Tips Penting Untuk Blogger Wanna Be

Mencoba hal yang baru itu perlu, supaya kita tahu dan benar-benar tahu

Julipedia

Tak terasa sudah sebelas tahun saya punya kegiatan menulis di blog. Kalau ada yang bertanya, selama perjalanan waktu itu, saya sudah dapat apa saja? Banyak. Adsense? Job? Ilmu? Networking? Pengalaman? Puji Tuhan, semuanya sudah saya dapatkan. Walaupun kalau dihitung secara nominal, mungkin belum apa-apanya bila dibandingkan dengan pendapatan Blogger tersohor lainnya. Namun, saya tetap bersyukur. Karena semua berasal dari perjuangan dan proses perjalanan yang cukup panjang. Bukan instant. Lagipula, saya meyakini bahwa soal rejeki sudah ada yang mengatur dan tak mungkin tertukar. Saya pun percaya, rejeki tidak melulu soal materi dan uang. Materi dan uang yang didapatkan adalah bonus dari usaha yang tak pernah mengkhianati hasil. Rejeki yang utama menurut saya adalah networking, ilmu dan pengalaman.

Cerita Tentang Perjalanan Blog

Ijinkan saya bercerita tentang perjalanan ngeblog yang mungkin tidak terlalu istimewa. Biasa, semuanya mengalir begitu saja. Saya mulai membuat blog di tahun 2009. Pakai blog gratisan. Isi tulisannya gado-gado, kebanyakan curhat nggak jelas, haha! Pokoknya waktu itu kalau mau menulis, nulis saja nggak pakai kebanyakan mikir. Bagi saya, blog adalah diary online yang sifatnya publik bukan rahasia pribadi lagi. Saya terbiasa menulis buku harian atau istilah kerennya diary sejak duduk di bangku SD. Saya masih ingat betul, diary pertama saya warnanya pink dan kertasnya wangi, hadiah dari seseorang yang tersayang. Mungkin, menulis diary menjadi awal dari kesenangan saya menulis. Hampir semua cerita senang atau sedih, saya tuliskan di buku diary. Curhatan di diary itu saya tulis sendiri dan baca sendiri. Sifatnya sangat rahasia, jangan sampai ada orang lain yang membaca diary saya. Maka tak heran jika diary saya ada gemboknya, dimana kuncinya saya simpan rapat-rapat di suatu tempat yang rahasia pula.

Sebenarnya, blog itu mulai dikenal sejak kapan? Menurut sumber yang saya baca di qwords.com, blog yang merupakan singkatan dari web log mulai diperkenalkan di internet tahun 1994. Waktu itu, jurnal pribadi yang ditulis oleh Justin Hall dimuat di website bernama links.net dengan background yang masih sangat sederhana. Justin Hall kemudian dijuluki sebagai The Founding Father of Personal Blogger. Setelah tahun ini, maka mulai muncul istilah web log yang kemudian disederhanakan menjadi istilah blog yang lebih nyaman diucapkan dan didengar.

Saya baru berkenalan dengan internet di tahun 2000. Lalu mulai browsing dan membaca-baca blog orang lain yang menarik. Waktu itu saya pernah mendengar cerita tentang blog seorang ibu rumah tangga di luar negeri yang isinya tentang curhatan pribadi tapi malah banyak yang membaca dan laris dipasang iklan. Dari situ saya kemudian mulai tertarik untuk ikut-ikutan menulis di blog.

Maka terjadilah. Berbekal suka menulis diary, di bulan April tahun 2009, suami saya membuatkan blog gratisan dari blogspot. Nama blognya www.angan-anganku.blogspot.com. Isinya masih gado-gado, tanpa niche yang jelas. Berbeda dengan diary yang sifatnya rahasia, tulisan di blog saya available dibaca semua orang. Tentu harapannya sekarang justru banyak orang baca dong, ya. Bukan malah digembok, dibaca sendiri, senyum-senyum sendiri #ehgimana πŸ™‚

Blog saya yang pertama angananganku.blogspot.com

Setelah membuat satu blog, saya termotivasi untuk membuat blog yang bisa dipasang Google adsense karena tergiur kisah teman saya yang cukup sukses ternak blog dan main Google adsense. Maka saya bikin lagi satu blog tentang hobby. Nama blognya www.ourhobbiesblog.blogspot.com. Blog ini yang saya ajukan untuk mendapat Google adsense dan setelah menunggu cukup lama, ternyata diapprove oleh Google adsense. Wah, senangnya. Jadilah saya mulai semangat bikin blog yang lain lagi supaya bisa dipasangi adsense dengan satu akun.

Blog kedua yang diapprove Google Adsense ourhobbiesblog.blogspot.com

Di tahun yang sama, saya pun membuat blog lagi yang awalnya mau dibuat tema parenting. Maksud hati pengin ternak blog, namun apa daya ternyata saya susah ngurusnya. Banyak blog saya yang terbengkalai tidak diupdate. Maka saya pun berusaha untuk fokus di satu blog. Diantara blog saya yang lain, blog www.juliastri-sayektiningsih.blogspot adalah blog yang rutin saya update tentang tema parenting. Ternyata blog ini mempunyai trafik yang lumayan tinggi. Maka saya pun mulai memberanikan diri untuk mengikuti lomba blog setelah menjadi anggota beberapa komunitas blogger. Waktu itu saya belum terpikir untuk punya blog TLD. Masih blog gratisan.

Tahun 2015, blog saya menjadi salah satu pemenang hiburan saat mengikuti lomba blog tentang cerita kehamilan yang diadakan oleh salah satu brand produk botol susu. Rasanya senang sekali. Lalu saya pun mulai semangat mengikuti beberapa lomba blog yang lain. Tidak banyak lomba yang saya ikuti, hanya yang kira-kira sesuai dengan pengalaman saya saja.

Di tahun 2016, tak disangka dinyana, blog saya menjadi salah satu pemenang favorit saat mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas blogger. Hadiahnya saat itu berupa paket domain dan hosting gratis selama setahun. Jadilah blog www.juliastri-sayektingsih.blogspot.com bermetamorfosis menjadi blog https://juliastrisn.com ini. Iyess, blog ini yang bertransformasi dari blogspot ke blog TLD WordPress. Bisa dibayangkan gimana riweuhnya saat saya migrasi blog? Wow, sungguh pengalaman yang luar biasa. Saya utak-atik seharian ngurusin blog secara otodidak berbekal browsing sana sini. Benar-benar hanya bermodal trial and error.

Namun saya bersyukur, dengan segala keterbatasan, saya bisa mengatasi beberapa kendala dengan keyakinan diri. Sampai saat ini saya masih belum percaya, kok dulu saya bisa? Coba sekarang disuruh mengulang, pasti sudah lupa semuanya. Saya yakin, kalau kita punya niat dan mau mencoba, pasti bisa. Iya, kalau tidak mau mencoba, tidak akan pernah tahu kan?

It’s me… πŸ™‚

Blog Mulai Dapat Job

Dapat dikatakan, tahun 2016 adalah tahun awal untuk perkembangan blog saya. Selama 6 tahun (2009-2015) saya belum pernah merasakan bagaimana rasanya dapat job dari blog. Ingin rasanya dapat job dari brand atau minimal dari agency yang menawarkan kerjasama untuk job review dan lain-lain. Tapi email saya sepi dari penawaran kerjasama. Doa saya terkabul ketika di pertengahan tahun 2016, beberapa bulan setelah blog saya menjadi TLD, ada email yang masuk menawarkan bentuk kerjasama berupa penulisan artikel di blog saya tentang salah satu aplikasi games untuk anak. Job pertama blog saya itu tidak ada fee, hanya barter artikel dan produk. Namun, bagi saya ini adalah kesempatan awal yang tak boleh disia-siakan. Tanpa pikir panjang, saya terima tawaran job itu dengan senang hati.

