Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Cara Menghitung Masa Subur – Sebagai wanita, apakah selama ini kita cukup jeli mendokumentasikan jurnal kesehatan kita? Termasuk di dalamnya mengetahui siklus menstruasi kita? Apakah teratur? Apakah tidak teratur? Apa..? Tidak tahu..? Waduh..

Sejak mengalami menstruasi pertama, saya mempunyai kebiasaan mencatat tanggal datangnya si tamu bulanan. Walaupun saat itu belum paham apa fungsinya, pokoknya saya mencatat. Alhasil, saya tahu persis ketika terjadi sesuatu yang janggal dengan siklus menstruasi saya.

Misalnya, biasanya saya mendapat menstruasi selama siklus 24 hari, ini kok tiba-tiba 2 minggu sudah mendapat menstruasi lagi. Pasti something wrong. Maka, saya pun bergegas ke dokter kandungan untuk memastikan apakah ada sesuatu yang meresahkan. Oleh dokter kandungan, perut bagian bawah saya di USG, dan hasilnya bersih tidak ada kista atau semacamnya. Pun ketika saya di test pack, saya tidak sedang dalam keadaan hamil. Jadi secara fisik, organ kandungan saya baik-baik saja. Syukurlah.

Baca : Hanya Keajaiban Yang Bisa

Dokter mengatakan semua ini terkait dengan pikiran. Bisa jadi saya sedang kecapekan, stress atau banyak pikiran sehingga kinerja hormon pun ikutan kacau.

Dokter sempat mencandai saya, “Jangan stres ah, nanti cantiknya berkurang, lho.. “

Saya pun tersipu. Memang benar saat itu saya sedang sibuk-sibuknya. Banyak tugas yang harus saya kerjakan terkait dengan peran saya sebagai ibu rumah tangga dan anggota masyarakat yang ikut paguyuban macam-macam. Jadi bendahara pula. Wis, sibuk ngitung duit orang lain. 🙂

Ok, kembali ke topik semula. Setelah periksa ke dokter kandungan, bulan depannya, siklus menstruasi saya kembali normal. Dan saya kembali mencatat siklus menstruasi saya. Ada kalanya saya mengalami siklus terpanjang 30 hari. Namun juga pernah mengalami siklus terpendek 14 hari. Seringnya sih selama 24 hari. Siklus ini dihitung dari hari pertama mendapatkan menstruasi.

Baca : Hamil Itu Keajaiban

Apa Itu Masa Subur?

Masa subur adalah masa dimana sel telur wanita sudah matang dan siap dibuahi. Masa ini disebut pula masa ovulasi. Kehamilan bisa terjadi di masa ini jika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

Dalam satu siklus, seorang wanita bisa mengalami masa menstruasi, kemudian masa subur dan masa kering. Semua masa ini bisa diperkirakan jika mempunyai siklus bulanan yang teratur.

Dengan mengetahui masa subur, paling tidak kita bisa mengira-ira kapan sebaiknya berhubungan seksual jika ingin segera mendapatkan momongan. Dan kapan sebaiknya menghindari hubungan seksual dengan pasangan jika jumlah anak sudah dirasa cukup dan tidak ingin hamil lagi.

Baca : Flek Saat Hamil Ancaman Keguguran?

Ciri-Ciri Masa Subur

Masa subur ditandai dengan kenaikan suhu badan diatas 36,6°C. Biasanya, kalau badan rasanya agak hangat, lalu pinggang agak sakit dan perut seperti ada sedikit kontraksi, bisa jadi masa ovulasi dimulai. Perhatikan juga bila keluar lendir dari area vagina. Lendir yang bening dan sifatnya mulur menjadi indikator masa paling subur. Rasa bergairah dan wajah berseri-seri turut berpengaruh di masa subur ini.

Masa subur pada wanita umumnya 12-16 hari sebelum haid berikutnya. Jumlah hari ini dihitung dari hari pertama haid, bukan waktu haid berakhir atau lamanya haid.

Baca : Melahirkan Secara Normal Vs Caesar

Cara Mengitung Masa Subur

Jika siklus haid kurang teratur, perlu diketahui siklus terpendek dan siklus terpanjang. Ada rumus khusus untuk menghitung masa subur ini. Misalnya, siklus haid terpendek (SP) saya 24 hari dan siklus terpanjang (SPJ) saya 30 hari.

Masa Subur = SP-18

Masa Subur = SPJ-11

Jadi :

24-18 = 6

30-11 = 19

Maka masa subur saya berada di rentang hari ke-6 sampai hari ke-19 sesudah haid. Masa paling subur bisa dideteksi dengan mencocokkan ciri-ciri di atas. Lewat dari hari ke-19, bisa dikatakan masa kering dan biasanya tidak akan terjadi kehamilan. Karena masa ovulasi telah lewat, dan rahim sedang mempersiapkan pelepasan sel telur yang berikutnya melalui haid.

Gambar dipinjam dari www.dedaunan.com

Jaman sekarang, alat untuk mendeteksi masa subur pun ada. Jika ragu-ragu dengan menghitung sendiri, pakai saja alat untuk menghitung masa subur itu.

Baca : Tamu Bulanan Datang di Saat Tidak Tepat

Yang pasti, kebiasaan mencatat tanggal hari pertama mendapat haid diperlukan untuk menghitung masa subur. Dan bisa juga menjadi data yang sangat penting jika kehamilan terjadi. Karena saat periksa ke dokter kandungan, pasti ditanyakan kapan haid terakhir.

Selamat menghitung masa subur! 🙂

Share

Author: Juliastri Sn

Mom of two. Blogger. Entrepeneur.

6 thoughts on “Cara Menghitung Masa Subur Wanita”

  1. Terima kasih informasinya mbak, sangat bermanfaat. Rupanya penting ya, kita catat tanggal haid pertama kita, supaya kita bisa tahu berapa lama terpanjang dan terpendek siklus haidnya.

    Kayaknya saya perlu terapkan ilmunya ne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *