Perjuangan Melunasi Hutang Di Bank

Perjuangan Melunasi Hutang Di Bank

Perjuangan melunasi hutang di bank. Bulan Februari 2026 adalah bulan yang sangat riweuh bagi keluarga kami. Dikejar deadline, dan kekhawatiran yang cukup membebani. Bisnis lagi sepi-sepinya, pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang. Untuk kulakan harus menggerogoti tabungan atau mengambil plafon pinjaman yang lama-lama hampir penuh.

Huft, kami memikirkan apa jadinya jika saat perpanjangan hutang di bank saat bulan April, plafonnya sudah penuh, lalu kami tidak dapat membayar bunga pinjaman karena usaha yang tidak menjanjikan kepastian pemasukan. Bayang-bayang aset tanah dan ruko akan disita oleh bank jika kami tak sanggup melakukan kewajiban menyicil angsuran tampak jelas.

Namun Tuhan sungguh baik. Pertengahan bulan di tahun 2025, saya dan suami membeli tanah seluas 750 m2 menggunakan uang pinjaman di bank. Tanah itu kami beli karena akan kami jual lagi dalam keadaan tanah siap bangun yang dibagi-bagi menjadi 4 petak. Tujuannya jelas, untuk mendapat pemasukan dan upaya melunasi hutang di bank.

Awal Mula Punya Hutang di Bank

Dulu awal kami membuka usaha, semangat masih menggebu-gebu. Maklum, masih darah muda. Dengan modal seadanya, kami (saya dan suami) memulai buka usaha. Selebihnya, hanyalah tekad dan modal nekat. Gimana nggak nekat, jika kami resign bareng dari pekerjaan yang sudah pasti gajian tiap bulannya?

Dengan tabungan seadanya, kami membuka usaha toko ban. Kami dibantu dibukakan jalan untuk usaha oleh saudara dari suami yang sudah lebih dulu membuka usaha di Gunungkidul. Kami dipinjami tempat, dicarikan suplier hingga dicarikan pinjaman modal ke bank atas nama om kami itu, lalu kami membayar cicilannya tiap bulan sampai lunas.

Singkat cerita, kami akhirnya mengajukan pinjaman modal usaha ke bank atas nama suami dengan jaminan sertifikat tanah dan ruko tempat usaha kami setelah kami berhasil membeli tanah dan membangun ruko yang permanen untuk tempat usaha kami. Segala kemudahan proses usaha ini tak terlepas dari bantuan orangtua dan saudara-saudara kami semua.

Maka, dari zona nyaman kami memasuki zona ketidakpastian saat membuka usaha ini. Segala sesuatunya harus kami upayakan sendiri. Dari pengadaan barang, pengadaan mesin dan alat-alat untuk bekerja, mengelola keuangan, membayar karyawan, dan lain sebagainya. Sangat riweuh, namun kami menikmati segala prosesnya.

Pinjaman uang di bank ini jelas sangat membantu cash flow atau perputaran uang dalam bisnis kami. Namun kami harus cermat memperhitungkan besaran cicilan pokok dan bunga bank yang harus kami bayar sebelum jatuh tempo. Saat memulai usaha, pikiran kami masih sangat jauh dari keinginan untuk melunasi hutang di bank.

Yang penting usaha berjalan dulu, ada hasil baru mulai berpikir untuk perjuangan melunasi hutang di bank. Yang penting cicilan tiap bulannya aman, dapat dibayar tepat waktu sebelum jatuh tempo agar tidak terkena denda. Memang, berurusan dengan riba itu tidak mudah, berat sangat berat. Namun itu yang bisa kami jalani saat ini.

Awal mula punya hutang di bank
Awal mula punya hutang di bank

Memulai Perjuangan Melunasi Hutang di Bank

Perjalanan bisnis kami dimulai sejak bulan Oktober 2009, tepat saat anak lanang berulang tahun ke-2. Berarti, sudah hampir 17 tahun perjalanan bisnis saya dan suami. Wah, tak terasa waktu terus berjalan. Puji Tuhan, usaha kami senantiasa diberikan kelncaran walaupun pasang surut usaha itu pasti ada.

Apalagi saat pandemi hingga sekarang, dunia usaha tidak baik-baik saja. Banyak usaha yang gulung tikar, mengalami penurunan omset, pasar lesu hingga hutang yang menumpuk dan kesulitan untuk membayar. In this economy, kami pun merasakannya. Betapa sulitnya mencari uang tanpa effort yang tinggi.

Beruntung, selain mendapatkan penghasilan dari toko yang mengalami penurunan, ndilalah pintu rejeki yang lain turut terbuka. Rejeki dari blog saya meskipun tak seramai dulu lagi, endorsement di akun socmed saya walaupun masih nano influencer dengan menjalankan campaign dari brand, dan lain sebagainya.

Salah satu achievement yang saya anggap sebagai jalan Tuhan bagi kami agar dapat melunasi hutang di bank adalah dengan terjualnya tiga kavling tanah yang kami jual sejak bulan November 2025. Sungguh, ini merupakan mukjizat dari Tuhan untuk keluarga kami. Awalnya kami belum yakin apakah bisa menjual tanah sesuai target.