Setelah job pertama selesai saya kerjakan, tawaran kerjasama yang lain mulai mengalir di email saya. Beberapa informasi tentang job blog saya dapatkan dari komunitas blogger dan ada juga beberapa tawaran kerjasama yang langsung masuk ke email saya. Luar biasa. ternyata memang beda ya impact dari blog gratisan dan blog TLD. Saya baru sadar, ternyata banyak tawaran kerjasama yang mensyaratkan blog sudah TLD. Pantas saja selama blog saya masih gratisan tak ada tawaran job sama sekali.

Apa saja sih jenis job yang saya terima selama ini? Jenis job itu antara lain adalah content placement, product review, dan liputan event Blogger. Fee yang ditawarkan juga beragam sesuai kesepakatan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Yang pasti semua itu menambah pengalaman dan tentu saja penghasilan yang hampir semuanya bisa dikerjakan secara online dari rumah.

Kalau dipikir-pikir lucu juga ya. Saya terima email tawaran kerjasama dari orang yang sama sekali belum kenal dan belum pernah ketemu di dunia nyata, tapi dapat dilakukan secara profesional dan atas dasar bisnis saling percaya. Saya bersyukur, selama ini soal invoice lancar sesuai perjanjian. Tak ada yang mengingkari janji. Semuanya mendarat dengan sukses di rekening tabungan saya.

Ah, iya. Saya masih punya satu lagi blog gratisan ber-niche bisnis yaitu bisnisnekadblogspot.com. Jujur, updatenya juga masih bolong-bolong. Belum benar-benar fokus saya garap. Jadi, blog saya total ada 4.

Blog saya yang ber- niche bisnis binsnisnekad.blogspot.com

Tips Penting untuk Blogger Wanna Be

Siapapun kalian yang saat ini ingin menjadi blogger, just do it. Tak perlu ragu untuk segera membuat blog apapun tantangannya. Jangan pernah berpikir sulit, tapi lakukan dengan sepenuh hati dan cinta. Nggak bisa menulis? Jangan pernah berkata “tidak bisa”. Semua orang yang saat ini menjadi ahli, pasti berawal dari tidak tahu menahu, dari tidak bisa. Hanya mereka yang punya niat dan mau belajarlah yang akan bisa mencapai apa yang dicita-citakan. Semua harus berproses dan mau mengikuti proses itu sampai garis finish.

Ini ada tips buat Blogger wanna be yang mau mulai action :

  • Buat Blog

Sebagai langkah awal, kalian bisa tentukan mau buat blog gratisan atau langsung blog TLD (Top Level Domain) yang berbayar. FYI untuk yang belum tahu, blog TLD adalah blog dengan domain berakhiran dot com, org, id, dan lain sebagainya. Intinya tidak ada embel-embel nama blog gratisan seperti blogspot atau wordpress.

Setelah itu, tentukan soal nama blog yang mudah diingat dan merujuk pada personal branding kalian. Saran saja sih, nama blog bisa dipilih dari nama kalian yang nantinya bisa dipakai untuk nama di semua media sosial kalian. Misalnya saya nih. Waktu blog ini masih gratisan namanya www.juliastri-sayektiningsih.blogspot.com. Sungguh, nama yang kepanjangan, susah diingat dan tidak simple. Maka kemudian saya memilih domain yang diambil dari nama saya yang disingkat : juliastrisn.com. Supaya memudahkan dan seragam, akun di socmed saya semuanya pakai username @juliastrisn diantaranya Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan LinkeldIn semuanya sama. Kesamaan nama ini dapat mempermudah orang lain untuk mengenali personal branding kita. Kalau saya, personal branding yang ingin saya bangun adalah saya ingin dikenal sebagai seorang Lifestyle Blogger, Entrepeneur dan seorang Mom of two atau ibu dari dua orang anak.

Lanjut. Setelah menentukan nama yang sesuai, kemudian tentukan tema blog. Topik apa saja yang akan dibahas. Meskipun curhat, tapi curhatnya bertema misal tentang parenting, traveling, atau kalau mau campur-campur seperti saya bisa pakai tema lifestyle untuk niche-nya.

Bangun personal branding yang kuat

  • Ikut Komunitas Blogger

Ada banyak komunitas Blogger yang bisa diikuti di media sosial seperti Facebook. Saya sendiri mengikuti banyak komunitas Blogger, salah satunya IIDN yaitu komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Di komunitas yang diketuai oleh Buketu Widyanti Yuliandari ini banyak sekali informasi bermanfaat yang dapat diperoleh karena rajin mengadakan event seperti lomba blog, menulis buku, dan yang baru saja saya ikuti yaitu 25 Webinar tentang optimasi blog yang memanjakan para blogger. Benar-benar full nutrisi webinarnya, menambah ilmu pengetahuan banget.

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengikuti komunitas blogger. Segala kemungkinan untuk mendapatkan jalinan relasi yang luas itu bisa banget. Tentu kalian sepakat kalau networking itu penting kan? Selain itu, berbagai info job untuk blogger biasanya juga dishare di komunitas. Kalau ditotal, sudah lumayan banyak job yang sudah saya dapatkan dari info di komunitas. Rejeki tak akan kemana ya, kan. Tapi memang harus dicari, lho. Nah, dengan ikut aktif di komunitas, bisa menjadi pembuka salah satu atau banyak pintu rejeki.

Keuntungan yang lain, berada di dalam komunitas yang mempunyai hobby dan passion yang sama dapat memotivasi untuk terus berkarya. Ketika melihat temannya menang lomba blog, kita jadi terpicu untuk ikut menang juga dengan mempelajari trik dan tipsnya. Lalu ketika melihat teman satu komunitas rajin update blog jadi termotivasi juga untuk rajin nulis di blog juga.

Jalin networking seluas mungkin

  • Asah skill

Dunia blog itu selalu berkembang dan terus berinovasi. Jika tak mau ketinggalan, kita harus mau meng-upgrade diri dengan senantiasa belajar mengasah skill. Tentu kita tak mau kan blog kita statis, view-nya segitu-gitu aja dan jarang diupdate pula. Siapa yang mau berkunjung ke blog kita kalau si empunya sendiri keliatan santuy banget tak mau mengasah skill? Contohnya saya, nih. Saat semua blogger semangat belajar bikin design pakai Canva, saya masih adem ayem. Rasanya belum tergerak untuk ikut-ikutan trend. Padahal sebenarnya pengin, tapi masih belum nemu waktu yang pas. Lha kok, ndilalah komunitas IIDN mengadakan webinar yang membahas tentang Canva yang dibawakan oleh Ibu Mutiara Hidayati owner Ruang Kelas Bersama (Ra) tentang header, blog title, infografis, media kit yang sangat useful menurut saya. Langsung saja saya daftar.

You know what? Setelah mengikuti webinar itu saya langsung mencoba bikin header untuk blog ini yang memang sudah lama sekali mau saya ganti tapi nggak tahu caranya dan nggak berani untuk bertanya pada siapa. Beuh..keterlaluan banget ya saya. Jadi begini ceritanya. Tampilan header blog saya yang lama itu ukurannya kurang simetris di blog. Kurang penuh gitu, cuma nanggung berada di tengah. Rasanya pengin tarik deh sampai garis pinggir kanan. Tapi serius, saya benar-benar nggak paham gimana caranya mengubah ukuran. Padahal dulu saya ya bikin sendiri, utak atik sendiri. Tapi lupa gimana caranya bikin perubahan. Haha! Itulah saya.

Ternyata dengan Canva, semua permasalahan saya langsung ketemu solusinya. Jadi di aplikasi Canva itu ada banyak sekali template yang bisa digunakan. Banyak pilihan pula mau bikin apa sesuai keinginan. Mau bikin infografis, Youtube intro, Socmed post, kartu nama, apapun yang berhubungan dengan design bisa. Ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Saat ini saya mencoba yang free. Saya langsung pilih untuk membuat header blog dengan Custom dimension. Custom dimension ini dapat menyesuaikan ukuran header blog saya (yang baru saya tahu ukuran standartnya berapa belum lama ini). Setelah ketemu ukurannya, tinggal pilih template yang sesuai, lalu mulai utak atik deh sesuai selera dan keinginan. Nggak sampai satu jam langsung jadi header blog saya. Memang design yang saya pilih sangat simple dan sederhana. Yup, saya memang pilih yang paling gampang dan nggak pakai ribet πŸ™‚

Kabar baiknya lagi, saya juga bisa bikin design yang lain untuk cover di channel Youtube saya yang belum dikasih cover. Wah, saya jadi menyesal kenapa tidak dari dulu saya belajar tentang ini? Kenapa baru sekarang. Hm, saya benar-benar merasa mendapatkan oase di padang pasir saat IIDN menjadi solusi permasalahan blog saya. Beneran. Terima kasih, IIDN.

Before. Tampilan header blog ini yang lama

After. Tampilan header blog yang baru setelah mengikuti webinar IIDN dan IM3 Ooredoo tentang Canva

Nah, menurut kalian lebih eye catching mana header blog saya, yang before atau after? Tampak jelas bedanya, kan. Hehe..

  • Support System

Dukungan dari orang-orang tercinta terutama keluarga mempunyai pengaruh besar untuk perkembangan blog saya. Tanpa dukungan mereka, tentu saya mengalami kesulitan dalam berkarya. Asal sudah memenuhi tugas rumah tangga dengan baik dan benar, aktivitas ngeblog saya direstui oleh suami dan anak-anak. Contohnya saat saya harus mengikuti liputan event Blogger di kota yang menempuh jarak dan waktu cukup jauh, suami mau menggantikan peran saya dalam mengasuh anak-anak sementara waktu, di sela kesibukan menjalankan usaha di toko. Dengan begitu, saya jadi tenang mengikuti event yang berlangsung.

Pastikan dukungan orang tersayang

Support system lain yang berperan sangat penting saat ngeblog tentu saja internet. Tanpa internet yang lancar jaya, mustahil sebuah postingan dapat diposting di blog. Apalagi saat dikejar deadline, kalau kecepatan internetnya tidak mendukung, bisa kacau balau semuanya. Untung sekarang ada provider internet yang percaya akan perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan untuk membebaskan internet sehingga semua orang dapat menggunakan internet dengan akses yang cepat, terjangkau, punya banyak kuota dan yang paling penting tidak membuat khawatir. Khawatir kalau tiba-tiba sinyal blank saat asyik ngeblog. Perkenalkan namanya IM3 Ooredoo.

IM3 Ooredoo ini juga menyediakan paket IMClass yang mendukung pelajar belajar dari rumah selama pandemi ini. Kabar gembira pula bagi yang punya usaha UMKM. Kenapa? Karena IM3 ada paket namanya IMPreneur yang memudahkan komunikasi dengan tim kerja. Uniknya, kuota IMPreneur ini bisa di share lho. Besarnya kuota 320 GB, bisa dishare untuk 25 orang. Iyess, bisa dibagi-bagi gitu kuotanya. Bagi kuotanya juga bebas, terserah mau berapa saja. Misalnya si A butuh 5 GB, si B cuma butuh 2 GB aja, si C 7 GB. Bisaa..semuanya bisa diatur. Dengan bisa dishare seperti ini kan bisa mempermudah komunikasi sesama tim kerja ya. Misalnya kalian bisa patungan sama teman blogger kalian, pas lagi ngeliput event di alam terbuka, bisa banget pakai IMPreneur ini. Atau buat kalian yang punya usaha UMKM, bisa banget sharing kuota untuk mempermudah komunikasi antara bagian marketing, keuangan, dan bagian lainnya. Intinya saling support demi kemajuan bersama, ya kan. Oh, iya paket ini juga available untuk pasca bayar atau pra bayar. Ada paket nelpon gratisnya hingga 500 menit. Sangat simple, mudah dan menguntungkan tentu saja.

Caranya gimana, kakak? Aktifkan saja *1238456# atau bisa juga melalui aplikasi MyIM3. Gampil kan?

Nah, itulah cerita pengalaman blogging dan berbagi tips dari saya untuk kalian yang kepengin banget jadi blogger. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi ya. Jangan pernah lelah untuk belajar.

Sebagai penutup, ada quote penuh inspirasi dari seorang penulis terkenal. Pasti kalian tahu siapa beliau.

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia

Andrea Hirata

 β€œTulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging” 

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

48 thoughts on “Tips Penting Untuk Blogger Wanna Be”

  1. Alhamdulillah support system dari keluarg dukung banget aku ngeblog mereka sudah mengerti semua. Duh jadi malau aku ngeblog pertama tahun 2007 juga isinya gado2 & curhatan gak jelas

  2. Ikut komunitas blog meang bermanfaat banget buat saya. Pengalaman ngeblog saya semakin berkembang dengan gabung di komunitas. Seandainya gak bergabung kayaknya ngeblog saya bakal gitu-gitu aja

  3. Kalau aku ngeblog terbilang baru mbak, 20166 Sept-Okt gitu tapi aku sudah join komunitas nulis sejak 2011. Karena aku memang ingin ada penyaluran hobi, apalagi memang ga kerja kantoran lagi. Senangnya ngeblog bisa banyak teman, menang lomba dan dapat ilmu juga wawasan secara riil πŸ™‚

  4. Waw mba, udah lama ya ngeblognya sampai 11 tahun. Keren. Sama mba, aku juga ngeblog ngalir gitu aja bahkan dalam membangun branding pun ngalir tanpa sengaja. Blog saya bertema parenting, karena saya guru yang jadi IRT jadi ilmunya aku tulis di blog aja. Eh ternyata itu malah jadi branding kuat yang tanpa aku sadari

  5. Oohh ternyata header blognya hasil dari belajar Canva di kelas IIDN ya, Mbak.. hihi.. makanya kok kayaknya ada yang beda, lebih bagus gitu πŸ˜€
    Aku juga ikut beberapa kelasnya kemarin, sayang enggak kekejar mau ikutan lombanya πŸ™‚

  6. Hahahaha jadi inget jaman smp sampe kuliah pernah punya buku harian. Ada yang dikunci ada yang enggak. Dan isinya curhat dari sedih, patah hati, hepi, atau naksir someone. Sungguh alay. Pas punya blog sempet geje juga di awal-awal. Ga nyangka dari blog bisa menghasilkan, walau dulu sempat ngarep (((ngarep))). Tapi bukan soal duit juga, ada networking dan banyak insight yang aku dapatkan

  7. Aku juga termasuk yang banyak mendapat pencerahan sekaligus pekerjaan dari komunitas blogger.
    Termasuk juga memperluas silaturahmi.

    Rasanya terberkati kalau pas travelling terus ada teman blogger di destinasi yang kita tuju.
    Apalagi kalau bisa silaturahmi.
    Perfect combo!

  8. Ikut komunitas blogger itu memang bisa memberi impact yang besar dan bagus ya mba kalo bisa dimanfaatkan dengan baik.. Aniwei mba Juli rajin juga ya udah punya aneka macam blog sejak dulu.. kalau diseriusi sebenarnya emang banyak banget ya peluang dari blog…

  9. Diary itu memang menyembuhkan yaa, kak..
    Dan saat ini, sudah ada blog…yang selain menyembuhkan hati juga menyembuhkan kantongs mama, hehehe…
    Keren kak Juliastri…dari dulu sampai sekarang gak pernah menggalau dengan nama beken.
    Selalu konsisten.

  10. Sejujurnya sih mba, ngeblog itu ya intinya : just do it. Bikin blog, ngedraft tulisan, publish. As simple as that. πŸ™‚ Tapi ternyata untuk menjalankannya butuh semangat yang tidak sedikit.
    Semoga aja kita termasuk blogger yang rajin update tulisan di blog kita ya mba.

  11. hai mbak, salam kenal. Kayaknya baru sekarang ini ke sini hehehe. Yup! dsama banget mba. dulu aku nulis blog juga dari kebiasaan nulis di diary teruss pingin orang lain baca juga jadi ya udah deh nulis blog aja hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *