas menghadiri pernikahan saudara di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, Andro, anak laki-lakiku tidak mau diam selalu mengajak keluar melihat jembatan yang tidak jauh dari lokasi hajatan. Tak mengherankan, Andro memang selalu ingin tahu tentang hal baru yang dilihatnya. Sesekali tangannya menunjuk air sungai yang ada di bawah jembatan sana.

“Airnya banyak…,” matanya berkedip-kedip. Tangannya berpegangan pada besi jembatan. Aku cukup khawatir ketika kakinya ikut dijulurkan kearah dalam jembatan. Aduh, aku dan suamiku berkolaborasi memegang Andro kuat-kuat. Gerakannya selalu spontan dan mengejutkan. Belum begitu paham akan apa arti bahaya. Setiap diajak beranjak menjauh dari jembatan, pegangannya semakin erat pada besi jembatan. Ketika sedikit dipaksa, tubuhnya meronta-ronta dan tangisnya dikeluarkan sebagai senjata. Aduh..dosaku apa ya, sampai anakku susah diatur begini ?

“Sayang, kita jalan-jalan aja yuk..,” bujukku kepada Andro yang ditanggapi dengan tatapan mata ke arahku. Aku mengangguk dan tersenyum ketika matanya menyiratkan kebimbangan akan tawaranku.

“Ayo, nanti Andro boleh maem es krim..,” bujukku lagi sambil mengingatkan pada makanan favoritnya yang hanya boleh dinikmati sekali-kali itu. Pegangan tangannya pada besi jembatan mengendur dan jemari mungilnya segera menggandeng tanganku dan tangan suamiku beranjak menjauh dari jembatan menuju mobil eyang kakungnya. Fiuh..akhirnya…

Jadilah kami bertiga berputar-putar dengan mobil pinjaman punya eyang kakung Andro. Tak tahu arah tujuan pokoknya mengikuti saja alur jalanan yang cukup menikung dan naik seperti akan menuju puncak. Maklum, namanya juga daerah pegunungan, suasananya cukup sejuk karena pohon-pohon masih banyak yang menjulang dan membentuk barisan seperti hutan yang tidak terlalu lebat.

Andro cukup menikmati perjalanannya sambil sesekali mulut mungilnya bersenandung,” Naik..naik..ke puncak gunung..tinggi..tinggi..sekali…kiri..kanan…kulihat saja…” cukup keras dan melengking suaranya memberi suasana yang menggembirakan. Tak sadar, aku dan suami ikut urun suara membentuk vocal group kecil..lumayan, jadi ada suara tenor, bass dan sopran..hihi..

Kurang lebih lima belas menit perjalanan, kami melihat tulisan “Area Wisata Waduk Sermo”. Wuih..nggak nyangka..ternyata dekat juga dari rumah saudara kami. Selama ini aku memang pernah melihat Sermo dari kejauhan, tapi tidak menyangka jika jaraknya ternyata sedekat ini. Aku jadi ingat, jaman masih kuliah dulu, pernah diajak teman-temanku memancing ikan di Waduk Sermo, tapi sayang, saat itu aku tidak bisa ikut. Aha..jadi rasa penasaranku akan tempat wisata ini akan terpuaskan sebentar lagi..

Yup..jadilah kami masuk ke area wisata Waduk Sermo setelah membayar retribusi tiga ribu rupiah..( murah dan terjangkau kan ? ).

Wah..lumayan juga kalau piknik tanpa rencana seperti ini. Spontan dan terasa ada sensasi tersendiri. Apalagi dilakukan bersama orang-orang tercinta..aih..rasanya tak terlukiskan dengan kata-kata. Soalnya seringkali wisata yang direncanakan banyak yang gagal karena suatu sebab dan akibat. Ini, tanpa rencana malah langsung jadi..lumayan…

Kesan pertama yang kutangkap saat memasuki kawasan ini adalah tempatnya yang cukup bersih dan asri. Menurut http://www.katalogkota.com/, Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk yang terdapat di propinsi DIY dengan luas genangan 157 Ha. Waduk sermo terletak di desa Hargowilis, kecamatan Kokap, kurang lebih 5 km di sebelah barat kota Wates. Keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau.

Masih menurut http://www.katalogkota.com/, Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau. Wah..dapatkah kita membayangkannya ?
Saat kami bertiga ke waduk ini, suasana tidak terlalu ramai pengunjung, hanya ada beberapa rombongan yang kemudian mengajak kami naik perahu keliling waduk supaya penuh perahunya. Ajakan ini langsung kami iyakan dengan biaya lima ribu rupiah per kepala dan Andro karena masih kecil dihitung tiga ribu rupiah saja.
Jadilah kami bertamasya naik perahu. Ada kengerian juga kalau tiba-tiba perahu yang disambung dengan mesin penggerak ini tiba-tiba tenggelam atau bahan bakarnya habis saat berada di tengah waduk, apalagi hujan rintik-rintik turun saat perahu baru saja meluncur. Wah..bisa berabe deh kalau begitu. Tapi kekhawatiran segera menghilang saat melihat panorama yang indah dari waduk ini dan ada perahu yang berisi rombongan petugas berseragam yang bertuliskan Resque melintas. Aman deh..kalau ada apa-apa pasti segera bisa ditolong.
O,ya..selain bisa berwisata dengan naik perahu, di tempat ini juga boleh mancing, hiking, bersepeda atau juga off road. Nyaman banget deh tempatnya. Pokoknya wisata dadakan ini membuat kami senang dan bahagia, apalagi Andro sempat tertidur saat naik perahu. Ngantuk karena kelelahan atau karena angin semilir yang menyejukkan, Nak ? Hehe..Maklum, kami ini termasuk manusia yang kurang piknik..hehe..
Ini sebagian foto-fotonya, nggak lengkap dan nggak begitu ok, sih..soalnya disambi mengawasi tingkah Andro yang berlari kesana kemari, aduh..capek deh..tapi yang penting happy

Andro Bermain di Mall

Kadangkala, Andro diajak pergi ke mall.
Tujuannya adalah ke tempat bermain anak-anak.
Disini Andro bisa bermain dengan sesama anak-anak seusianya.
Membaur bersama dalam keceriaan khas anak-anak.
Saling berbagi mainan, mandi bola, melompat-lompat di atas kasur pegas, menelusuri terowongan, meluncur di prosotan bahkan main mobil-mobilan.
Andro sangat menikmati kegiatannya ini.
Seringkali tawanya berderai diiringi celotehannya yang lucu dan menggemaskan. Sangat lepas dan membahagiakan.
Para orangtua cukup mengawasi dari dalam maupun dari luar arena.
Saling bercerita dengan bangga tentang anak-anaknya.
Saling berbagi cerita dan tawa.

Senangnya..saat-saat seperti ini tidak hanya membahagiakan anak-anak saja, tapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi para orangtua melepas kepenatan setelah sibuk bekerja seharian.

Andro 1,5 Tahun

Andro mulai lancar berjalan, mulai berceloteh lucu.

 

Aih..sangat menggemaskan..

 

Hobbynya nonton CD lagu anak-anak dan meniru-niru menyanyi sambil bergaya..

 

Berlari kesana kemari sambil berjoget, gayanya sangat dewasa sekali.

 

Sangat menghibur dan membahagiakan..

 

Saat diajak ke kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta, Andro sangat senang sekali..

 

Melihat banyak sekali jenis binatang.

 

Tak henti-hentinya tangannya menunjuk-nunjuk binatang, itu apa..ini apa..

 

O,ya di kebun binatang ini Andro juga sempat naik gajah sama papanya, lho..berani, ya..