Ya, kami memberi target agar empat tanah kavling yang kami jual harus laku dalam waktu enam bulan! Kalau dipikir-pikir target yang sungguh berani dan di luar nalar. In this economy, dimana banyak orang yang menjual tanahnya  daripada yang beli, kok berani-beraninya kami menjual tanah siap bangun yang pasarnya belum pasti?

Begini kronologisnya : Bulan Juli 2025 kami beli tanah, bulan Agustus sertifikat jadi atas nama suami. Bulan Oktober-November proses pembuatan kavling. Efektif mengiklankan tanah sejak bulan November. Bulan Desember sudah ada yang tanya harga dan survey lokasi. Bulan Februari 2026, mulai pecah telur ada yang deal beli 1 kavling.

Seminggu berikutnya, ada yang deal satu lagi. Sungguh, kami sangat bersyukur. Para pembelinya pun kami sudah mengenal dengan baik. Ada yang teman masa kecil saya, dan ada pula saudara dari teman masa kecil saya. Menawarkan tanahnya pun melalui grup WA teman-teman masa sekolah, dan ada pula yang khusus saya tawari via japri.

Bulan Mei 2026, ada satu pembeli lagi. Berarti, 4 tanah kavling yang kami jual sudah laku 3 dalam waktu efektif 6 bulan. Sungguh, semua ini berkat karya Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, semua ini tak akan terjadi. Karena menjual tanah itu tak semudah menjual gorengan. Ada faktor keberuntungan, pulung, dan lain sebagainya yang kadang tidak masuk akal.

Kami pun yakin, dengan segala kemudahan yang telah Tuhan berikan, jalan yang kami tempuh untuk memulai perjuangan melunasi hutang di bank berarti sudah tepat. Tinggal kami teruskan perjuangan untuk menjual yang satu kavling lagi. Jika semuanya sudah menemukan pembelinya, maka bisnis jual tanah kavling ini akan kami teruskan sampai hutang kami lunas.

Memulai perjuangan melunasi hutang di bank
Memulai perjuangan melunasi hutang di bank

Cara Agar Perjuangan Melunasi Hutang di Bank Dapat Tercapai

Kami punya target dalam beberapa tahun ke depan, pinjaman modal usaha di bank dapat kami lunasi. Bagaimana cara melunasi hutang di bank? Tentunya harus punya tekat yang kuat, ada pemasukan yang signifikan, dan dapat mengelola uang dengan menginvestasikan yang tepat. Tapi bagaimana mungkin jika hutangnya banyak, mau investasi apa?

Yang harus diperhatikan adalah punya planning yang jelas. Hitung berapa aset yang dipunya, apakah aset sudah melebihi nominal harga pinjaman modal usaha di bank? Jika iya, selamat! Paling tidak sudah bisa nyicil ayem, ada yang bisa menjadi tanggungan pinjaman. Namun perlu diingat, menjual aset properti tidak semudah menjual emas.

Maka perlu mempunyai investasi masa depan dengan menyisihkan beberapa persen dari penghasilan. Idealnya, jika punya hutang, utamakan membayar hutang dulu, baru memikirkan investasi. Iya, itu betul. Namun dengan keadaan yang sulit saat ini, investasi tepat dan cerdas perlu pula dipertimbangkan.

Untuk investasi jangka panjang, dapat dipilih jenis investasi yang berisiko ringan, seperti menabung emas dan punya aset properti. Karena 2 jenis investasi ini sifatnya jangka panjang, maka akan semakin menguntungkan jika menjadi simpanan yang tidak boleh digunakan secara sembarangan. Nilainya akan terus naik tidak terpengaruh inflasi.

Boleh saja bermain trading, bermain saham, punya obligasi, punya reksadana asal paham bagaimana mekanisme kerjanya. Jika reksadana sudah ada ahli investasi yang menjalankan, kita tinggal terima hasilnya saja. Untuk dapat bermain trading dan saham, harus tahu strategi yang digunakan agar tidak merugi.

Perlu dibuat prosentase penghasilan untuk apa saja. Cicilan hutang atau pinjaman di bank menjadi prioritas utama untuk dibayarkan terlebih dahulu. Catat dengan rapi setiap pemasukan dan pengeluaran secara rutin. Atur keuangan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Big no untuk mencari pinjaman lagi demi melunasi hutang.

Berurusan dengan riba itu memang berat, tapi bukan berarti kita tidak bisa untuk menaklukkannya. Pastikan untuk berdoa, berusaha dan disiplin dalam mengatur keuangan. Niscaya Tuhan akan menuntun jalan bagi umat-Nya yang membutuhkan penyertaan-Nya. Jangan pernah khawatir akan hari esok karena semua berawal dari hari ini.

Jika perjuangan melunasi hutang di bank dapat tercapai, saya akan sangat bersyukur dan bertekat akan menjadi makhluk Tuhan yang lebih baik lagi. Jangan pernah membuang-buang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Upgrade diri, tahu tujuan hidup dan jangan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Semoga hidup kita semua makin berwarna ya! Tetap semangat dalam kondisi apapun. Semoga segala cita-cita agar dapat melunasi hutang di bank dapat tercapai. Amin.

Cara agar perjuangan melunasi hutang di bank dapat tercapai
Cara agar perjuangan melunasi hutang di bank dapat tercapai

Author: Juliastri Sn

MomBloggerPreneur. Mom of two. Lifestyle Blogger. Entrepeneur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *